Blog Islam Sehari-hari Doa

Bukti Nyata Asmaul Husna As-Sami

Asmaul Husna. (Ilustrasi)
Asmaul Husna. (Ilustrasi)

Nama-nama Allah Subhanahu wa-ta'ala (SWT) dalam Asmaul Husna selalu bergaung di sekolah-sekolah, khususnya bagi umat Islam. Sejak masa kanak-kanak, sejak di pendidikan anak usia dini, umat Islam mendaraskan nama-nama baik bagi Allah Subhanahu wa-ta'ala (SWT). Itulah Asmaul Husna, yang dihafalkan dan diakrabi di tengah masyarakat kita.

Di tengah merebaknya media sosial, ada nama indah dari Asmaul Husna yang patut kita pahami dan mengerti agar bisa terhindar dari hal-hal yang tak diridhai Allah Ta'ala. Yakni, As-Sami, dalam Asmaul Husna yang bukti nyatanya bisa kita rasakan setiap hari.

As-Sami artinya Allah Maha Mendengar segala sesuatu, baik yang keras maupun yang pelan, baik yang terang-terangan maupun yang rahasia.

Allah Maha Mendengar segala doa hamba-Nya dan mengabulkan doa yang sungguh-sungguh dan penuh harap kepada-Nya.

Dalam Al-Quran, dicontohkan doa dengan menyebut nama As- Sami ini agar doa dikabulkan dan ibadah diterima. Misalnya dalam Surat Al-Baqarah ayat 127.

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar (pondasi) Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 127)

As-Sami merupakan salah satu Asmaul Husna. Dalam Asmaul Husna, kata As Sami artinya adalah Yang Maha Mendengar. Asmaul Husna adalah 99 nama Allah SWT yang diambil dari sifat-sifatnya yang indah dan agung.

Seorang Muslim sebaiknya mengetahui dan mengamalkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk perilaku, sifat maupun untuk wirid. Asmaul Husna mengandung banyak rahasia dan manfaat untuk kehidupan di dunia dan akhirat.

Nama-nama Allah SWT yang baik dalam Asmaul Husna mencerminkan sifat dan kebesaran Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam. Asmaul Husna memiliki keistimewaan-keistimewaan, salah satunya adalah sebagai doa.

Bukti nyata Asmaul Husna As-Sami bisa kita ikuti dengan hikmah mengimani dan cara meneladaninya.

Makna dan Dalil As-Sami

As-Sami termasuk ke dalam 99 Asmaul Husna atau nama-nama Allah SWT yang mulia. Mengutip dari Understand Quran, As Sami artinya mendengar, memperhatikan, dan memahami. Dalam Asmaul Husna, As Sami artinya sebagai Yang Maha Mendengar. Allah menyebut nama-Nya yang agung ini dalam beberapa ayat Alquran, salah satunya dalam surat Fushilat ayat 36 yang berbunyi:

Lafadz:

Wa immā yanzagannaka minasy-syaiṭāni nazgun fasta'iż billāh, innahụ huwas-samī'ul-'alīm

Artinya:

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia adalah As-Samii’ (Dzat yang Maha mendengar) dan Al-’Aliim (Dzat yang Maha Mengetahui).” (QS. Fushilat [41]: 36).

As-Sami mengacu pada kesempurnaan dan totalitas pendengaran Allah yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Pendengaran Allah meliputi semua suara yang ada di alam semesta ini, termasuk bisikan.

Allah dapat mendengar segala sesuatu di seluruh muka bumi ini, baik itu manusia, jin, hewan, tumbuhan, maupun suara air bergemericik di ujung sungai. Baik itu diucapkan secara lisan, berbisik, maupun yang masih terbesit di dalam hati dan pikiran.

Allah SWT berfirman:

“Janganlah kamu berdua khawatir. Sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. Aku mendengar dan melihat.” (QS. Thaaha ayat 46).

