Blog Islam Sehari-hari Alquran dan Hadist

Pahami Arti Bid’ah dalam Islam agar Tidak Salah Menyikapi

Apa Arti Bid’ah dalam Islam dan Hukumnya? Source: Magnific
Apa Arti Bid’ah dalam Islam dan Hukumnya? Source: Magnific

Pembahasan tentang arti bid’ah menjadi penting karena istilah ini sering muncul dalam berbagai diskusi keislaman. Sejumlah kajian menjelaskan bahwa bid’ah berkaitan dengan sesuatu yang diadakan tanpa contoh sebelumnya, terutama ketika dikaitkan dengan urusan agama dan ibadah. Lantas, apa saja arti, jenis, dan contoh bid’ah?

Key Takeaways

  • Arti bid’ah dalam syariat merujuk pada perkara baru dalam agama yang tidak memiliki landasan Al-Qur’an, sunnah, maupun dalil syar’i yang sah.

  • Para ulama membedakan pembahasan bid’ah pada ranah ibadah dan keyakinan, sehingga tidak semua hal baru dalam kehidupan dunia termasuk bid’ah.

  • Sebelum mengamalkan suatu ibadah, periksa dalil dan tuntunannya agar ibadah yang dilakukan sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

  • Memahami pembagian dan batasan bid’ah dapat menjaga persatuan umat serta menghindari sikap mudah menyalahkan sesama Muslim.

Arti Bid’ah Berdasarkan Al-Qur’an, Hadits, dan Pandangan Ulama

Pembahasan arti bid’ah sering muncul di tengah umat Islam. Mengutip UIN Jakarta, istilah ini kerap menjadi bahan perdebatan sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan pandangan di masyarakat. Karena itu, penting untuk melihat maknanya berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan para ulama.

1. Arti Bid’ah secara Bahasa

Menurut sejumlah ulama dalam beberapa kajian syariat, kata bid’ah berasal dari bahasa Arab yang bermakna menciptakan atau mengadakan sesuatu yang sebelumnya belum ada contoh. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 177:

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

Badī‘us-samāwāti wal-arḍi.

Artinya: “Allah menciptakan langit dan bumi.”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahqaf ayat 9:

قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ

Qul mā kuntu bid’an minar-rusul(i).

Artinya: “Katakanlah: ‘Aku bukanlah yang membuat bid’ah di antara rasul-rasul’.”

2. Arti Bid'ah dalam Istilah Syariat

Menurut Imam Asy-Syatibi, bid’ah merupakan suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat dan menyerupai syariat dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, padahal tidak memiliki landasan dalam asal maupun tata cara yang sah sesuai syariat.

Menurut Jurnal Ilmu Kewahyuan, para ulama sepakat bahwa bid’ah mencakup berbagai hal baru yang muncul. Namun, dalam pembahasan syariat, sebagian ulama mengkhususkan bid’ah pada perkara agama, terutama yang berkaitan dengan ibadah dan keyakinan.

Majelis Tarjih Muhammadiyah mengemukakan bahwa bid’ah adalah perkataan atau perbuatan baru yang dianggap sebagai ibadah ritual tanpa adanya perintah maupun contoh dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena itu, urusan dunia seperti teknologi, alat komunikasi, transportasi, maupun administrasi tidak masuk dalam pembahasan bid’ah syariat.

3. Hadits tentang Arti Bid’ah

Dalam pembahasan agama, para ulama sering menjadikan hadits berikut sebagai landasan utama:

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. ( رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ) 

Artinya: “Dari Ummul Mu’minin dan Ummu Abdillah, Aisyah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama), kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka ia tertolak.”

Hadits tentang bid’ah ini menjelaskan bahwa amalan yang dianggap bagian dari agama padahal tidak memiliki dasar syariat akan tertolak. Selain itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda:

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Kullu bid'atin ḍalālah.

Artinya: “Setiap bid’ah adalah kesesatan.”

