Blog Islam Sehari-hari Zakat dan Sedekah

Apa Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan? Ini Penjelasannya

Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan dalam Islam Source: Magnific
Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan dalam Islam Source: Magnific

Perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan masih menjadi hal yang membingungkan bagi banyak umat Muslim, terutama mereka yang menerima gaji atau penghasilan rutin setiap bulan. Kebingungan ini wajar terjadi karena kedua jenis zakat tersebut sama-sama berkaitan dengan harta, meskipun memiliki ketentuan yang berbeda.

Agar tidak salah dalam menunaikan kewajiban zakat, sangat penting untuk mengetahui apa beda zakat mal dan zakat penghasilan serta ketentuan yang berlaku pada masing-masing jenis zakat tersebut.

Key Takeaways

  • Memahami perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan membantu Anda menghitung serta menunaikan kewajiban zakat secara tepat sesuai syariat.

  • Zakat mal dikenakan pada harta yang dimiliki dan tersimpan, sedangkan zakat penghasilan dikenakan pada pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi.

  • Zakat mal umumnya wajib dibayar setelah harta mencapai nisab dan tersimpan selama satu tahun (haul), sementara zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap kali menerima penghasilan.

  • Meskipun objek dan waktu pembayarannya berbeda, zakat mal dan zakat penghasilan sama-sama memiliki tarif zakat sebesar 2,5%.

Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan

Meskipun sama-sama termasuk zakat harta, terdapat sejumlah perbedaan yang membuat zakat mal dan zakat penghasilan memiliki ketentuan tersendiri.

Definisi Zakat Mal dan Zakat Penghasilan

Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas kepemilikan harta tertentu yang telah memenuhi syarat syariat, seperti mencapai nisab dan haul. Harta yang termasuk zakat mal dapat berupa tabungan, emas, perak, investasi, hasil perdagangan atau hasil pertanian, hingga aset produktif lainnya.

Sementara itu, zakat penghasilan merupakan zakat atas pendapatan atau penghasilan yang diperoleh seseorang melalui pekerjaan atau sumber pendapatan halal lainnya. Dalam praktiknya, zakat penghasilan sering disebut juga sebagai zakat profesi karena berkaitan dengan hasil kerja.

Baca Juga: Apa Itu Zakat Produktif? Cari Tahu Serba-serbinya di Sini!

Objek yang Wajib Dizakati

Salah satu perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan yang paling mudah dikenali adalah objek yang dikenakan zakat. Pada zakat mal, objek zakat berupa harta yang telah dimiliki dan tersimpan. Contohnya meliputi:

  • Tabungan di bank;

  • Emas dan perak;

  • Deposito syariah;

  • Investasi;

  • Hasil perdagangan;

  • Piutang yang dapat ditagih; dan

  • Aset produktif tertentu.

Sedangkan pada zakat penghasilan, objek zakat berasal dari pendapatan yang diterima seseorang, seperti:

  • Gaji bulanan;

  • Honorarium;

  • Fee pekerjaan freelance;

  • Tunjangan;

  • Bonus tahunan; dan

  • Pendapatan profesional seperti dokter, konsultan atau pengacara.

Karena itu, Anda bisa saja memiliki kewajiban zakat penghasilan meskipun belum memiliki harta simpanan yang besar.

Nisab dan Haul Zakat Mal dan Zakat Penghasilan

Nisab merupakan batas minimal harta wajib zakat, sedangkan haul adalah masa kepemilikan selama satu tahun hijriah. Keduanya menjadi syarat mutlak dalam menentukan kewajiban zakat bagi setiap Muslim yang berkecukupan.

Menurut para ulama, harta mal wajib mencapai kedua syarat tersebut sebelum bisa dikenai kewajiban zakat. Nilai minimal yang ditetapkan sebagai acuan dasar adalah setara 85 gram emas murni.

Sebagai contoh, jika tabungan Anda senilai atau lebih dari jumlah tersebut dan bertahan selama satu tahun penuh. Maka Anda wajib mengeluarkan hak orang lain dari harta Anda sebesar 2,5% sesuai syariat.

Sementara ketentuan zakat penghasilan di Indonesia mengalami penyesuaian yang sedikit berbeda. Pembayarannya dapat dilakukan langsung setiap bulan secara rutin tanpa harus menunggu masa haul satu tahun terpenuhi.

Meski dicicil bulanan, syarat akumulasi total pendapatan dalam setahun tetap harus mengacu pada aturan dasarnya. Kebijakan ini hadir demi kemaslahatan umat dan kelancaran distribusi bantuan sosial bagi fakir miskin.

Baca juga: 8 Golongan Mustahik Zakat dan Penjelasannya

Metode Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan

Selain objek dan syaratnya, perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan juga terletak pada perhitungannya. Rumus umum zakat mal adalah:

Zakat Mal = Total Harta Bersih × 2,5%

Yang dimaksud harta bersih adalah total harta yang dimiliki setelah dikurangi kewajiban jangka pendek yang harus dibayar.