Pendengaran Allah tidak terbatas dan sangat berbeda dengan pendengaran yang dimiliki manusia. Manusia mendengar memerlukan alat yakni telinga. Alat tersebut sangat terbatas kemampuannya, bila suaranya terlalu kecil atau keras, manusia tidak dapat mendengar, dan gendang telinganya pun bisa rusak kapan saja.

Allah Maha Mendengar hamba-Nya yang memuji-Nya dan Dia membalasnya dengan memberikan pahala. Allah juga Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya dan menjawabnya dengan mengabulkannya.

Hikmah Mengimani Asmaul Husna As-Sami

Mengimani bahwa Allah SWT adalah As-Sami artinya Yang Maha Mendengar membawa sejumlah hikmah, di antaranya yaitu:

Memahami Kesempurnaan Allah SWT

Dengan mengimani sifat mendengar Allah, umat Islam secara otomatis mengakui keagungan dan kesempurnaan-Nya. Dalam surat Asy-Syura ayat 11, Allah berfirman:

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah As-Samii’ (Dzat yang Maha mendengar) dan Al-Bashiir (Dzat yang Maha melihat).”

Menjaga Lisan

Salah satu tugas seorang muslim adalah menjaga lisan. Lisan diibaratkan pisau yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak orang. Meskipun seseorang berbicara dengan sembunyi-sembunyi, Allah SWT tetap mendengarnya.

“Apakah mereka mengira, bahwa kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) kami selalu mencatat di sisi mereka.” (QS. Az-Zukhruf ayat 80).

Semakin Bersemangat untuk Berdoa Kepada Allah

Allah mendengar setiap doa yang dipanjatkan oleh hamba-hamba-Nya. Dalam surat Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

Cara Meneladani Asmaul Husna As-Sami

Nama Allah As-Sami hendaknya memberikan teladan kepada hamba-Nya untuk senantiasa mendengarkan hal-hal yang baik. Menurut Syafi'ie el-Bantanie dalam bukunya Rahasia Keajaiban Asmaul Husna memberikan cara meneladani Asmaul Husna As Sami artinya Yang Maha Mendengar adalah:

1. Mendengar Hal-Hal Baik

Dengan menggunakan telinga untuk mendengar hal-hal yang baik. Misalnya untuk mendengarkan pengajian, lafal Alquran, dan kata-kata yang baik. Dalam Al-Quran surat Az Zumar ayat 13 Allah berfirman:

Artinya:

"Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal."

2. Jangan Mendengar Hal-Hal yang Tak Baik

Cara yang lainnya adalah tidak menggunakan telinga untuk mendengar hal-hal yang tidak baik, seperti gosip, ghibah, kata-kata kotor, dan lain sebagainya. Sebagai seorang Muslim yang telah baligh, segala apa yang didengarkan akan dimintai pertanggung jawabannya di hari akhir kelak. Karenanya, kemampuan untuk memilih dan memilah mana yang boleh didengarkan dan mana yang tidak, sangat dibutuhkan bagi umat Muslim.

Ahli Tafsir Al-Quran, M. Quraish Shihab dalam Al-Asma’ Al-Husna Mengenal Nama-Nama Allah menambahkan bahwa sifat Allah As-Sami artinya Yang Maha Mendengar ini hendaknya dapat mengantar manusia untuk memelihara lidahnya.

Dengan mengucapkan hal-hal yang baik, kita juga dapat membantu sesama Muslim untuk mendengarkan hal yang baik pula.

Akhirnya, kita selalu diingatkan agar mengambil hikmah dari Asmaul Husna As-Sami. As-Sami artinya Allah Maha Mendengar segala sesuatu, baik yang keras maupun yang pelan, baik yang terang-terangan maupun yang rahasia.

Allah Maha Mendengar segala doa hamba-Nya dan mengabulkan doa yang sungguh-sungguh dan penuh harap kepada-Nya.

Dalam Al-Quran, dicontohkan doa dengan menyebut nama As- Sami ini agar doa dikabulkan dan ibadah diterima. Misalnya dalam Surat Al-Baqarah ayat 127 sebagaimana disebutkan di atas.

Demikian wallahu a'lam bisshawab. Semoga bermanfaat.

Tags