Blog Islam Sehari-hari Sholat

Bagaimana Hukum Sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha?

Memahami Hukum Sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha Source: Unsplash
Memahami Hukum Sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha Source: Unsplash

Hukum sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha selalu menjadi topik yang ramai dibahas setiap kali momen besar tersebut datang. Banyak umat Islam, khususnya generasi muda, yang masih bingung apakah mereka harus tetap melaksanakan sholat Jumat setelah paginya menjalankan sholat Id.

Kebingungan ini sebenarnya wajar karena memang ada perbedaan pendapat dari para ulama terkait hal tersebut. Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana tapi tetap berdasarkan dalil yang kuat. Dengan begitu, Anda dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Key Takeaways

  • Sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha tetap harus dilaksanakan oleh sebagian kaum Muslimin. Namun, terdapat rukhsoh atau keringanan bagi orang yang telah melaksanakan sholat Id.

  • Pendapat ulama memang berbeda, tapi semuanya berdasarkan dalil dan hal tersebut sangat bermanfaat untuk memberi pilihan sesuai kondisi setiap Muslim.

  • Muslim dianjurkan agar tetap semangat beribadah, bukan berusaha mencari celah untuk meninggalkan ibadah wajib.

  • Di Indonesia, mayoritas ormas menganjurkan untuk tetap melaksanakan sholat Jumat meskipun menjalankan sholat Idul Adha di pagi harinya.

Hukum Sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha

Dalam Islam, ketika Idul Adha jatuh pada hari Jumat, banyak yang bertanya apakah kewajiban sholat Jumat gugur? Untuk mengetahui hukum sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha, Anda perlu mengikuti dalil yang ada berdasarkan pendapat para ulama.

Terdapat beberapa hadis yang merupakan dasar ulama dalam topik ini. Salah satunya adalah hadis dari Zaid bin Arqam:

 قال: صَلَّى الْعِيْدَ ثُمَّ رَخَصَ فِي الْجُمْعَةِ، فَقَالَ: مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ

Artinya: “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjalankan sholat Id kemudian memberi keringanan (rukhshah) perihal tidak mengikuti shalat Jumat. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian bersabda, siapa yang ingin sholat Jumat, silakan!” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Hakim).

1. Mazhab Syafi’i

Mazhab Syafi’i memiliki pandangan bahwa hukum sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha tetap wajib bagi penduduk tetap atau mukim, meskipun sebelumnya telah melaksanakan sholat Id. Keringanan hanya berlaku bagi para musafir atau penduduk desa yang tempat tinggalnya jauh dari masjid.

2. Mazhab Maliki

Mazhab Maliki juga tegas terkait kewajiban menjalankan ibadah sholat Jumat meskipun bertepatan dengan Hari Raya. Mereka berpandangan bahwa hadis yang berkaitan dengan keringanan ini berlaku terbatas dan tidak sampai menghapus kewajiban utama.

3. Mazhab Hanbali

Mazhab Hanbali memberi keringanan secara lebih luas. Seorang Muslim yang telah melaksanakan sholat Id diperbolehkan untuk tidak mengikuti sholat Jumat. Meski begitu, mereka masih memiliki kewajiban melaksanakan sholat Dzuhur sebagai pengganti.

4. Mazhab Hanafi

Selanjutnya, ada Mazhab Hanafi yang berpandangan bahwa kewajiban sholat Jumat tidak gugur meskipun bersamaan dengan Hari Raya. Meski begitu, pendapat dari setiap mazhab tersebut telah memberi kemudahan bagi setiap Muslim. Perbedaan tidak berarti membingungkan, tapi menunjukkan keluasan rahmat dalam ajaran Islam.

Baca Juga: Ini Amalan Hari Jumat untuk Meningkatkan Ketakwaan

 

Situasi yang Mewajibkan Sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha

Memang ada keringanan terkait sholat Jumat yang bertepatan dengan Hari Raya. Akan tetapi, Anda juga harus memperhatikan beberapa kondisi yang tetap mewajibkan Anda untuk melaksanakan sholat Jumat. Berikut ini penjelasannya.

  • Penduduk tetap (mukim): Jika Anda berada di kota atau daerah yang dekat dengan masjid yang melaksanakan sholat Jumat, maka kewajiban sholat Jumat tidak boleh Anda tinggalkan menurut mayoritas ulama.

  • Tidak menghadiri sholat Id: Jika Anda tidak melaksanakan sholat Id, maka tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat Jumat.

  • Imam dan pengurus masjid: Banyak ulama berpendapat bahwa sholat tetap tetap wajib dan harus diselenggarakan oleh imam maupun pengurus masjid agar orang yang ingin melaksanakannya tetap punya kesempatan.

