Blog Islam Sehari-hari Ilmu Tauhid

Aqidatul Awam, Pemahaman Pemula tentang Tauhid dan Keimanan

Masjid Al-Saleh di Yaman. (Foto: Travellers)
Masjid Al-Saleh di Yaman. (Foto: Travellers)

Agama Islam telah tersebar di seantero tanah air Indonesia. Para pejuang dan juru dakwah Islam telah berhasil menjadikan masyarakat memeluk agama Islam, sehingga menjadi agama yang terbanyak dipeluk dan dianut di Indonesia.

Islam kini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Bukan hanya dalam praktik beribadah, melainkan juga dalam berbagai segi kehidupan nilai-nilai keislaman telah menyatu dalam kehidupan masyarakat.

Kehadiran agama Islam mengajarkan hal yang mendasar tentang Keesaan Allah Subhanahu wa-ta’ala (Swt) bagi umatnya. Demikian pula pentingnya akan pemahaman tentang hal-hal yang diwajibkan dalam Islam, sebagai Rukun Iman dan Rukun Islam.

Terlebih dulu kesadaran pentingnya memahami Keesaan Allah Ta’ala menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dalam Islam. Ketauhidan wajib dipelajari bagi setiap pribadi umat Islam, sebagaimana kewajiban untuk menuntut ilmu secara umum. Lebih-lebih ilmu keagamaan yang berkaitan langsung dalam usaha untuk meraih keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

 

Pentingnya Memahami Ilmu Tauhid

 Ilmu Tauhid diperlukan bagi umat Islam untuk dipelajari, di dalamnya menjadi penyemai untuk menanamkan pemahaman tentang keesaan Allah. Tauhid berkaitan langsung dengan keimanan seseorang.

Pemahaman tentang Tauhid yaitu percaya bahwa Allah itu ada dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia-lah yang mengutus para Rasul untuk membimbing umat manusia ke jalan kebaikan, dan kepada-Nya pula manusia mempertanggungjawabkan perbuatnya di dunia.

Salah satu kitab yang menjadi bahan ajar mengenai ilmu tauhid di pesantren adalah Aqidatul Awam. Kitab ini ditulis Sayyid Ahmad Marzuqi. Seorang mufti asal Makkah yang lahir pada tahun 1205 H atau 1791 M.

'Aqidatul awam artinya aqidah untuk orang-orang awam. Dari judulnya dapat dipahami bahwa kitab ini ditujukan untuk umat Islam yang belajar ketauhidan pada tingkat permulaan.

Kitab 'Aqidatul Awam ini benar-benar kecil. Ia hanya terdiri atas 57 (lima puluh tujuh) syair. Kitab ini berbentuk nazham atau syair yang mudah dibaca dengan lagu sehingga mudah dihafalkan, terutama bagi anak-anak.

Kitab yang dikenal luas di tengah masyarakat, menjadi kitab wajib di Madrasah Diniyah kelas Awwaliyah dan santri pemula Pondok Pesantren. Santri biasanya diwajibkan menghafalkan dan menyetorkan hafalan kitab ini.

Memang, dalam konteks ini masyarakat awam tentu saja membutuhkan pedoman sederhana untuk memahami poin-poin penting dalam keimanan. Dan kebutuhan ini terjawab dalam kitab kecil yang berjuluk ‘Aqidah al-Awam.

Dalam bentuk yang ringkas, Nazham ‘Aqidatul Awam sendiri disyarah oleh beberapa ulama. Yang pertama oleh Sayyid Ahmad al-Marzuqi sendiri dengan judul Tahshil Nail al-Maram Libayani Mandhumah ‘Aqidah al-‘Awam. 

Kemudian Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani tak ketinggalan turut menuliskan syarahnya dengan judul Nurudh Dhalam ‘alaa Mandhumah ‘Aqidah al-‘Awam. Ada juga Tashil al-Maram li Daarisil Aqidatil Awam karya Syaikh Ahmad al-Qaththa’aniy al-‘Aysawiy.

 

Apa kandungan pokok dalam Aqidatul Awam?

 Dalam syarah Nurudh Dhalam, Syekh Nawawi menyebut kitab Aqidatul Awam penting untuk dipelajari setiap mukallaf. Sebab dengan mengenal Allah, manusia akan mengenal dirinya sendiri dan senantiasa menjalankan perintah Sang Pencipta dan menjauhi larangannya.

Dalam Kitab ‘Aqidatul Awam memuat tentang nilai pendidikan tauhid yang ada dalam pasal II berkaitan dengan kewajiban umat Muslim untuk mengetahui sifat wajib, mustahil, dan sifat jaiz bagi Allah. Inti dari bab tersebut adalah bahwa Allah SWT tidak memiliki kekurangan, karena Ia mempunyai sifat sempurna yang tidak terhingga.

