Bolehkah Puasa 1 Muharram? Pahami Hukum dan Keutamaannya
Memasuki tahun baru Hijriyah, umat Islam dianjurkan untuk mengawalinya dengan berbagai amalan sunnah, salah satunya adalah puasa 1 Muharram. Meski hukumnya tidak wajib, puasa di awal bulan Muharram memiliki keutamaan besar karena termasuk dalam rangkaian amalan di bulan yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Menariknya, puasa di bulan Muharram menjadi puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan, bahkan paling sering dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tapi, sebenarnya bolehkah puasa 1 Muharram?
Key Takeaways
Terdapat tiga jenis puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa awal bulan, puasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram (ibadah paling utama), bahkan ada orang yang berpuasa selama sebulan penuh.
Puasa 1 Muharram termasuk salah satu amalan yang dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur memasuki tahun baru Islam.
Keutamaan puasa awal bulan Muharram adalah menjadi ibadah paling utama setelah puasa Ramadan, berpuasa sehari pada bulan Muharram pahalanya sama dengan puasa 30 hari, dan sebagai bentuk kesungguhan memperbaiki diri di awal tahun.
Baca Juga: Adakah Tuntunan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam?
Apa itu Puasa 1 Muharram?
Puasa 1 Muharram adalah puasa yang dilaksanakan pada hari pertama di bulan Muharram, yaitu awal tahun dalam kalender Hijriyah. Puasa ini menjadi salah satu amalan sunnah sebagai bentuk mengawali tahun baru Islam dengan ibadah yang bernilai pahala.
Sebagai bagian dari bulan mulia, puasa di awal Muharram juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan. Ini tercantum dalam sabda Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Sayyidah Hafshah berbunyi:
“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang berpuasa di hari terakhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjadikan (puasa)nya itu sebagai pelebur dosa selama 50 tahun. Dan, puasa sehari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari di bulan selainnya.” (HR. Ad-Dailami).
Hukum Puasa 1 Muharram
Secara hukum syariat, puasa 1 Muharram termasuk dalam kategori puasa sunnah yang sangat dianjurkan karena dilakukan pada bulan mulia. Puasa awal bulan Muharram ini juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus termasuk amalan utama setelah puasa Ramadan.
Namun, puasa di bulan Muharram tidak terbatas pada tanggal 1 saja. Terdapat hari-hari lain yang juga sangat dianjurkan untuk berpuasa, terutama pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
Ketiga hari ini dikenal memiliki keutamaan lebih, khususnya tanggal 10 Muharram atau hari Asyura, yang menjadi salah satu puasa sunnah paling utama bagi umat Islam. Al-Mubarakfuri dalam Kitab Tuhfatul Ahwadzi menyebutkan bahwa puasa Muharram itu ada tiga bentuk.
Pertama, ada puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelumnya (tanggal 9) dan sesudahnya (tanggal 11). Kedua, tanggal 9 dan 10. Ketiga, puasa pada tanggal 10 alias puasa Asyura saja. Jika tidak memungkinkan, puasa juga dapat dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram (ayyamul bidh), atau dengan menjalankan puasa Senin-Kamis selama bulan Muharram.
Bahkan, sebagian umat Islam memilih untuk memperbanyak puasa hingga hampir sepanjang bulan Muharram. Hal ini diperbolehkan dalam syariat, mengingat Muharram merupakan salah satu bulan yang utama untuk memperbanyak amalan puasa sunnah.
Namun, hal tersebut dianjurkan bagi yang benar-benar mampu. Jika dikhawatirkan menimbulkan mudarat, maka cukup berpuasa pada hari Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) saja.
Niat Puasa 1 Muharram
Berikut ini lafal niat puasa awal bulan Muharram:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ مُحَرَّمِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Muharram lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk melaksanakan sunnah Muharram karena Allah Ta’ala.”
Niat ini bisa diucapkan sebelum terbitnya fajar (subuh). Namun, mengingat puasa awal Muharram ini termasuk amalan sunnah, maka diperbolehkan mengucapkan niat saat siang hari dengan catatan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Puasa di bulan Muharram memiliki berbagai keutamaan yang menjadikannya sebagai salah satu amalan sunnah terbaik setelah Ramadan, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Puasa Paling Utama Setelah Ramadhan
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebut puasa di bulan Muharram sebagai puasa sunnah paling utama setelah Ramadhan. Ini karena bertepatan pada awal tahun Hijriyah yang sangat dianjurkan mengerjakan amalan utama seperti puasa.
