Bagaimana Hukumnya Tidak Sholat Idul Adha? Ini Ketentuannya
Hari Raya Idul Adha identik dengan gema takbir, suasana penuh kebersamaan, dan pelaksanaan sholat Idul Adha. Namun, di tengah momen yang sakral, tidak semua umat Muslim dapat menunaikan sholat Idul Adha karena berbagai kondisi. Lalu, pertanyaannya sekarang, apakah dosa jika tidak sholat Idul Adha?
Key takeaway
Menurut mayoritas ulama, sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkad, namun ada yang mewajibkannya.
Terdapat uzur yang boleh menjadi alasan untuk tidak sholat Idul Adha, seperti sakit, safar (perjalanan), haid/nifas, dan kondisi darurat (bencana dan/atau wabah).
Meninggalkan sholat Id tanpa alasan dapat menyebabkan kehilangan pahala, keberkahan, dan momen kebersamaan umat.
Hukum Tidak Sholat Idul Adha
Apakah sholat Idul Adha wajib? Pertanyaan ini memiliki jawaban yang berbeda di kalangan ulama. Berdasarkan mazhab Hanafi, sholat Id hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, seperti baligh dan tidak memiliki uzur. Jika ditinggalkan tanpa alasan, maka dianggap berdosa.
Sementara itu, mazhab Hambali menyebutkan bahwa hukum sholat Idul Adha adalah fardhu kifayah, yang artinya jika sudah ada sebagian umat Islam yang melaksanakannya, maka kewajiban gugur bagi yang lain.
Namun, mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i dan Maliki berpendapat bahwa sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan untuk dikerjakan, namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Adapun hukum sunnah muakkad ini didukung oleh hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha yang berbunyi:
“Kami diperintahkan untuk keluar pada hari raya, bahkan wanita haid dan gadis pingitan. Wanita haid tetap keluar, namun mereka menjauhi tempat sholat, dan mereka ikut menyaksikan kebaikan serta doa kaum Muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pendapat ini diperkuat oleh hadits dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, yang mana ketika seorang lelaki datang bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang kewajiban dalam Islam. Beliau bersabda:
“Sholat lima waktu dalam sehari semalam.” Lelaki itu bertanya, “Apakah ada kewajiban lain selain itu?”. Beliau menjawab, “Tidak, kecuali jika engkau melakukan yang sunnah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa selain sholat lima waktu, sholat Idul Adha tidak termasuk kewajiban, melainkan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Jadi, Anda diperbolehkan untuk tidak sholat Idul Adha selama ada halangan.
Baca juga: 5 Perbedaan Darah Haid & Istihadhah serta Pengaruhnya pada Ibadah
Siapa yang Boleh Tidak Sholat Idul Adha?
Meski sangat dianjurkan, Islam memberi keringanan bagi beberapa golongan untuk tidak melaksanakannya. Berikut ini beberapa golongan yang boleh tidak sholat Idul Adha.
1. Wanita Haid atau Nifas
Wanita dalam keadaan haid atau nifas tidak boleh melaksanakan sholat, termasuk sholat Id. Namun, mereka tetap dianjurkan hadir untuk menyaksikan khutbah dan merasakan kebaikan hari raya, seperti berdasarkan hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha di atas.
2. Orang Sakit
Orang yang sakit dan tidak mampu hadir, atau jika dipaksakan dapat memperparah kondisinya, diperbolehkan tidak mengikuti sholat Id. Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 286:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Baca juga: Hikmah dan Doa Ketika Sakit
3. Musafir
Sholat Id sebenarnya tidak diwajibkan bagi musafir, sama seperti sholat Jumat. Namun, jika kebetulan Anda sedang berada di suatu tempat yang mengadakan sholat Id, maka sebaiknya ikut bergabung sholat bersama.
4. Anak yang Belum Baligh
Anak-anak yang belum baligh tidak wajib melaksanakan sholat Id, tetapi tetap dianjurkan untuk dilatih agar terbiasa. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud, yang mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat ketika mereka berusia tujuh tahun...” (HR. Abu Dawud)
5. Orang yang Mengalami Kondisi Darurat
Jika terdapat ancaman keselamatan seperti bencana, konflik, atau kondisi berbahaya, maka umat Muslim diperbolehkan untuk tidak sholat Idul Adha. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 195:
“Janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan.”