Karena itu, pembahasan bid’ah selalu berkaitan erat dengan ada atau tidaknya landasan syariat dalam suatu amalan.

Baca Juga: Mengenal Hukum Kafalah Menurut Dalil Islam

Macam Bid’ah

Penjelasan arti bid’ah menjadi lebih tergambar ketika melihat pembagian yang dijelaskan para ulama. Berikut ini penjelasannya.

1. Bid’ah dalam Keyakinan dan Perkataan

Menurut Jurnal IslamHouse, jenis pertama adalah bid’ah qauliyyah i’tiqadiyyah, atau penyimpangan yang berkaitan dengan keyakinan dan ucapan. Contohnya berupa keyakinan yang menyelisihi ajaran Islam sebagaimana ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

2. Bid’ah dalam Ibadah

Bid’ah pada ibadah terbagi menjadi beberapa bentuk, di antaranya adalah:

  • Mengadakan Ibadah Baru: Seseorang membuat bentuk ibadah yang tidak memiliki dasar syariat, padahal menganggapnya sebagai bagian dari agama.

  • Menambah Bentuk Ibadah yang Sudah Ada: Contohnya menambah jumlah rakaat pada sholat.

  • Mengubah Tata Cara Ibadah: Bentuk ini muncul ketika seseorang melakukan ibadah dengan tata cara tertentu yang tidak pernah diajarkan dalam syariat.

  • Mengkhususkan Waktu Tertentu Tanpa Dalil: Misalnya mengkhususkan waktu tertentu untuk ibadah tertentu tanpa adanya dalil yang menetapkannya.

3. Pembagian Bid’ah Menurut Sebagian Ulama

Menurut Kemenag Purbalingga yang mengutip pendapat Syaikh Ibnu Abdissalam, jenis bid’ah dapat dibagi menjadi lima kategori, yaitu:

  • Bid’ah wajibah, seperti pembukuan Al-Qur’an dan mempelajari ilmu yang dibutuhkan untuk memahami syariat.

  • Bid’ah muharramah, yaitu perkara yang bertentangan dengan ajaran agama.

  • Bid’ah mandubah, seperti pembangunan lembaga pendidikan Islam.

  • Bid’ah makruhah, misalnya hiasan masjid yang tidak berkaitan dengan dakwah.

  • Bid’ah mubahah, yaitu perkara yang bersifat boleh dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembahasan ini muncul istilah bid’ah hasanah adalah perkara baru yang dinilai tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits menurut sebagian ulama.

Imam Syafi’i membagi bid’ah menjadi bid’ah mahmudah (terpuji) dan bid’ah madzmumah (tercela). Sementara sebagian ulama lain memilih menggunakan definisi yang lebih sempit sehingga hanya memasukkan perkara yang menyelisihi syariat.

Baca Juga: Hukum Mengucapkan Natal Bagi Seorang Muslim

Contoh Praktik Bid’ah dalam Masyarakat

Berbagai literatur pun menjelaskan sejumlah contoh yang sering dibahas dalam kajian bid’ah. Menurut Syaikh Shalih Al-Fauzan, beberapa contoh yang sering disebut bid’ah antara lain:

  • Menambah jumlah rakaat sholat.

  • Membuat tata cara dzikir tertentu yang tidak memiliki landasan syariat.

  • Mengkhususkan ibadah pada waktu tertentu tanpa dalil.

  • Melafalkan niat dalam ibadah sebagai bagian dari ritual yang dianggap wajib.

  • Dzikir berjamaah dengan tata cara tertentu yang dianggap bagian dari ibadah.

Beberapa ulama juga memasukkan perbuatan berikut ke dalam pembahasan bid’ah:

  • Mengambil berkah dari tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat.

  • Mengharapkan keberkahan dari benda peninggalan tertentu.

  • Menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.

  • Meminta pertolongan kepada penghuni kubur.

