Blog Kisah - kisah Nabi dan Rosul

Kisah Nabi Musa dan Mukjizat yang Diterimanya

Ilustrasi Nabi Musa membelah laut merah atas izin Allah SWT. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Nabi Musa membelah laut merah atas izin Allah SWT. (Foto: Istimewa)

Nabi Musa AS merupakan nabi yang diutus Allah SWT kekejaman dan kezaliman Raja Firaun saat berkuasa. Nabi Musa AS merupakan nabi ke-14 dalam silsilah 25 nabi yang wajib kita imani.

Seperti para nabi lainnya, Nabi Musa AS juga dikaruniai beberapa mukjizat untuk menghadapi rintangan dalam menyebarkan ajaran dan keesaan Allah SWT. Termasuk fitnah dan kezaliman Raja Fir’aun.

Kesabaran serta keteguhan hati Nabi Musa AS dalam menghadapi raja zalim ini menjadikan beliau termasuk Nabi dan Rasul Ulul Azmi. Kata ulul azmi berasal dari dua kata, yakni ulul dan azmi. Arti dari kata ulu atau uli adalah memiliki, sedangkan azmi berarti tekad atau keteguhan hati yang kuat.

Berikut ini kisah Nabi Musa AS seperti yang disebutkan dalam Alqur’an dan hadits Rasulullah SAW.

Seperti diriwayatkan para sahabat, bahwa kisah Nabi Musa AS diawali dari mimpi Fir’aun yang melihat api datang dari arah Baitul Maqdis. Api itu membakar daerah kekuasan Fir’aun di Mesir. Namun api itu tidak membahayakan bagi kalangan Bani Israil.

Mimpi itu pun membuat Fir’aun terbangun. Dengan penuh rasa penasaran, Fir’aun mengumpulkan para peramal dan tukang sihir untuk menafsirkan mimpinya.

Sebagian besar dari mereka mengatakan jika akan lahir seorang anak laki-laki dari kalangan bani Israil yang dapat menghancurkan kekuasaan Firaun. Sejak saat itu, Firaun memerintahkan bala tentaranya untuk menangkap dan membunuh bayi yang baru lahir dari kalangan bani Israil tanpa terkecuali.

Seiring berjalannya waktu, seorang peramal mendatangi Firaun dan mengatakan jika segera lahir anak laki-laki yang akan menghancurkan kekuasaannya. Mendengar kabar tersebut, raja zalim itu memerintahkan pasukannya untuk melakukan pencarian lebih detail di kalangan Bani Israil.

Nabi Musa AS terlahir dari pasangan Imran dan Yukabad dalam kitab Injil, Yokhebed dalam Taurat. Keduanya tentu tidak ingin anaknya dibunuh, maka saat akan melahirkan, ayah Musa membawa ibunya ke gua agar tak bisa ditemukan oleh para prajurit kerajaan.

Setelah kelahirannya, Yukabad dilanda kebingungan karena tak ingin putranya itu terus disembuyikan di dalam gua. Saat itulah Allah SWT memberikan ilham kepada ibu Nabi Musa untuk memasukkannya ke dalam peti dan menghanyutkan sang buah hati ke Sungai Nil.

Saat itu keajaiban terjadi, bayi Musa ditemukan oleh putri Raja Firaun. Hal itu diketahui karena selama perjalanan peti itu di Sungai Nil, kakak Musa diperintahkan untuk mengikuti ke mana air membawa Musa. Kemudian, setelah dibuka oleh istri Firaun bernama Asiyah, didapati bayi mungil Musa.

Merasa iba, akhirnya Asiyah memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak. Niat itu sempat ditolak oleh Firaun, tapi pada akhirnya diterima. Istri Firaun pun mencari inang pengasuh untuk menyusui Musa hingga cukup usia.

Ketika informasi ini didengar oleh kakak kandungnya, kabar itu pun disampaikan kepada sang ibu. Singkat cerita, ibunya terpilih untuk menyusui bayi Musa.

