Sholat Pakai Sarung Tanpa Celana Dalam, Bolehkah?
Salah satu syarat sah sholat adalah menutup aurat. Bagi laki-laki, aurat yang wajib ditutupi adalah area pusar hingga lutut. Selama aurat tersebut terjaga, sholatnya akan sah. Namun, bagaimana jika sholat pakai sarung tanpa celana dalam?
Fungsi celana dalam adalah untuk menutupi area kemaluan yang terhitung sebagai aurat. Ketika bagian luar tubuh telah tertutupi kain sarung, orang-orang bingung apakah boleh tetap tidak memakai celana dalam. Untuk menjawab persoalan ini, simak pembahasan artikel berikut sampai tuntas.
Key takeaways
Sholat pakai sarung tanpa celana dalam hukumnya tetap sah selama kain sarung telah sempurna menutup aurat wajib laki-laki, antara pusar hingga lutut.
Jika mampu, ganti sarung sholat yang sudah banyak berlubang atau kotor sebagai bentuk adab berpakaian saat menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Tips memilih sarung yang bagus adalah dengan memperhatikan bahan, desain, dan ukurannya.
Apakah Boleh Shalat Tidak Memakai Celana Dalam?
Hukum sholat pakai sarung tanpa celana dalam adalah boleh alias tetap sah. Hal ini karena celana dalam tidak memengaruhi syarat sah sholat sebab auratnya telah tertutup dengan kain sarung yang terbalut di badan.
Terlebih, jika ada alasan kuat untuk tidak mengenakan celana dalam. Misalnya, khawatir terdapat najis dari bekas buang air besar atau kecil sehingga memutuskan melepasnya supaya kesucian wudhunya tetap terjaga.
Selain itu, jika Anda merasa lebih khusyuk sholat saat melepas celana dalam. Alasan ini juga diperbolehkan karena dianjurkan untuk menyingkirkan segala gangguan yang memengaruhi konsentrasi saat sholat. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:
مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ
Artinya: “Tidaklah seorang Muslim mendapati shalat wajib, kemudian dia menyempurnakan wudhu, khusyuk dan rukuknya, kecuali akan menjadi penghapus bagi dosa-dosanya yang telah lalu, selama tidak melakukan dosa besar; dan ini untuk sepanjang masa.” (HR Muslim)
Kapan Sholat dengan Sarung Bisa Menjadi Bermasalah?
Sebagai pakaian ibadah utama yang sering kaum laki-laki gunakan untuk mendirikan sholat fardhu maupun sunnah, berikut adalah beberapa kondisi yang membuat sarung Anda menjadi bermasalah.
1. Banyak Lubang
Mengutip NU Online, ulama Mazhab Hanbali sepakat bahwa menutup aurat merupakan syarat sah sholat, tetapi aurat yang sedikit tampak tidak membatalkan sholat. Hal ini berdasarkan riwayat Abu Dawud dari Amr bin Salamah yang terbuka selendangnya karena terlalu pendek saat sujud.
Namun, jika aurat yang tampak besar, sholatnya bisa batal. Itulah mengapa Anda perlu waspada terhadap sarung yang punya banyak lubang. Lebih baik menggantinya dengan sarung yang baru untuk menghilangkan kebimbangan sah tidaknya sholat karena auratnya tertutup rapat.
2. Kotor atau Jarang Dicuci
Sholat adalah waktu bagi seorang hamba menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka dari itu, setiap Muslim dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik saat sholat yang bukan sekadar menutup aurat, tetapi juga bersih dan memperindah penampilan.
Jika sarung terkena kotoran meski tidak najis, atau tercium bau yang mengganggu jamaah lain karena jarang dicuci, itu juga menyalahi adab berpakaian. Apalagi, jika Anda sebenarnya mampu tampil dalam kondisi yang lebih baik.
Cara Memakai Sarung yang Nyaman
Supaya Anda bisa khusyuk sholat tanpa harus mengkhawatirkan sarung melorot atau longgar, simak beberapa saran pemakaiannya berikut ini.
1. Pakai Dalaman
Langkah pertama adalah memakai dalaman, baik itu celana dalam atau celana pendek. Namun, sholat pakai sarung tanpa celana dalam juga boleh-boleh saja. Jadi, Anda bisa mengaturnya sesuai preferensi.