Baca Juga: Pro-Kontra Hukum Asuransi Menurut Islam

Sikapi Bid’ah dalam Kehidupan Sehari-hari dengan Bijak

Memahami arti bid’ah membantu umat Islam membedakan antara perkara agama yang memiliki landasan syariat dengan amalan yang tidak memiliki tuntunan jelas. Hasilnya, setiap Muslim dapat beribadah dengan lebih tenang serta menghindari perdebatan yang tidak membawa manfaat.

Sebagai generasi yang hidup di era serba cepat, penampilan yang rapi dan sopan saat menghadiri kajian, mengaji, atau menjalankan ibadah sehari-hari juga menjadi bentuk penghormatan terhadap ilmu yang dipelajari. Karena itu, banyak orang mulai melirik sarung tradisional dengan sentuhan modern yang nyaman digunakan.

Jika Anda sedang mencari sarung yang mengangkat nilai budaya Nusantara dengan desain yang menarik, Sarung Mangga layak masuk daftar pilihan. Motifnya terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia, berpadu dengan warna berkarakter sehingga cocok dipakai saat beribadah, menghadiri majelis ilmu, maupun aktivitas yang tetap menjunjung adab dan nilai-nilai Islam.

FAQ

Apakah bid’ah itu haram?

Dalam pembahasan ulama, hukum bid’ah dipahami dengan beberapa pendekatan. Sebagian ulama membaginya ke dalam lima hukum syariat, sementara ulama lain memandang bid’ah dalam urusan ibadah sebagai perkara yang terlarang.

Apakah HP termasuk bid’ah?

HP merupakan bagian dari perkembangan teknologi dan urusan duniawi, sehingga tidak termasuk bid’ah dalam pengertian syariat yang berkaitan dengan ibadah.

Apakah bid’ah bisa disebut sesat?

Hadits menyebutkan bahwa setiap bid’ah adalah kesesatan. Namun, para ulama memiliki perbedaan penjelasan dalam menerapkan makna hadits tersebut pada berbagai perkara yang muncul setelah masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Bagaimana cara membedakan bid’ah dan sunnah?

Sunnah bersumber dari ajaran, perbuatan, atau ketetapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sedangkan bid’ah merujuk pada perkara baru dalam agama yang tidak memiliki dasar atau tuntunan syariat.


Sumber:

  1. https://share.google/xwuzEqXFKMv6O1itr 

  2. https://almanhaj.or.id/439-pengertian-bidah-macam-macam-bidah-dan-hukum-hukumnya.html 

  3. https://muslim.or.id/334-bidah-dalam-timbangan-islam.html 

  4. https://konsultasisyariah.com/39462-definisi-bidah-dan-beberapa-contohnya.html 

  5. https://rumaysho.com/885-mengenal-bidah-diawali-dengan-memahami-definisi-bidah.html 

  6. https://muslim.or.id/82851-10-bahaya-bidah-dalam-agama.html

  7. https://rumaysho.com/35214-ini-yang-harus-dipahami-para-ulama-berbeda-pendapat-dalam-pengertian-bidah.html 

  8. https://d1.islamhouse.com/data/id/ih_books/single/id_Bidah_Pengertian_Macam_dan_Hukumnya.pdf 

  9. https://repository.uin-suska.ac.id/27085/1/Buku%20Tunjuk%20Ajar%20Bid%27ah.pdf 

  10. https://almanhaj.or.id/539-beberapa-contoh-bidah-masa-kini.html 

  11. https://uinjkt.ac.id/index.php/id/bidah 

  12. https://purbalingga.kemenag.go.id/mutiara-hadis-edisi-07-memahami-bid-39-ah/ 

  13. https://muhammadiyah.or.id/2025/04/mengenal-bidah-dalam-pandangan-muhammadiyah/ 

  14. https://lampung.nu.or.id/syiar/penjelasan-lengkap-tentang-bid-ah-dalam-islam-tidak-semua-bid-ah-sesat-fQJUR 

Tags