Sebagaimana al-Qurthubi mengatakan bahwa puasa Muharram menjadi puasa paling utama karena merupakan awal tahun baru. Hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah juga menguatkan pendapat Imam al-Qurthubi.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sholat paling utama setelah sholat fardu adalah sholat malam.
2. Pahala Setara Puasa 30 Hari
Seperti dalam riwayat Sayyidah Hafshah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa puasa satu hari di bulan Muharram setara dengan puasa 30 hari di bulan lainnya.
Artinya, setiap puasa sunnah yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai pahala yang berlipat. Keutamaan puasa 1 Muharram ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk mengumpulkan pahala di awal tahun Hijriyah.
3. Pelebur Dosa Selama Satu Tahun
Ada satu hari paling utama dalam bulan Muharram yang barangsiapa mengerjakan puasa, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan meleburkan dosa selama setahun sebelumnya. Hari itu bernama Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.
Sebab, pada momen ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa AS dan pengikutnya dari kejaran Firaun di Laut Merah. Nah, sebagai bentuk syukur atas peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk berpuasa dan menjadikan amalan utama.
Baca Juga: Peristiwa yang Terjadi di Hari Asyura atau 10 Muharram
Siap Menjalani Puasa Sunnah di Bulan Muharram?
Menjalani puasa 1 Muharram hingga puasa Tasu’a dan Asyura bisa menjadi langkah sederhana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amalan ini juga perlu diimbangi dengan ibadah lain, seperti memperbanyak zikir, sholat sunnah, dan bersedekah.
Agar ibadah sehari-hari terasa lebih khusyuk, memilih perlengkapan yang tepat juga menjadi bagian dari ikhtiar. Sarung Mangga sangat mengerti kebutuhan Anda dengan menghadirkan sarung tenun berkualitas super yang cocok untuk ibadah sehari-hari. Yuk, gunakan produk asli Indonesia bersama Sarung Mangga!
FAQ
Apakah boleh puasa awal bulan Muharram di hari Jumat?
Puasa Muharram pada hari Jumat boleh asalkan disertai hari lainnya, seperti Kamis, Jumat, dan Sabtu.
Berapa hari melakukan amalan sunnah puasa Muharram?
Puasa Muharram utamanya dilakukan selama tiga hari, yakni tanggal 9, 10, dan 11. Namun, Anda bisa melaksanakan dari tanggal 1 Muharram sebagai amalan pembuka, bahkan sebagian orang ada yang berpuasa sebulan penuh.
Apa manfaat puasa 1 Muharram?
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan keutamaan bagi umat Islam yang puasa Muharram dengan pahala berlipat dan ampunan dosa.
Tanggal 13, 14, 15 Muharram termasuk puasa apa?
Ketiga hari tersebut termasuk puasa Ayyamul Bidh yang pahalanya setara dengan puasa satu tahun penuh.
Sumber:
https://islam.nu.or.id/syariah/keistimewaan-puasa-kamis-jumat-sabtu-di-bulan-muharram-71oP5
https://www.nu.or.id/syariah/panduan-puasa-muharram-tata-cara-hukum-dan-keutamaaannya-S4Eos
https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ibadah/hukum-berpuasa-sebulan-penuh-di-bulan-muharram/
https://bincangmuslimah.com/ibadah/ini-lima-amalan-yang-dianjurkan-di-bulan-muharram-35959/
https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/jelang-bulan-muharram-ini-amalan-sunnah-1-muharram/
https://www.nu.or.id/syariah/panduan-puasa-muharram-tata-cara-hukum-dan-keutamaaannya-S4Eos
https://www.nu.or.id/nasional/3-jenis-puasa-sunnah-di-bulan-muharram-O2YZL
https://islam.nu.or.id/ubudiyah/tiga-macam-puasa-muharram-rmZOo
https://www.nu.or.id/nasional/dalil-puasa-sunnah-muharram-dengan-segala-keutamaannya-lZdle
https://www.nu.or.id/nasional/sambut-tahun-baru-islam-berikut-panduan-puasa-muharram-7ihtC
https://baznas.go.id/artikel-show/Keutamaan-Puasa-Asyura:-Menghapus-Dosa-Setahun-Lalu/1594