2. Perhatikan Corak dan Jahitan Sarung
Pada jenis sarung yang memiliki corak berbeda, posisikan agar coraknya berada tepat di bagian belakang. Kemudian, pastikan jahitan pada kain sarung telah Anda geser ke arah kiri dan kanan. Lalu, lipat salah satu sisi sarung ke tengah badan secara bergantian.
3. Periksa Kemiringan Bagian Bawah Sarung
Sebelum menggulung lipatan bagian atas sarung, periksa apakah bagian bawah sudah presisi. Terkadang, detail ini sering terlewatkan karena langsung menggulung lipatan sehingga berakhir mengenakan sarung yang miring sebelah.
4. Mengencangkan Sarung
Terakhir, gulung lipatan yang sudah rapi tadi dengan kencang untuk mencegah sarung melorot. Pastikan lipatan depan dan belakang sudah sejajar. Bila perlu, tambahkan ikat pinggang di bawah lipatan sarung untuk keamanan anti-melorot yang lebih optimal.
Baca Juga: Inilah Tips Memakai Sarung yang Rapi dan Nyaman
Tips Memilih Sarung untuk Beribadah
Supaya ibadah lebih nyaman, pilih sarung yang berkualitas agar Anda betah memakainya dalam waktu lama. Pertimbangkan beberapa tips di bawah ini ketika memilih sarung.
1. Bahan Sarung
Jika Anda ingin bahan sarung yang nyaman dan mudah menyerap keringat, pilih yang berbahan dasar kain katun. Namun, jika Anda lebih mengutamakan bahan yang halus dan indah, pilih kain sutra.
2. Desain atau Corak
Bagi Anda yang ingin tampil stylish dan percaya diri saat beribadah, kini banyak sarung sholat yang memiliki desain estetik. Usahakan memilih desain yang trendi tetapi minimalis agar tidak mendistraksi pandangan jamaah lain.
3. Ukuran Sarung
Setiap orang memiliki postur tubuh yang berbeda. Sebelum membeli, pastikan Anda telah mengecek apakah ukuran sarung sudah sesuai dengan ukuran tubuh. Pasalnya, sarung yang kekecilan atau kebesaran bisa terasa tidak nyaman.
Pakai Pakaian Terbaik saat Menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Saat bertemu dengan orang penting seperti atasan atau kekasih, Anda selalu malu jika tidak memakai pakaian yang pantas. Sementara saat menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Anda justru berpakaian ala kadarnya.
Hal ini semestinya menjadi bahan renungan untuk memakai pakaian terbaik saat menghadap-Nya. Termasuk mempertimbangkan sholat pakai sarung tanpa celana dalam.
Bagi Anda yang ingin tahu tempat membeli sarung berkualitas, Sarung Mangga menjual sarung tenun premium dengan motif khas nusantara. Desainnya menawan dengan paduan warna yang berani untuk memenuhi selera Gen Z. Jadikan waktu ibadah Anda lebih nyaman dengan sarung pilihan.
FAQ
Bagaimana adab berpakaian saat sholat?
Menutup aurat, bahannya bersih, dan memperindah tampilan.
Sarung seperti apa yang nyaman untuk sholat?
Bahannya menyerap keringat dan lembut di kulit.
Jika celana dalam terkena bekas pipis, bolehkah sholat pakai sarung tanpa celana dalam?
Boleh, justru lebih bagus menyingkirkan pakaian yang mengandung najis.
Kenapa harus memperhatikan sarung untuk ibadah?
Karena saat sholat menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tiada kedudukan lebih tinggi dari-Nya. Jadi, sudah semestinya hambanya datang dengan pakaian yang pantas.
Referensi:
https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ubudiyah/hukum-tidak-memakai-celana-dalam-saat-shalat/
https://bimbinganislam.com/sholat-tanpa-memakai-celana-dalam-sah/
https://muslim.or.id/55737-memakai-pakaian-terbaik-ketika-shalat-bag-1.html
https://nu.or.id/bahtsul-masail/hukum-shalat-dengan-sarung-atau-celana-sedikit-bolong-ozH1T