Blog Islam Sehari-hari Doa

Doa Memotong Ayam Sesuai Tuntunan Islam

Doa Memotong Ayam Sesuai Tuntunan Islam Source: Freepik
Doa Memotong Ayam Sesuai Tuntunan Islam Source: Freepik

Islam telah mengatur segala hal terkait kehidupan manusia di dunia dan akhirat, termasuk urusan makanan. Salah satu bahan pangan yang sering masyarakat santap adalah ayam. Untuk memastikan daging tersebut halal, penyembelih wajib membaca doa memotong ayam serta mengikuti tata cara penyembelihan sesuai syariat. 

Sayangnya, masih banyak umat muslim yang belanja ayam ke pasar tradisional atau modern tanpa menanyakan prosesi penyembelihannya. Padahal, menyembelih ayam tidak cukup berbekal keberanian dan sebilah pisau tajam. Ada bacaan tertentu yang perlu penyembelih lafalkan serta berbagai teknik lainnya hingga ayam tersebut mati. 

Key takeaways:

  • Salah satu persyaratan halal ketika menyembelih ayam adalah dengan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala

  • Islam mengatur tata cara penyembelihan hewan mulai dari orang yang menyembelih, kondisi hewan, alat, hingga prosesinya sampai tuntas untuk mendapat hasil sembelihan yang halal dan thoyyib.

Makna dan Tujuan Doa saat Memotong Ayam

Doa memotong ayam adalah sebuah bacaan doa yang penyembelih sebutkan sebelum menyembelih hewan. Tujuannya tidak lain supaya daging ayam tersebut halal dimakan. Namun, jika penyembelih tersebut kelewatan membaca doa ini, daging tersebut menjadi tidak halal.

Baca juga: 9 Hewan yang Haram Dimakan Berdasarkan Alquran dan Hadis

Padahal, Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 168 kalau umat muslim hanya boleh mengonsumsi yang halal dan baik.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Maka dari itu, memperhatikan bacaan ketika menyembelih hewan sangat penting supaya umat muslim tidak memakan makanan haram yang berpotensi menurunkan kualitas kehidupannya.

Bacaan Doa Memotong Ayam

Salah satu persyaratan saat menyembelih hewan adalah dengan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala. Berikut adalah dalilnya.

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS. Al An’am: 121)

Selain itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ ، فَكُلُوهُ

“Segala sesuatu yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, silakan kalian makan.” (HR. Bukhari no. 2488)

Ayat dan hadis di atas sudah secara terang menunjukkan doa penyembelihan ayam dalam Islam adalah dengan menyebut asma Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dari itu, mayoritas ulama sepakat untuk mensyaratkan bacaan basmalah “Bismillahirrahmanirahiim” atau “Bismillahi Allahu Akbar” saat menyembelih hewan. 

Tata Cara Memotong Ayam Sesuai Syariat Islam

Terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum menyembelih ayam, mulai dari penyembelih, kondisi sembelihan, alat, hingga prosesinya. 

1. Orang yang Menyembelih

Pada tahap pertama, pastikan penyembelih ayam adalah seorang muslim berakal sehat yang sudah baligh atau tamyiz (bisa membedakan baik dan buruk). Dengan demikian, tidak sah apabila orang gila, orang mabuk, dan anak kecil yang belum tamyiz untuk melakukan penyembelihan ayam. 

Melansir Rumaysho, seorang ahli kitab (Yahudi atau Nasrani) juga dapat melakukan proses sembelihan selama mereka menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini berdasarkan dalil:

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ

“Makanan (sembelihan) ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka.” (QS. Al Maidah: 5)

Baca juga: Begini Cara Mensucikan Diri Setelah Memakan Makanan Haram

2. Kondisi Ayam yang Disembelih

Pada tahap kedua, pastikan kondisi ayam yang hendak disembelih dalam keadaan masih hidup. Sebab, Allah subhanahu wa ta’ala mengharamkan hamba-Nya untuk mengonsumsi bangkai. Hal ini tercantum dalam Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 173.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai.”

3. Alat yang Digunakan

Pada tahap ketiga, pastikan penyembelih menggunakan alat pemotong yang tajam supaya dapat memutus cepat pangkal leher ayam. Dilarang menyembelih menggunakan gigi dan kuku. Hal ini sesuai hadis Rofi’ bin Khodij berikut.

مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ ، فَكُلُوهُ ، لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ ، وَسَأُحَدِّثُكُمْ عَنْ ذَلِكَ ، أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ

“Segala sesuatu yang mengalirkan darah dan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, silakan kalian makan, asalkan yang digunakan bukanlah gigi dan kuku. Aku akan memberitahukan pada kalian mengapa hal ini dilarang. Adapun gigi, ia termasuk tulang. Sedangkan kuku adalah alat penyembelihan yang dipakai penduduk Habasyah.” (HR. Bukhari no. 2488)

Lalu, adabnya adalah tidak boleh menampakkan atau mengasah pisau dekat hewan sembelihan. Sebab, umat muslim tidak hanya wajib memperhatikan persyaratan halal, tetapi juga aspek kenyamanan hewan dengan memperlakukan sembelihan dengan ihsan sehingga hasil pemotongannya halal dan thoyyib

4. Menyebut Asma Allah Subhanahu wa Ta’ala

Tata cara selanjutnya adalah membaca doa menyembelih ayam sesuai sunnah yaitu dengan basmalah atau basmalah beserta kalimat takbir. Kemudian, penyembelih memotong pangkal leher unggas dengan pisau tajam untuk memutus saluran pernafasan, saluran makan, dan dua urat lehernya.

Mengutip MUI, penanganan setelah penyembelihan yaitu membiarkan darah ayam keluar dalam waktu minimal 3 menit. Lalu, sebelum masuk ke perendaman air panas, wajib untuk memastikan ayam benar-benar sudah mati. 

Proses selanjutnya adalah pencabutan bulu, pengeluaran jeroan, dan pembersihan ayam dari kotaminasi bakteri, najis, atau bahan haram. 

Mengamalkan Syariat Islam untuk Mendapat Daging yang Halal

Tata cara dan doa memotong ayam menjadi patokan bagi setiap juru sembelih dalam memberikan hasil sembelihan sesuai syariat Islam. Muslim yang membeli pun juga akan tenang mengonsumsi daging ayam yang terjamin status kehalalannya. Sebab, mengonsumsi makanan haram bisa membuat hidup menjadi kurang berkah.

Baca juga: 11 Makanan Kesukaan Nabi Muhammad saw yang Kaya Manfaat

Selain memastikan kehalalan makanan yang dikonsumsi, umat muslim juga perlu memperhatikan kualitas ibadahnya. Salah satu cara meningkatkan semangat ibadah adalah dengan memakai pakaian salat terbaik, misalnya sarung yang bagus dan juga nyaman.

Kamu bisa pakai Sarung Mangga, sarung tenun dari bahan rayon, Teteron Rayon (TR), hingga Viscose Cotton Blend yang lembut dan adem. Setiap sarung memiliki motif maskulin dengan warna cerah, sehingga cocok untuk kalangan anak muda. 

FAQ

1. Bagaimana cara mendapatkan sembelihan ayam sesuai syariat?

Dengan langsung bertanya ke penjualnya atau pergi ke rumah potong hewan yang sudah bersertifikasi halal. 

2. Mengapa umat muslim perlu waspada saat membeli ayam di pasar?

Karena status kehalalannya belum pasti apakah sudah menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala dan mengikuti serangkaian prosedur penyembelihan sesuai syariat.

3. Apa ciri-ciri ayam yang disembelih tidak sesuai syariat?

Ayam sudah mati sebelum penyembelihan, tidak menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala, dan urat tidak terputus sempurna. 

4. Apakah perempuan boleh menyembelih ayam?

Boleh, tidak ada halangan gender untuk menyembelih ayam. 

Referensi:

https://rumaysho.com/672-tuntunan-penyembelihan-hewan.html

https://rumaysho.com/25818-hukum-ayam-sapi-dan-kambing-disembelih-dengan-alat-modern-dan-dibius.html

https://muhammadiyah.or.id/2021/03/cara-menyembelih-ayam-yang-halal/

https://halalmui.org/sudahkah-cara-memotong-ayam-sesuai-syariat/

https://www.nu.or.id/daerah/kiai-marzuki-ingatkan-pentingnya-ilmu-dalam-proses-menyembelih-hewan-0ikzO

https://konsultasisyariah.com/8427-hewan-sembelihan.html

Tags