Dampak Meninggalkan Sholat Idul Adha
Meskipun tidak berdosa, meninggalkan sholat Idul Adha tetap memiliki beberapa dampak buruk. Berikut ini beberapa dampak negatifnya.
Kehilangan pahala dan keutamaan besar karena sholat Idul Adha termasuk ibadah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan.
Jika berpegang pada pendapat yang mewajibkan sholat Idul Adha, maka meninggalkannya tanpa uzur dapat dianggap berdosa.
Kehilangan keberkahan hari raya karena tidak ikut serta dalam momen ibadah Idul Adha yang penuh rahmat dan kebaikan.
Kehilangan kesempatan mempererat ukhuwah karena tidak berkumpul bersama Muslim lainnya untuk sholat.
Kehilangan momen doa bersama yang penuh keberkahan di hari raya Idul Adha.
Berpotensi menjadi kebiasaan kurang baik jika sering ditinggalkan tanpa alasan yang jelas.
Mengurangi semangat dalam menjalankan ibadah lain karena terbiasa meninggalkan amalan yang dianjurkan.
Baca juga: Keajaiban Sholat Merubah Hidup Jadi Lebih Baik Melalui Ketaatan
Sholat Idul Adha Lebih Khusyuk Bersama Sarung Mangga
Mayoritas ulama menilai sholat Idul Adha sebagai sunnah muakkad. Artinya, jika tidak sholat Idul Adha, maka tidak berdosa, namun jika dikerjakan akan mendapatkan keutamaan yang besar. Oleh karena itu, selama tidak ada halangan, sebaiknya Anda tetap menunaikan sholat Id.
Namun, ibadah bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga tentang bagaimana menjalaninya dengan penuh kesiapan, ketenangan, dan rasa nyaman. Salah satu cara sederhana untuk mendukung kekhusyukan adalah dengan mengenakan pakaian yang nyaman saat beribadah, seperti menggunakan Sarung Mangga.
Sarung tenun favorit para santri ini terkenal dengan bahan premiumnya yang lembut dan adem saat digunakan. Tak hanya itu, Sarung Mangga juga hadir dengan beragam motif menarik, mulai dari nuansa batik Nusantara hingga motif klasik yang elegan, sehingga membuat penampilan rapi dan berkelas saat beribadah.
Menariknya lagi, sarung ini dibanderol dengan harga yang terjangkau yaitu mulai dari Rp80.000,00-an. Tertarik? Kunjungi website Bangga Bersarung sekarang dan temukan pilihan sarung favorit Anda!
Baca juga: Cara Menggapai Sholat Khusyuk dan Pikiran Tidak ke Mana-mana
FAQ
Bagaimana jika terlambat sholat Idul Adha?
Anda tetap bisa menggantinya dengan sholat dua rakaat di rumah tanpa khutbah. Tata caranya sama seperti sholat Id, hanya saja tidak disertai khutbah.
Apakah wanita harus ikut sholat Idul Adha?
Sangat dianjurkan, bahkan bagi yang sedang haid sekalipun, untuk mendengarkan khutbah dan merasakan suasana hari raya.
Apa boleh sholat Id di rumah?
Boleh, terutama jika ada uzur atau kondisi tertentu.
Apakah jika Idul Adha tetap sholat jumat?
Ya. Namun, bagi yang telah melaksanakan sholat Id, diperbolehkan tidak sholat Jumat dan menggantinya dengan sholat Dzuhur sebagai bentuk keringanan (rukhsah).
Referensi:
https://www.dompetdhuafa.org/hukum-sholat-idul-adha-dan-keutamaannya/
https://almanhaj.or.id/327-hukum-sholat-ied-wajib-atau-sunnah.html
https://rumah-yatim.org/artikel/apa-yang-dilakukan-jika-terlambat-sholat-idul-adha-ini-panduannya
https://www.rumahzakat.org/hukum-sholat-ied-idul-adha-di-rumah/
https://muslimah.or.id/67-adzab-dan-dosa-meninggalkan-sholat.html