Contohnya, Anda memiliki tabungan sebesar Rp500.000.000,00 dan emas senilai Rp100.000.000,00, sehingga total harta adalah Rp600.000.000,00. Maka, zakat mal yang harus dibayar:

Rp600.000.000,00 × 2,5% = Rp15.000.000,00

Sementara rumus perhitungan zakat penghasilan adalah sebagai berikut:

Zakat Penghasilan = Penghasilan × 2,5%

Contohnya, gaji bulanan Anda sebesar Rp30.000.000,00. Maka zakat penghasilan Anda per bulan adalah:

Rp30.000.000,00 × 2,5% = Rp750.000,00.

Sebagian ulama dan lembaga zakat juga memperbolehkan penghitungan setelah dikurangi kebutuhan pokok tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti panduan lembaga zakat terpercaya.

Baca Juga: Cara Menghitung Zakat Penghasilan: Panduan Lengkap

Tabel Perbandingan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan

Untuk mempermudah pemahaman, berikut ini ringkasan singkat mengenai perbedaan keduanya.

Aspek

Zakat Mal

Zakat Penghasilan 

Definisi

Zakat atas harta yang dimiliki

Zakat atas pendapatan atau penghasilan

Objek Zakat

Tabungan, emas, investasi, dan aset

Gaji, honor, bonus, dan fee profesi

Nisab

Setara 85 gram emas

Mengacu pada nilai 85 gram emas

Haul

Umumnya wajib menunggu 1 tahun

Umumnya dibayar saat menerima penghasilan

Waktu Pembayaran

Setelah mencapai haul

Bulanan saat menerima pendapatan 

Tarif Zakat

2,5%

2,5%

Fokus Perhitungan 

Total harta bersih

Total penghasilan 

Pahami Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Penghasilan agar Tidak Keliru

Dengan memahami perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan, Anda dapat menunaikan zakat sesuai syariat. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 103, zakat menjadi sarana untuk membersihkan dan mensucikan harta sehingga keberkahannya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah kesibukan bekerja, mengejar target karier, dan mengelola keuangan, jangan sampai urusan ibadah hanya menjadi selingan di waktu luang. Justru ketika rezeki semakin bertambah, kesadaran untuk memperbaiki kualitas ibadah juga perlu ikut tumbuh agar keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah.

Sebagai generasi yang tumbuh di era serba cepat, Anda memiliki banyak cara untuk tetap dekat dengan nilai-nilai Islam. Mulai dari belajar fiqih keuangan, mengikuti kajian, hingga membangun kebiasaan sederhana seperti menjaga sholat tepat waktu dengan perlengkapan ibadah yang membuat aktivitas beribadah terasa lebih nyaman.

Karena itu, tidak sedikit anak muda yang kini mencari sarung estetik untuk mendukung aktivitas ibadah sekaligus tetap nyaman digunakan sehari-hari. Salah satu pilihannya adalah Sarung Mangga, yang menghadirkan kenyamanan, desain modern, dan nuansa Islami yang tetap relevan dengan gaya hidup Muslim masa kini.

Baca juga: Manfaat Zakat: Keutamaan bagi Individu dan Masyarakat

FAQ

Apa beda zakat mal dan zakat penghasilan?

Zakat mal dikenakan pada harta yang dimiliki seperti tabungan, emas, dan investasi, sedangkan zakat penghasilan dikenakan pada pendapatan dari pekerjaan atau profesi.

Zakat mal adalah zakat untuk harta apa saja?

Zakat mal mencakup harta seperti emas, perak, tabungan, deposito, investasi, hasil perdagangan, dan aset lain yang memenuhi syarat nisab serta haul.

Zakat penghasilan adalah zakat yang dibayar kapan?

Zakat penghasilan umumnya dibayarkan saat menerima penghasilan setiap bulan setelah gaji diterima, apabila telah memenuhi ketentuan nisab yang berlaku.

Apakah seseorang bisa wajib zakat mal dan zakat penghasilan sekaligus?

Ya. Seseorang dapat memiliki kewajiban zakat penghasilan dari gaji yang diterima dan juga wajib zakat mal apabila memiliki harta simpanan yang telah mencapai nisab serta haul.

References:

  1. https://digital.bsimaslahat.or.id/2026/01/26/perbedaan-zakat-mal-dan-zakat-penghasilan

  2. https://www.rumahzakat.org/perbedaan-zakat-mal-dan-penghasilan/

  3. https://islam.nu.or.id/syariah/apakah-zakat-profesi-bagian-dari-zakat-mal-FriyK

  4. https://www.ucareindonesia.org/en/perbedaan-zakat-mal-dan-zakat-penghasilan/

  5. https://deepublishstore.com/blog/agama-islam/perbedaan-zakat-mal-dan-penghasilan

  6. https://baznas.jogjakota.go.id/detail/index/38544/perbedaan-zakat-mal-dan-zakat-profesi-2025-03-12

  7. https://zakat.or.id/antara-zakat-penghasilan-dan-zakat-mal/

Tags