Kisah kelahiran Nabi Musa AS ini diabadikan Allah SWT dalam surat Al-Qasas 7-13:

“Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, “Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.” (QS. Al-Qasas: 7)

“Maka dia dipungut oleh keluarga Fir‘aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sungguh, Fir‘aun dan Haman bersama bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. (QS. Al-Qasas: 8)

“Dan istri Fir‘aun berkata, “(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak,” sedang mereka tidak menyadari. (QS. Al-Qasas: 9)

“Dan Hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah). (QS. Al-Qasas: 10)

“Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, “Ikutilah dia (Musa).” Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya. (QS. Al-Qasas: 11)

“Dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudaranya Musa), “Maukah aku tunjukkan kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?” (QS. Al-Qasas: 12)

“Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati, dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya. (QS. Al-Qasas: 13)

Al-Quran Surat Al-Qasas dari ayat 7 sampai 13 dijelaskan tentang ibu nabi Musa Alaihissalam, dihanyutkannya nabi Musa ke sungai Nil, dipeliharanya Nabi Musa oleh keluarga Firaun, hingga kembalinya nabi Musa kepangkuan Ibunya sebagaimana janji Allah SWT.

Pukul Pasukan Firaun Hingga Tewas

Kemudian, saat memasuki usia anak-anak hingga remaja, Musa dididik sebagaimana anak raja pada umumnya. Suau ketika, ketika ia berjalan-jalan ke kota dan mendapati dua orang sedang bertengkar, satu pihak dari bani Israil dan satu lagi pengikut setia Firaun.

Musa pun turun tangan dan memukul pasukan Firaun itu sampai meninggal. Karena ketakutan akan mendapatkan hukuman dari sang ayah angkat, Musa pun lari ke Mesir, menuju arah Madyan.

Saat di perjalanan, Musa bertemu dengan sekelompok orang yang sedang berebut air sumur untuk memberikan minum ternak mereka. Di sisi lain, ada dua perempuan berdiri di sekitarnya saja. Salah satu dari dua perempuan itulah, Shafura, yang kemudian menjadi istri Musa.

Turunnya Wahyu Pertama

Setelah menikah dengan Shafura, Musa dan istri memutuskan untuk pergi ke Mesir. Sesampainya di bukit Tursina, ia melihat cahaya memancar. Rasa penasaran membuat Musa mendekatinya.

Setibanya di dekat cahaya, Musa pun mendengar suara yang menyebut Musa sebagai nabi Allah SWT. Kemudian, ia meminta saudaranya, yakni Harun juga mendapatkan wahyu untuk membantunya dalam berdakwah.

Dengan bekal wahyu itulah, Musa dan Harun berangkat menuju istana untuk menunjukkan jalan kebenaran. Alih-alih diterima, Firaun menolak ajakan Musa dan meminta bukti kekuasan Allah SWT.

Awalnya, Firaun menyuruh ahli sihir melemparkan tali dan menjadi ular. Musa pun diperintahkan Allah SWT untuk melemparkan tongkatnya. Tongkat itu kemudian berubah menjadi ular yang memakan ciptaan penyihir itu.

Kejadian itu tak membuat Firaun beriman kepada Allah SWT. Ia tetap ingkar, marah dan memfitnah Musa AS sebagai penyihir licik yang berbahaya.

Singkat cerita, Firaun terus memerangi Musa AS dalam berdakwah. Hingga Musa dan pengikutnya pun dikejar-kejar oleh pasukan Firaun hingga ke tepi laut merah. Di sanalah kejadian tragis yang merenggut nyawa Firaun terjadi.

Mukjizat Nabi Musa AS

Kitab Taurat

Mukjizat Nabi Musa AS paling utama yakni kitab suci Taurat yang diturunkan kepada kaumnya Bani Israil sebagai pedoman.

Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya. (QS. Al-An’am: 154)

Membelah Laut Merah

Mukjizat Nabi Musa AS berikutnya adalah membelah laut Merah dengan tongkatnya atas izin Allah SWT. Peristiwa itu terjadi kala Nabi Musa AS dan para pengikutnya yang telah beriman kepada Allah SWT dikejar Fir’aun dan bala tentaranya hingga Musa terjepit di tepi laut.

Kemudian Musa diperintahkan Allah SWT untuk memukulkan tongkatnya ke lautan hingga terbelah dan dijadikan sebagai jalan untuk lari dari kejaran Fir’aun dan panglimanya, Haman.

Allah SWT berfirman:

Kemudian Fir‘aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka. (QS. Ath-Thaha: 78)

Menghukum Firaun dengan Angin Topan, Banjir, dan Wabah Belalang

Menghukum Fir’aun dengan Angin Topan, Banjir, dan Wabah Belalang

Mukjizat Nabi Musa lainnya yakni mendatangkan angin topan dan hujan lebat sebagai hukuman atas keingkaran Fir’aun dan penduduknya.

Allah SWT berfirman:

Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. Dan ketika mereka ditimpa azab. (QS. Al Qashah: 133).

Tags