Blog Islam Sehari-hari Doa

Bacaan Doa Penutup Acara dalam Islam untuk Menjaga Keberkahannya

Bacaan Doa Penutup Acara untuk Menjaga Keberkahan Source: Freepik
Bacaan Doa Penutup Acara untuk Menjaga Keberkahan Source: Freepik

Ketika menghadiri pertemuan tertentu seperti majelis ilmu, pengajian, dan diskusi, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa penutup acara atau kafaratul majelis. Waktu membaca doa ini bisa setelah acara berakhir, sebelum kemudian para hadirin bubar kembali ke aktivitasnya masing-masing. 

Perlu diingat bahwa pembacaan doa ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan sebagai upaya untuk menutup acara dengan penuh keberkahan. Apalagi, jika sejak awal acara telah dibuka dengan salam dan basmalah, sebaiknya saat acara selesai pun tidak luput menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala

Key takeaways:

  • Umat muslim sebaiknya membaca doa penutup acara sebagai bentuk refleksi atas kekhilafan yang mungkin dilakukan. 

  • Manfaat membaca doa ini yaitu sebagai penebus kesalahan selama acara serta memastikan acara ditutup dengan penuh keberkahan.

Pentingnya Doa Penutup dalam Setiap Acara

Pada pertemuan banyak orang dalam suatu acara, masing-masing bisa saling bertukar pendapat terkait topik tertentu. Namun, yang namanya manusia pasti tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Misalnya, tanpa sadar membicarakan aib orang lain, bergosip, pamer, atau bercanda berlebihan hingga melenceng dari topik utama.

Baca Juga: 7 Bahaya Ghibah dan Namimah untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

Menjaga lisan ketika berkumpul dengan banyak orang memang tantangan yang berat. Itulah mengapa seseorang hendaknya berpikir terlebih dahulu sebelum berucap apakah ucapannya akan mendatangkan mudharat atau tidak. Jika seandainya perkataannya hanya membawa mudharat, sebaiknya orang tersebut diam.

Hal ini sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengingat sepanjang acara tidak mungkin mengontrol tindak tanduk semua orang, menutup acara dengan doa bisa menjadi jalan memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas setiap perbuatan yang khilaf. Dengan begitu, seorang muslim tidak akan merugi dan menyesal, seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidaklah suatu kaum duduk dalam satu majelis yang mana mereka lalai dari mengingat Allah di dalamnya dan tidak berselawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kecuali kerugian dan penyesalan akan menimpa mereka di hari kiamat. Jika Allah berkehendak, maka Allah akan azab mereka. Dan jika Allah berkehendak, maka Allah akan ampuni mereka.” (HR. At-Tirmidzi no. 3380)

Inilah yang kemudian menjadikan doa penutup acara penting agar keberkahan acara senantiasa terjaga, serta setiap muslim tidak tenggelam dengan urusan dunia hingga lalai dari perkara akhirat. 

Baca Juga: Memahami Keutamaan dan Hadist Menuntut Ilmu

Bacaan Doa Penutup Acara Lengkap

Terdapat dua bacaan doa penutup acara lengkap dari hadis. Pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bagi siapa saja yang banyak bersenda gurau, sebaiknya mengucapkan doa berikut sebelum bangkit dari majelisnya agar mendapat ampunan atas dosa-dosanya selama di sana. 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنْتَ ، أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ 

Subhanaka allahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik 

“Maha Suci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, no. 3433)

Kemudian, pada riwayat lain, dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, ketika akan bangun dari majelis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan doa ini:

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا ، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بأسْمَاعِنا ، وَأَبْصَارِنَا ، وقُوَّتِنَا مَا أحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوارثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Allohummaqsim lanaa min khosy-yatika maa tahuulu bihi baynanaa wa bayna ma’aashik, wa min thoo’atika maa tuballighunaa bihi jannatak, wa minal yaqiini maa tuhawwinu ‘alaynaa mashoo-ibad dunyaa. 

Allohumma matti’na bi asmaa’inaa wa ab-shorinaa, wa quwwatinaa maa ahyaytanaa, waj’alhul waaritsa minnaa, waj’al tsa’ronaa ‘ala man zholamanaa, wan-shurnaa ‘alaa man ‘aadaanaaa, wa laa taj’al mushibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunyaa akbaro hamminaa, wa laa mab-lagho ‘ilminaa, wa laa tusallith ‘alaynaa mallaa yarhamunaa.

“Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu sebagai penghalang untuk bermaksiat kepada-Mu, ketaatan kami kepada-Mu sebagai jalan yang menyampaikan kami ke surga-Mu, dan keyakinan kami kepada-Mu sebagai penenang bagi kami atas musibah dunia yang menimpa. 

