Blog Islam Sehari-hari Doa

Doa Nabi Ayub Memohon Kesembuhan dari Penyakit

Ilustrasi Nabi Ayub saat diberi ujian oleh Allah SWT berupa penyakit yang menjijikan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Nabi Ayub saat diberi ujian oleh Allah SWT berupa penyakit yang menjijikan. (Foto: Istimewa)

Nabi dan Rasul merupakan manusia pilihan Allah SWT yang memiliki keimanan, kesabaran, dan ketaqwaan tinggi kepada-Nya.

Salah satu Nabi yang dikenal memiliki kesabaran dan keimanan yang tinggi adalah Nabi Ayyub. Nabi Ayyub diberikan cobaan yang sangat berat dari Allah SWT berupa sakit.

Beliau kehilangan banyak hal karena penyakit yang dianggap menjijikan oleh orang-orang sekitarnya. Agar sakitnya sembuh, Nabi Ayub memanjatkan doa-doa ke Allah SWT. Apa saja, doa yang dipanjatkan, dan keutamaan sehingga kita bisa ikut mengamalkan.

Kisah Nabi Ayub

Nabi Ayyub menjadi salah satu nabi dan rasul dengan cobaan paling berat. Beliau dilimpahi kekayaan oleh Allah SWT, namun diuji dengan kemiskinan dalam waktu singkat.

Anak Nabi Ayyub yang awalnya memiliki tubuh yang bugar dan sehat, kemudian jatuh sakit lalu meninggal dunia. Tubuhnya sendiri yang tampan dan kuat juga harus hilang karena penyakit yang diderita selama 18 tahun.

Saat dalam keadaan sakit parah, Nabi Ayyub diusir oleh masyarakat sekitar karena takut tertular penyakit. Padahal sebelumnya Nabi Ayyub adalah golongan orang terpandang dalam dihormati oleh semua orang. Beliau dan istrinya yang setia kemudian pindah ke desa lain untuk ditinggali. Akan tetapi desa tersebut ternyata juga tidak menerima Nabi Ayyub.

Pada kondisi terparah, istri Nabi Ayyub yaitu Siti Rahmah digoda oleh para setan agar meninggalkan suaminya. Nabi Ayyub berusaha meminta pada istrinya untuk senantiasa sabar akan ujian dari Allah SWT.

Akan tetapi istri Nabi Ayyub tidak memedulikan ucapan Nabi Ayyub karena terbelenggu setan. Siti Rahmah kemudian meninggalkan nabi Ayyub sendirian. Karena ketidak patuhan tersebut, Nabi Ayyub bersumpah akan menghukum istrinya dengan cambukan sebanyak 100 kali ketika sembuh. Dengan doa yang sungguh-sungguh untuk meminta kesembuhan, akhirnya Nabi Ayyub disembuhkan oleh Allah SWT.

Setelah sembuh, istrinya pun kembali kepada Nabi Ayyub. Karena tidak tega mencambuk sebanyak 100 kali, Allah memerintahkan Nabi Ayyub untuk memukul istrinya menggunakan seikat rambut berisi 100 helai rambut.

Kisah Nabi Ayyub menghukum istrinya tersebut ada pada Al-Quran Surat Shad ayat 44.

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَٱضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَٰهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ

Wa khuż biyadika ḍigṡan faḍrib bihī wa lā taḥnaṡ, innā wajadnāhu ṣābirā, ni'mal-'abd, innahū awwāb

Artinya: Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).

Penyakit Nabi Ayub

Penyakit Nabi Ayyub bukanlah penyakit yang biasa saja. Saat usia Nabi Ayyub memasuki angka 51 tahun, Allah SWT memberikan ujian berupa penyakit yang menjijikan.

Kulit Nabi Ayyub yang bersih mengeluarkan nanah, tubuhnya gatal-gatal, keluar borok, hingga rambutnya rontok. Karena penyakit yang menjijikkan dan mengeluarkan bau busuk, banyak orang menjauhinya termasuk kerabat terdekat. Penyakitnya yang dialami Nabi Ayyub membuat kekayaan yang dimiliki habis hingga jatuh miskin.

Cobaan tersebut adalah cobaan yang berat karena diusir dan tinggalkan semua orang. Namun Nabi Ayyub adalah nabi yang taat, sabar, dan selalu ikhlas sehingga tidak pernah henti-hentinya memohon kesembuhan pada Allah SWT.

Nabi Ayyub sadar jika Allah SWT memberikan cobaan sebagai ujian yang harus dilalui. Hal tersebut juga tergambar pada sabda Nabi Muhammad SAW yaitu:

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan memberinya cobaan di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang diperbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat."

Doa Nabi Ayyub untuk Meminta Kesembuhan

Nabi Ayyub memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk meminta kesembuhan. Doa yang beliau amalkan yaitu:

اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ

Anni masanniyad dhurru wa anta ar-hamar rahimin

Artinya: "[Ya Tuhanku], sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, doa Nabi Ayyub tersebut adalah doa yang harus diamalkan dan diteladani oleh para muslim. Pasalnya doa tersebut berisi penyerahan diri pada Allah Sang Pencipta, hakikat tauhid, serta menampakkan kebutuhan akan pertolongan Allah SWT.

Kesabaran dan ketabahan Nabi Ayyub menanggung cobaan dari Allah SWT menghadirkan mukjizat untuknya. Dengan kuasa-Nya, Allah SWT memancarkan air bersih di tempat biasanya Nabi Ayyub mandi.

Kemudian Allah berfirman:

"Mandilah dengan air ini, karena di sana terdapat penyembuh bagimu, berkurbanlah untuk sahabat-sahabatmu dan mintakanlah ampunan untuk mereka, karena mereka telah bermaksiat kepada-Ku dalam masalah kamu.”

Firman Allah SWT tertulis dalam Tafsir Al-Wajiz (1992) oleh Wahab Zuhaili.

Kunci Doa Dikabulkan oleh Allah SWT

Setiap orang yang memanjatkan doa pasti berharap doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Saat memanjatkan doa, mintalah pada Allah SWT dengan kalimat yang baik menggunakan bahasa sendiri.

Tanamkan pada diri sendiri jika Allah SWT akan mendengar serta mengabulkan doa yang kamu panjatkan. Pasalnya keyakinan tersebut yang bisa membuat doa didengar oleh Allah SWT.

Jangan lupa juga untuk menerapkan adab berdoa kepada Allah SWT. Pertama, kamu harus dalam keadaan suci dan bersih. Jangan berdoa ketika masih kotor atau belum bersuci. Selanjutnya dianjurkan untuk berdoa di tempat yang tepat dan menghadap kiblat.

Awali doa dengan membaca basmalah, kemudian shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Percaya bahwa Allah maha pemurah sehingga akan mengabulkan doa yang kamu ucapkan.

Iringi doa yang kamu panjatkan dengan ikhtiar. Ketika sakit, iringi doa tersebut dengan melakukan pengobatan kepada dokter. Doa dan ikhtiar merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jadi jangan lupakan ikhtiar ketika sedang memanjatkan doa.

Demikian kisah hidup Nabi Ayyub dan doa-doa memohon kesembuhan dari Allah SWT. Semoga ada manfaatnya.

(JAT)

Tags