Apa Saja Hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa Ramadhan?
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 183, Allah subhanahu wa ta’ala telah mewajibkan hamba-Nya untuk berpuasa. Kewajiban ini berlaku untuk setiap Muslim laki-laki dan perempuan yang sudah baligh. Jika Anda memiliki utang puasa dan ingin menebusnya, lakukan selain pada hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadhan.
Pada hari tersebut, Anda tidak boleh berpuasa, baik puasa mengganti puasa Ramadhan atau puasa sunnah. Daripada puasa Anda menjadi sia-sia karena tidak tahu hari tersebut haram berpuasa, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Key takeaways
Kapan bisa mengganti puasa Ramadhan? Lakukan selain pada hari raya Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik.
Tata cara mengganti puasa Ramadhan tidak jauh berbeda dari puasa wajib, Anda bisa berniat sejak malam hari sebelum terbit fajar.
Menyelesaikan utang puasa lebih awal memungkinkan Anda untuk mengikuti amalan ibadah puasa sunnah seperti puasa Asyura.
Baca Juga: 7 Perbedaan Puasa Wajib dan Puasa Sunnah, Jangan Keliru!
Puasa untuk Mengganti Utang di Ramadhan
Pada bulan suci Ramadhan, Muslim di seluruh dunia melakukan ibadah puasa. Namun, tidak semuanya dapat berpuasa selama sebulan penuh. Beberapa golongan tertentu memiliki udzur syar’i yang membolehkan mereka untuk tidak berpuasa. Contohnya orang sakit, musafir, serta wanita yang hamil, menyusui, haid, maupun nifas.
Golongan-golongan tersebut dapat menebus utang puasa dengan cara qadha atau mengganti puasa wajib di luar bulan Ramadhan. Cara ini ditujukan bagi mereka yang sehat dan tidak membahayakan kesehatan jika berpuasa.
Sementara mereka yang dalam kondisi berat untuk mengganti puasa seperti wanita hamil atau orang lanjut usia boleh menebusnya dengan membayar fidyah. Beri makanan atau uang tunai ke orang miskin sebanyak puasa yang Anda tinggalkan. Jika Anda masuk ke golongan yang mengganti utang puasa dengan qadha, pastikan Anda menebusnya pada hari yang boleh untuk berpuasa.
Baca Juga: Hukum Puasa saat Hamil Muda Menurut Islam dan Tipsnya
Hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa Ramadhan
Jangan berpuasa pada hari-hari berikut untuk mengganti utang puasa Ramadhan.
1. Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)
Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan, akhirnya umat Islam sampai pada hari raya kemenangan Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal. Pada hari raya ini, waktunya seorang Muslim untuk berbuka dari puasanya. Maka dari itu, haram hukumnya untuk berpuasa pada 1 Syawal. Hal ini berdasarkan hadits berikut.
هَذَانِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَنْ صِيَامِهِمَا يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ ، وَالْيَوْمُ الآخَرُ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ
Artinya: “Dua hari ini adalah hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam larang untuk berpuasa di dalamnya yaitu Idul Fitri, hari di mana kalian berbuka dari puasa kalian. Begitu pula beliau melarang berpuasa pada hari lainnya, yaitu Idul Adha di mana kalian memakan hasil sesembelihan kalian.” (HR. Bukhari no. 1990 dan Muslim no. 1137)
Dengan begitu, jika puasa pada hari raya Idul Fitri, puasanya tidak akan dihitung. Bagi Anda yang ingin mengganti utang puasa Ramadhan atau ingin puasa sunnah 6 hari Syawal, lakukan setelah tanggal 1 Syawal.
Baca Juga: Keutamaan dan Batas Waktu Puasa Syawal
2. Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)
Hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadhan berikutnya adalah Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Mengacu pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim sebelumnya, dua hari raya besar dalam Islam tidak boleh menjadi waktu untuk qadha puasa sunnah maupun wajib.
Alasannya karena pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut, umat Islam sedang memperingati peristiwa kurban oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Nabi Ismail ‘alaihissalam. Selain itu, banyak orang juga melakukan penyembelihan hewan kurban seperti domba, sapi, dan kambing.
