Blog Islam Sehari-hari Haji dan Umrah

Haji Mabrur adalah: Arti, Keutamaan, dan Cara Meraihnya

Ciri-ciri Haji Mabrur dan Cara Meraihnya Source: Pixabay
Ciri-ciri Haji Mabrur dan Cara Meraihnya Source: Pixabay

Rukun Islam yang kelima adalah pergi beribadah haji ke Baitullah (Mekah) bagi yang mampu dari segi fisik dan finansial. Jika Anda terpilih untuk melaksanakan ibadah haji, maksimalkan agar bisa menjadi haji yang mabrur. Haji mabrur adalah impian semua Muslim karena keutamaannya yang sangat besar, yakni surga.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua orang yang pergi haji langsung bisa dikatakan mabrur. Terutama jika mereka tidak melaksanakan ibadah haji sesuai syariat dan menjaga diri dari perbuatan buruk.

Key takeaways

  • Allah subhanahu wa ta’ala adalah satu-satunya yang memiliki hak prerogatif untuk menerima ibadah haji hamba-Nya.

  • Barangsiapa yang hajinya mabrur akan mendapatkan berbagai keutamaan, seperti dosa-dosanya terampuni dan berpahala surga.

  • Kiat untuk mencapai haji mabrur adalah ikhlas meniatkan ibadah, memperbanyak amalan baik, menggunakan harta yang halal, serta menjauhi segala perbuatan maksiat.

Apa itu Haji Mabrur?

Terdapat beberapa pandangan berbeda di kalangan pakar fiqih terkait haji mabrur. Mengutip Rumaysho, An Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa pendapat yang terkenal mengenai haji mabrur adalah haji yang tidak terkotori oleh dosa. Hal ini karena secara bahasa, mabrur berasal dari kata birr yang berarti ketaatan.

Sementara itu, pendapat lain mengemukakan bahwa haji mabrur artinya haji yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Terlepas dari berbagai versi pengertian haji yang mabrur, satu hal yang pasti adalah semua jemaah mendambakannya.

Karena Allah subhanahu wa ta’ala sendiri telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 97 mengenai kewajiban haji ini.

..... ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Dan barangsiapa yang ingkar (tidak melaksanakan), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam.”

Keutamaan dan Hadits tentang Haji Mabrur

Mengapa semua jemaah haji mengharapkan kemabruran dalam ibadah mereka? Jawabannya bisa Anda temukan di bawah ini.

1. Amalan yang Paling Afdhol

Dari sekian banyaknya amal saleh dalam Islam, haji mabrur termasuk salah satu amalan yang paling afdhol atau utama. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Beliau.” (HR. Bukhari no. 1519)

2. Mendapat Pahala Surga

Setiap Muslim tentu berharap bisa masuk ke surga, tempat terbaik untuk berkumpul bersama orang-orang beriman lainnya dan menikmati keindahan surga yang tiada tara. Kabar baiknya, keutamaan haji mabrur dapat menuntun jalan menuju surga. Hal ini sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Baca Juga: Inilah 6 Amalan yang Pahalanya Setara dengan Ibadah Haji

3. Sama dengan Berjihad

Makna jihad adalah berjuang atau berusaha untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam Islam, contoh jihad misalnya berperang di jalan Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengalahkan pemimpin yang zalim. Selain itu, haji mabrur juga termasuk jihad karena Anda berjuang melawan hawa nafsu dan godaan untuk berbuat buruk di Baitullah.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata:

“Wahai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur,” jawab Beliau.” (HR. Bukhari no. 1520)

4. Mendapat Ampunan Allah

Bagi jemaah haji yang merasa memiliki banyak dosa, apabila selama berhaji menjaga perbuatannya dari maksiat, InsyaAllah Allah subhanahu wa ta’ala akan menghapuskan dosa-dosanya. Hadits tentang haji mabrur ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. 

“Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang berhaji lalu ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Syarat dan Cara Meraih Haji Mabrur

Penilaian tentang haji mabrur adalah hak prerogatif Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagai hamba-Nya, kita bisa berusaha untuk mencapai kemabruran dengan beberapa kiat berikut.

