Blog Kisah - kisah Nabi dan Rosul

Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah

Masjid Nabawi di Madinah al-Munawarah. (Foto: Travellers)
Masjid Nabawi di Madinah al-Munawarah. (Foto: Travellers)

Perjalanan dan perjuangan hidup Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam (SAW) dalam menegakkan ajaran Islam paling mengesankan terjadi setelah hijrah dari Makkah ke Madinah. Periode inilah yang menjadi dasar konsep-konsep modern terbentuknya Masyarakat Madani atau Civil Society. Dalam pengertian yang luas, adalah Masyarakat yang Berperadaban.

Dalam Tarikh Islam secara umum dijelaskan bahwa setelah perjuangan dakwah di Makkah terasa sempit bagi dakwah Rasulullah SAW, Madinah menjadi ruang dakwah baru bagi beliau. Sebenarnya, ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, sudah banyak penduduk Madinah yang memeluk Islam atau yang kemudian dikenal dengan kaum Anshar. Namun, Madinah tetaplah sebuah wilayah dengan ragam suku dan kultur masyarakat sehingga Rasulullah SAW mempunyai berbagai langkah dan strategi dalam mewujudkan kesuksesan dakwahnya.

Sejak hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW) dan para sahabat selalu berdakwah kepada penduduk Madinah tanpa mengenal lelah dan putus asa. Dakwah Rasulullah SAW ditujukan kepada orang-orang yang sudah masuk Islam (umat Islam) dan orang-orang yang belum masuk Islam.

Dakwah kepada umat Islam bertujuan agar mereka mengetahui seluruh ajaran Islam baik yang diturunkan di Mekah ataupun yang diturunkan di Madinah, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka betul-betul menjadi umat yang bertakwa.

Selain itu, Rasulullah SAW dibantu oleh para sahabatnya melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan terbentuk Masyarakat Madani di Madinah.

Sedangkan dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya, mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya, sehingga mereka menjadi umat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia serta sejahtera di akhirat.

Dalam kajian DR Mahdi Rizqullah Ahmad, Biografi Rasulullah dan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri dalam Sirah Nabi Nabawiyah diungkap sejumlah strategi dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW.

Strategi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam dakwah menyebarkan agama Islam antara lain:

1. Membangun masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah

Membangun masjid ini merupakan usaha pertama Nabi Muhammad SAW dalam membentuk masyarakat Islam Madinah. Masjid yang pertama dibangun Nabi di Madinah adalah Masjid Nabawi yang dibangun pada bulan Rabiulawal 1 Hijriah (September 622 SM).

Fungsi masjid di zaman Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :

  • Sebagai sarana pembinaan umat Islam di bidang akidah, ibadah dan akhlak. Menjadi sarana ibadah seperti sholat;

  • Menjadi tempat belajar agama Islam yang bersumberkan dari Al-Quran dan Al-Hadits

  • Sebagai sarana tempat menyambung tali silaturrahim antara kaum Muslimin

  • Sebagai sarana sosial

  • Menjadi tempat bermusyawarah

  • Tempat menyusun strategi perang

2. Membangun ekonomi rakyat dengan membangun pasar yang tidak jauh dari masjid.

Untuk membangun perekonomian rakyat sekaligus sebagai sarana dalam menyebarkan ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat mendirikan pasar yang lokasinya tidak jauh dari masjid Nabawi. Pasar yang dibangun dimaksudkan sebagai langkah untuk mendidik umat bagaimana ajaran Islam mengatur roda perekonomian dengan begitu adilnya. Pasar tersebut telah mengubah sistem pasar Yahudi yang ada pada saat itu.

Dengan kehadiran pasar yang menganut sistem perekonomian Islam disambut hangat oleh masyarakat Madinah karena mampu menyuguhkan sistem perekonomian yang menguntungkan semua pihak, jauh dari riba dan keserakahan. Pasar Madinah inilah yang kemudian menjadi urat nadi perekonomian negara Islam yang pertama, yang berpusat di Madinah.

3. Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar

Nabi Muhammad SAW dalam hijrahnya ke Madinah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Kaum Muhajirin adalah orang-orang Islam dari kota Mekkah yang juga ikut berhijrah ke Madinah bersama dengan Nabi

Muhammad SAW, sedangkan kaum Anshar adalah kaum yang menerima kedatangan umat Islam di Madinah. Beliau mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar agar mereka dapat saling membantu dan mengasihi satu sama lain.

Kaum Muhajirin meninggalkan semua harta benda di kota Mekkah untuk hijrah bersama Nabi ke Madinah sehingga sangat membutuhkan bantuan dari kaum Anshar untuk memulai hidup baru. Persaudaraan ini juga akan membentuk suatu solidaritas antara kedua kaum tersebut yang nantinya sangat penting bagi perjuangan umat Islam.

Cara nabi Muhammad SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar:

- Memperkenalkan sistem saudara angkat;

- Setiap Muhajirin mempunyai saudara angkat daripada golongan Anshar;

- Terjalin hubungan kasih sayang dan peraudaraan yang utuh;

- Menyebabkan Muhajirin tidak berasa terasing di negara orang;

- Saling berkasih sayang, bekerja sama, tolong menolong, bersatu padu dan bantu-membantu atas dasar akidah Islam yang satu.

Nabi Muhammad SAW juga mempersaudarakan para sahabat (Muhajirin) dengan kaum Anshar antara lain:

1. Abu Bakar - Kharijah bin Zubair

2. Umar bin Khattab - Itban bin Malik

3. Bilal bin Rabah - Abu Ruwaibah

4. Amin bin Abdullah - Sa'ad bin Muadz

5. Abdul Rahman bin Auf - Sa'ad bin Rabi'

6. Zubair bin Awwam - Salamah bin Salamah

7. Utsman bin Affan - Aus bin Tsabit

8. Thalhak bin Ubaidillah - Ka'ab bin Malik

9. Abu Huzaifah bin Utbah - Ubbah bi Bisyr

10. Ammar bin Yasir - Huzaifah bin Al-Yaman

4. Piagam Madinah

Piagam Madinah ini merupakan produk Undang-undang hasil kompromi antara umat Islam dengan non-Muslim di Madinah, yang digunakan sebagai dasar hidup dan aturan yang harus dipatuhi bersama antar pihak yang terkait.

Atas kesuksesan ini, Piagam Madinah dijadikan sebagai Dasar Toleransi Beragama. Inilah yang menginsipirasi umat Islam hari ini untuk tetap menjaga Toleransi Umat Beragama.

Isi Piagam Madinah

Piagam Madiah memuat beberapa soal:

Politik: Nabi Muhammad SAW menyelesaikan semua masalah masyarakat Madinah berasaskan semangat musyawarah dan berlandaskan keadilan.

Agama: Rakyat Madinah bebas memilih dan mengamalkan agama masing-masing, selain itu mereka perlu menghormati agama yang dianut oleh individu yang lain.

Sosial: Setiap individu mempunyai tanggung jawab yang sama terhadap negara Madinah.

Perundangan: Undang-Undang Islam dilaksakanakn secara menyeluruh, menjadikan cara hidup manusia lebih tersusun dan diterima secara luas.

Ekonomi: Semua rakyat diberikan peluang untuk menjalankan perniagaan; amalan riba dan penipuan dilarang sama sekali dalam ekonomi Islam.

Pertahanan: Setiap rakyat mempunyai tanggung jawab untuk mempertahankan Madinah dari ancaman musuh luar.

Kedudukan Yahudi: Mereka mempunyai hak yang sama dengan anggota masyarakat yang lain untuk menikmati keselamatan dan kebebasan.

Demikian strategi dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW), yang paling memberikan gambatan keberhasilan dalam membangun peradaban. Tak heran bila kemudian Michael H Hart, menjadikan Nabi Muhammad pada rangking pertama dalam karyanya berjudul The 100 a Ranking The Most Influental Persons in History ("Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah"). Sebuah pengakuan dari seorang peneliti sejarah yang bertanggungjawab dalam perjalanan karirnya.

Tags