Hasil sembelihan tersebut kemudian dibagi-bagikan untuk diolah menjadi santapan bersama. Alhasil, tidak boleh seorang Muslim yang berpuasa pada hari raya Idul Adha.
3. Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)
Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau tiga hari setelah hari raya Idul Adha. Mengutip Rumaysho, Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan arti tasyrik yang berarti menjemur daging kurban di terik matahari atau mendendengnya.
Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam belum ada teknologi pendingin seperti freezer yang bisa menyimpan daging dalam jangka waktu lama. Maka dari itu, menjemur atau mendendeng daging adalah cara untuk mengawetkannya.
Karena erat kaitannya dengan penyembelihan kurban, hari Tasyrik biasa disebut hari makan dan minum berdasarkan hadits. Itulah mengapa seorang Muslim tidak boleh berpuasa pada tanggal 11-13 Dzulhijjah karena dianjurkan untuk menikmati hidangan dari daging kurban. Bahkan, jika pada tanggal 13 Dzulhijjah bertepatan hari puasa Ayyamul Bidh.
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Artinya: “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)
Bagaimana Niat Puasa Ganti Ramadhan?
Bagi Anda yang hendak berpuasa, tidak ada bacaan niat puasa secara khusus yang wajib dilafalkan. Mengutip Almanhaj, tempat niat ada di dalam hati, sehingga selama Anda telah memantapkan diri untuk berpuasa keesokan harinya, InsyaAllah itu sudah terhitung sebagai niat.
Adapun terkait batas waktunya, ulama mazhab Syafi’i menyamakan niat puasa qadha dengan puasa Ramadhan. Dengan demikian, seorang Muslim harus berniat sejak malam hari sebelum terbit fajar agar terhitung sah puasanya.
Siap Mengganti Utang Puasa Ramadhan?
Setelah mengetahui apa saja hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadhan, kini Anda bisa menyusun rencana untuk berpuasa di selain hari tersebut. Dengan segera melunasi utang puasa lalu, Anda bisa menambah pahala dengan ikut puasa sunnah mendatang seperti puasa Asyura maupun Arafah.
Bagi laki-laki, tambah poin ibadah dengan rutin pergi jamaah ke masjid. Kenakan pakaian sholat terbaik untuk meningkatkan rasa percaya diri dan semangat.
Misalnya, sarung yang terbuat dari bahan premium tetron rayon dengan gaya motif bervariasi khas Nusantara dari Sarung Mangga. Setiap rangkaian tenun sarung kami dilakukan dengan hati-hati dan estetik yang membuat pemakainya tampil memesona.
Baca Juga: 6 Syarat Sah Puasa dalam Islam agar Ibadah Penuh Keberkahan
FAQ
Bolehkah puasa qadha di hari Jumat?
Boleh jika hari sebelum atau sesudahnya juga melakukan puasa.
Bagaimana jika berpuasa pada hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadhan?
Puasanya tidak akan teranggap atau terhitung sah.
Apa yang menyebabkan seseorang punya utang puasa Ramadhan?
Sedang mengalami udzur syar’i seperti sakit keras, orang lanjut usia yang sudah tidak mampu berpuasa dari segi fisik, musafir, serta wanita yang hamil, menyusui, haid, dan nifas.
Kenapa tidak boleh puasa pada hari raya Idul Adha?
Karena pada waktu itu sedang ada perayaan kurban sehingga dianjurkan untuk menikmati hidangan daging hasil sembelihan.
Referensi:
https://mui.or.id/baca/mui/asal-usul-hari-tasyrik-dan-mengapa-kita-diharamkan-berpuasa?page=3
https://muslim.or.id/17034-fikih-puasa-6-hari-dilarang-puasa.html
https://muhammadiyah.or.id/2023/04/larangan-puasa-di-hari-raya-idul-fitri-1-syawal-1444-h/
https://rumaysho.com/20169-matan-abu-syuja-hari-terlarang-puasa.html
https://muhammadiyah.or.id/2024/02/orang-orang-ini-boleh-tidak-puasa/
https://mui.or.id/baca/bimbingan/masih-punya-utang-puasa-ini-tata-cara-qadha-beserta-niatnya?page=6
https://muhammadiyah.or.id/2023/03/cara-menebus-utang-puasa-qadla-dan-fidyah/