Dalam pasal III terdapat pembahasan tentang sifat wajib bagi Rasul, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Kemudian terdapat pelajaran tentang sifat mustahil Rasul yang terdiri dari kidzib (dusta), khianat (bohong/melanggar), kitman (menyembunyikan), dan baladah (bodoh).

Sementara itu pembahasan pasal IV berisi kewajiban mengetahui nama-nama malaikat beserta tugasnya, serta nama 25 nabi dan rasul.

Nilai Pendidikan dalam Aqidatul Awam

Dalam Aqidatul Awam, nilai-nilai pendidikan yang perlu dipelajari antara lain:

 1. Iman

Iman dalam ilmu tauhid artinya keyakinan akan eksistensi Allah Yang Maha Sempurna. Keyakinan ini akan membuat seseorang percaya akan adanya Malaikat, kitab-kitab yang diturunkan Allah, Nabi dan Rasul, dan takdir kehidupan sesudah mati.

 2. Islam

Islam adalah kelanjutan iman. Ditandai dengan sikap meyakini bahwa apapun yang berasal dari Allah pasti mengandung hikmah kebaikan yang tidak mungkin diketahui seluruh wujudnya oleh manusia yang lemah.

 3. Ihsan

 Kesadaran bahwa Allah selalu bersama umat-Nya. Oleh sebab itu umat Islam harus menjalankan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab, dan pastinya menjaga diri dari hal-hal yang tidak diridhaiNya.

 4. Taqwa

Seseorang yang menanamkan takwa dalam hatinya akan merasa takut untuk melakukan larangan-larangan Allah serta senantiasa melaksanakan apa yang telah diperintah-Nya.

 5. Ikhlas

Semua pekerjaan yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh ridho Allah. Dengan cara ini seseorang bebas dari pamrih lahir dan batin, baik tertutup maupun terbuka.

 6. Tawakal

Tawakal adalah bersandar kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa Ia akan menolong umat-Nya dalam menemukan jalan terbaik. Tawakal ini adalah amalan hati yang dilakukan setelah seseorang berusaha dengan sungguh-sungguh.

7. Syukur

Syukur adalah sikap penuh rasa terima kasih atas segala nikmat dan karunia yang dianugerahkan Allah. Ini merupakan sikap optimis seorang hamba kepada Sang Pencipta.

 

Pengertian Tauhid

Tauhid adalah sikap meyakini bahwa Allah Yang Maha Esa tidak memiliki kekurangan sedikit pun.

 

Sifat Wajib Rasul

Shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas).

 

Nilai-nilai dalam Aqidatul Awam

Nilai-nilai yang termuat dalam Aqidatul Awam antara lain iman, islam, ihsan, takwa, ikhlas, tawakal, dan syukur.

  

Kesimpulan Pembahasan

'Aqidatul Awam merangkum materi-materi primer dalam ilmu tauhid, mulai tentang lima puluh aqaid yang wajib diketahui, yakni: 20 sifat wajib bagi Allah SWT.; 20 sifat mustahil bagi Allah SWT (tidak disebutkan secara eksplisit); satu sifat jaiz bagi Allah SWT; empat sifat wajib bagi para Nabi; empat  sifat mustahil bagi para Nabi (tidak disebutkan secara eksplisit); dan 1 sifat jaiz bagi Nabi.

Kitab ini kemudian merinci identitas 25 Nabi dan Rasul. Lantas mengenalkan karakter dan identitas para malaikat. Setelah itu, ia merinci empat buah kitab beserta siapa saja penerimanya. Lalu mengisahkan peristiwa hari akhir. Pembahasan ini disambung dengan nasab dan kisah hidup Nabi Muhammad saw beserta putra/puteri dan para istri. Kitab ini juga merinci beberapa sahabat yang sekaligus menjadi paman dan bibi Nabi.

Peristiwa Isra Mi’raj menjadi pembahasan selanjutnya yang kemudian disambung dengan doa penulis dan penyebutan identitas kitab: nama penulis, kapan ditulis, jumlah nazam, dan judul kitab. Kitab ini agak berbeda dengan kitab lain di mana judul dan identitas justru menjadi penutup sementara lazimnya kitab mencantumkan di halaman depan.

Demikian penjelasan awal berkaitan dengan pemahaman tentang Ilmu Tauhid, yang bias kita pelajari dari kitab Aqidatul Awam. Selanjut akan diperdalam dengan pembahasan dan penjelasan lebih luas.

 

Tags