1. Niat yang Ikhlas

Syarat haji mabrur yang pertama adalah meniatkan haji semata-mata ikhlas untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jangan sampai ada unsur riya atau keinginan untuk mendapat julukan “Pak/Bu Haji”.

Baca Juga: Sejarah Gelar Haji di Indonesia, Benarkah Warisan dari Belanda?

2. Memenuhi Rukun hingga Wajib Haji

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan bagaimana cara melaksanakan ibadah haji yang benar. Sebagai umatnya, tugas kita adalah mengamalkan ibadah sesuai tuntunan beliau agar memperoleh keberkahan.

3. Memperbanyak Amalan Balik

Kiat untuk meraih haji mabrur berikutnya yaitu dengan memperbanyak amalan baik. Contoh amalan yang dianjurkan adalah bersedekah dan bertutur kata yang baik selama haji.

4. Menggunakan Harta yang Halal

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala Maha Baik dan tidak akan menerima kecuali dari yang baik. Maka dari itu, jika berharap ibadah haji diterima di sisi-Nya, gunakan harta yang halal untuk berangkat.

5. Menjauhi Perbuatan Maksiat

Ciri-ciri haji mabrur adalah ketika Anda mampu menjauhi rafats (perkara bersetubuh), fusuq (perbuatan maksiat), dan jidal (perdebatan yang tidak berfaedah) selama ihram. Kemudian, setelah pulang dari ibadah haji, Anda pun tetap konsisten menjauhi perbuatan dosa dan berubah menjadi pribadi dengan perilaku yang lebih baik.

Meningkatkan Kualitas Ibadah Sepulang Haji

Seorang Muslim yang ingin menggapai haji mabrur, usahanya tidak langsung berhenti setelah kembali ke Tanah Air. Sebaliknya, Anda harus meningkatkan kualitas ibadah dengan konsisten menjauhi perbuatan maksiat dan semakin mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Bagi laki-laki, jika sebelum haji jarang pergi sholat jamaah ke masjid, kini mulailah untuk berangkat ke sana. Pakai pakaian sholat berupa sarung comfy dengan motif maskulin khas selera anak muda dari Sarung Mangga. Kami menyediakan puluhan pilihan sarung lengkap mulai dari warna kalem, cerah, hingga gelap. Buruan cek katalognya!

Baca Juga: Mengenal Rukun dan Wajib Haji yang Perlu Dipahami Seorang Muslim

FAQ

Haji mabrur adalah?

Melakukan haji sesuai tuntunan syariat dan menjaga diri dari perbuatan dosa.

Mengapa jemaah haji ingin menggapai kemabruran?

Karena keutamaannya yang begitu besar, yaitu amalan paling afdhol, setara jihad, hingga mendapat balasan surga.

Kapan musim bulan haji?

Ketika masuk bulan Dzulhijjah.

Apa kriteria haji mabrur?

Niat ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala, menggunakan harta yang halal, dan menjaga diri dari perbuatan maksiat bahkan sepulang dari Tanah Suci.

Referensi:

  1. https://muslim.or.id/1891-tanda-tanda-haji-mabrur.html

  2. https://mirror.mui.or.id/berita/headline/54032/apa-yang-dimaksud-haji-mabrur-dan-apa-saja-kiat-kiat-meraihnya/

  3. https://muslim.or.id/28607-kiat-menjadi-haji-mabrur.html

  4. https://rumaysho.com/2616-menggapai-haji-mabrur305.html

  5. https://kemenag.go.id/nasional/apa-itu-haji-mabrur-496rwj

  6. https://mui.or.id/baca/berita/khutbah-jumat-manfaat-haji-mabrur-dan-4-ciri-cirinya-yang-tampak?page=9

  7. https://muhammadiyah.or.id/2025/04/keutamaan-haji-mabrur-berdasarkan-hadis-nabi-saw/

  8. https://suaramuhammadiyah.id/read/konsep-jihad-yang-benar-bagian-ke-1 

Tags