Anjuran Sholat Jumat di Hari Idul Adha menurut Ulama dan Ormas di Indonesia

Di Indonesia, ulama dan beberapa lembaga telah memberi pandangan hukum sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha dengan cukup tegas namun tetap bijak. Pendapat tersebut hadir untuk memberi kemudahan bagi para kaum Muslim di Indonesia sesuai dengan kondisi masing-masing.

1. Nahdatul Ulama

Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) menjelaskan bahwa kewajiban melaksanakan sholat Jumat tidak gugur bagi Muslim yang sudah memenuhi syarat, khususnya mereka yang tinggal di daerah perkotaan.

2. Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menyatakan bahwa sholat Jumat harus tetap dijalankan, tapi memberi pilihan kepada Muslim yang sebelumnya melaksanakan sholat Id agar menggantinya dengan sholat Dzuhur.

3. MUI (Majelis Ulama Indonesia)

MUI berpendapat bahwa sholat Jumat tetap wajib bagi Muslim yang telah memenuhi syarat. Meski demikian, keringanan boleh diambil untuk orang-orang yang memiliki alasan syar’i.

Berdasarkan beberapa pandangan ini, bisa disimpulkan bahwa meskipun terdapat keringanan, tapi semangat utama adalah tetap menjaga kewajiban ibadah. Apalagi karena menjalankannya akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca Juga: Makna Sholat Berjamaah dan Dapat Mendirikan Sholat Sunah Individu 

Dua Momen, Satu Kesempatan: Jangan Sampai Kehilangan Keduanya

Memahami hukum sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha sangat membantu dalam mengambil keputusan secara tepat dalam beribadah. Perbedaan pandangan sholat Idul Adha di hari Jumat bukan membuat Anda bingung, tapi justru memberi ruang untuk memilih berdasarkan ilmu dan kondisi.

Sebagai generasi yang hidup di masa modern, Anda tetap bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh kesadaran tanpa harus kehilangan identitas. Bahkan, hal sederhana seperti memilih perlengkapan ibadah yang nyaman dapat menjadikan pengalaman ibadah lebih bermakna.

Itulah mengapa banyak anak muda yang mulai mencari sarung dengan sentuhan lifestyle modern seperti produk dari Sarung Mangga. Sarung bukan hanya soal gaya, tapi juga bagaimana Anda bisa tampil percaya diri dan tetap bisa tampil stylish.

Baca Juga: Kenapa Sarung Sholat Harus Cari Yang Terbaik? Simak Penjelasanya

 

FAQ

Apakah setelah sholat Id boleh tidak sholat Jumat?

Hukum sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha adalah tidak wajib menurut sebagian pendapat ulama, tapi tetap dianjurkan melakukan sholat Jumat ketika memungkinkan.

Jika tidak sholat Jumat, apakah wajib menggantinya dengan sholat Dzuhur?

Ya, Anda wajib menggantinya dengan sholat Dzuhur bagi Muslim yang meninggalkan sholat Jumat.

Apakah semua orang mendapat keringanan?

Tidak, keringan umumnya diberikan bagi orang yang sudah melaksanakan sholat Id dan punya alasan syar’i untuk tidak menjalankan sholat Jumat.

Mana yang lebih utama, sholat Jumat atau Id?

Keduanya penting, tapi sholat Jumat tetap dianggap sebagai kewajiban utama bagi Muslim.

Bagaimana cara terbaik untuk menyikapi hukum sholat Jumat di Hari Raya Idul Adha sebagai Muslim?

Ambil pendapat yang paling menenangkan hati, tapi tetap harus berdasarkan ilmu dan tanggung jawab ibadah.

Referensi:

  1. https://lampung.nu.or.id/syiar/shalat-idul-adha-jatuh-pada-hari-jum-at-apakah-tetap-shalat-jumat-33taW

  2. https://rumaysho.com/40055-hukum-shalat-jumat-jika-idulfitri-atau-iduladha-jatuh-pada-hari-jumat.html 

  3. https://www.rumahzakat.org/shalat-idul-adha-di-hari-jumat-apakah-tetap-wajib-jumatan/ 

  4. https://jateng.nu.or.id/keislaman/idul-adha-jatuh-pada-hari-jumat-apakah-masih-wajib-shalat-jumat-YD7Nm 

  5. https://muisulsel.or.id/idul-adha-jatuh-pada-hari-jumat-apakah-wajib-salat-jumat-ini-jawaban-mui-sulsel/ 

  6. https://www.fissilmi-kaffah.com/frontend/artikel/detail_tanyajawab/348 

  7. https://muhammadiyah.or.id/2020/09/shalat-idul-adha-bertepatan-dengan-hari-jumat/ 

Tags