Ya Allah, berikanlah kenikmatan pada pendengaran kami, penglihatan kami, dan kekuatan pada kami selama Engkau memberikan kehidupan bagi kami, dan jadikanlah kenikmatan tersebut terus-menerus bagi kami. 

Balaskanlah dendam kami terhadap orang-orang yang telah menzalimi kami, menangkanlah kami atas orang-orang yang memusuhi kami, janganlah Engkau menjadikan musibah pada kami menimpa agama kami, dan janganlah Engkau menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesar bagi kami, tidak menjadi tujuan ilmu kami, dan janganlah Engkau memberikan kekuasaan atas kami kepada orang yang tidak menyayangi kami [orang kafir, munafik, fasik dan zalim, pen.].” (HR. Tirmidzi, menurutnya hadis ini hasan). [HR. Tirmidzi, 3502. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini shahih]

Adab dan Etika Membaca Doa Penutup Acara

Adab ketika membaca doa penutup acara yaitu dengan mengakui dosa-dosa yang diperbuat. Jangan membuat dalih untuk menjustifikasi kebenaran. Sebaiknya, akui bahwa dalam bertutur kata, manusia memang bisa salah sehingga perlu memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Selain itu, hendaknya bersungguh-sungguh saat berdoa dan bukan sekadar formalitas belaka. Jaga pula etika saat orang yang memimpin doa berbicara, dengan tidak asyik sendiri atau bergurau dengan orang lain. Tunjukkan bentuk penghormatan dan ketulusan dalam berdoa guna meraih keberkahan-Nya.

Hikmah Membaca Doa Penutup Acara dalam Islam

Bagi setiap muslim yang membaca doa ini sebelum berdiri bubar dari acara, maka akan mendapatkan hikmah besar berupa penebus kekurangan dalam bermajelis. 

Pasalnya, suatu acara sebaiknya berisi hal-hal yang berfaedah dan meminimalisir perkataan yang sia-sia untuk menjaga nilainya. Namun, untuk mengantisipasi perbuatan khilaf selama acara, membaca doa penutup dapat menjadi penebusnya. Hal ini seperti salah satu bunyi hadis berikut.

Ada seseorang yang berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu perkataan selama hidupmu.” Beliau bersabda, “Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis.” (HR. Abu Daud, no. 4857; Ahmad, 4: 425)

Baca Juga: 7 Sunnah Rasul yang Perlu Diikuti agar Bahagia Dunia Akhirat

Mulai Membiasakan Diri Membaca Doa Penutup Acara

Biasakan untuk meluangkan waktu sejenak membaca doa penutup sebelum berdiri pergi dari suatu acara. Membacanya tidak akan membuatmu rugi waktu, tetapi justru mendapat keberkahan karena mengakhiri acara dengan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala

Bagi kamu yang ingin menghadap Allah subhanahu wa ta’ala dengan keadaan percaya diri, gunakan pakaian ibadah yang bagus, misalnya Sarung Mangga sebagai pakaian salat. Terbuat dari bahan rayon yang adem dan ada banyak pilihan motif sarung yang maskulin mengikuti selera anak muda zaman sekarang. Cek katalog Sarung Mangga untuk informasi lebih banyak!

FAQ

1. Apakah membaca doa penutup acara hanya untuk pengajian?

Tidak, doa penutup ini bisa untuk acara umum lainnya seperti rapat atau arisan. 

2. Mengapa umat muslim perlu membaca doa setelah usai acara?

Karena termasuk ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sebagai penebusan jika ada perkataan yang sia-sia. 

3. Bagaimana bacaan doa selesai acara?

Salah satu doa yang sering dipakai adalah: Subhanaka allahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

4. Doa penutup acara ada apa saja?

Ada yang versi singkat dan panjang, bebas memilih yang mana.

Referensi:

https://rumaysho.com/17134-doa-kafaratul-majelis.html

https://rumaysho.com/13241-keutamaan-doa-kafaratul-majelis.html

https://muslim.or.id/78779-doa-zikir-penutup-majelis.html

https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/alasan-dianjurkan-membaca-doa-kafaratul-majelis-di-akhir-pertemuan/

https://wakalahmu.com/artikel/dunia-islam/doa-penutup-kafaratul-majelis-dan-artinya

https://alamisharia.co.id/blogs/doa-kafaratul-majelis/

https://bimbinganislam.com/seberapa-pentingkah-doa-kafaratul-majelis/

https://almanhaj.or.id/3197-menjaga-lisan-agar-selalu-berbicara-baik.html 

Tags