Throw Back Haji Wada: Pesan Cinta Rasul untuk Umatnya
Kalau ada tanda perpisahan yang bikin sedih sekaligus punya makna mendalam, itu bukan tentang iconic line-nya Tony Stark ke the Avengers. Haji wada adalah real moment tanda perpisahan yang menyentuh sepanjang masa generasi umat Islam semenjak zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Momen ini jadi titik balik besar dalam sejarah peradaban Islam secara keseluruhan. Untuk mastiin kamu, generasi muda umat Islam di Indonesia, gak ketinggalan kisah ini secara akurat, kami jelasin duduk perkaranya di sini.
Pengertian Haji Wada
Kamu mungkin pernah dengar kalau haji wada adalah haji perpisahan. Secara bahasa, artinya haji wada’ memang haji perpisahan. Tapi, apa itu haji wada sebenernya lebih mengarah pada momen ibadah haji pertama dan terakhir yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam sepanjang hidup beliau, tepatnya pas tahun 10 Hijriah.
Haji ini jadi makin istimewa maknanya bukan cuma karena pertama dan terakhir kalinya buat beliau shallallahu ’alaihi wa sallam. Tapi karena haji ini juga grand closing perjalanan panjang risalah kenabian beliau yang penuh perjuangan mendakwahkan Islam selama kurang lebih 23 tahun. Pada waktu itu, dakwah Islam udah tegak di sebagian besar Jazirah Arab.
Dari helicopter view, haji wada dalam Islam merupakan simbol disempurnakannya agama ini. Alasannya, di momen ini Allah subhanahu wa ta’aalaa menegaskan menurunkan ayat yang sangat emosional dalam surat Al-Ma’idah ayat 3, yang artinya: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku..."
Inilah momen sakral ketika Allah subhanahu wa ta’aalaa menyatakan bahwa syariat Islam sudah lengkap dan paripurna untuk membimbing umat manusia hingga akhir zaman tanpa perlu tambahan atau modifikasi lagi. Haji wada adalah bukti cinta Allah yang telah meridai Islam sebagai jalan hidup kita semua.
Sejarah dan Peristiwa Haji Wada
Mari kita flashback ke tahun 10 Hijriah. Mengutip dari Kisah Muslim, peristiwa haji wada adalah sinyal paling dekat berakhirnya masa dakwah dan kehidupan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Sebelum momen ibadah ini berlangsung, udah ada juga beberapa tanda yang muncul lebih dulu. Momen ini terjadi setelah sejumlah tanda yang muncul lebih dulu.
1. Fathu Makkah
Penaklukan kota Mekah sekaligus isyarat selesainya tugas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia.
2. Berkurangnya Interaksi Beliau dengan Para Sahabat
Beliau memperkuat amalan untuk akhirat, termasuk beri’tikaf selama 20 hari di bulan Ramadan, yang kompensasinya adalah menurunnya frekuensi interaksi dengan para sahabat. Sebuah kode keras bagi para sahabat bahwa perpisahan dengan sang kekasih Allah subhanahu wa ta’aalaa sudah sangat dekat.
3. Peristiwa Haji Wada
Tanggal 26 Dzul Qa’dah, Nabi berangkat dari Madinah dengan rombongan yang super besar, yakni lebih dari 100.000 jamaah. Setelah perjalanan selama 8 hari, beliau sampai di Mekah, melakukan tawaf, dan sa’i.
Puncaknya terjadi pada tanggal 9 Dzulhijjah di Padang Arafah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berkhotbah dengan nasihat yang tegas di atas untanya yang bernama Al-Qashwa di Lembah Uranah.
Suasana makin haru karena Nabi sempat berujar, "Aku tidak tahu apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah tahun ini," sebuah kalimat yang menurut Muslim.or.id benar-benar menyayat hati para sahabat hingga meneteskan air mata di tempat wukuf tersebut.
Makna dan Hikmah Haji Wada
Meskipun kelihatannya singkat, tapi kisah haji wada adalah saksi banyak hal besar dalam sejarah kehidupan Sang Kekasih Allah subhanahu wa ta’aalaa dan umat Islam.
Menegaskan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam hanya pernah berhaji satu kali dalam hidup beliau.
Pada momen ibadah inilah, seluruh syariat terkait haji disampaikan oleh beliau dan beliau memerintahkan umatnya untuk mengambil seluruh manasik haji dari apa yang beliau telah lakukan.
Dalam HR. Muslim, dijelaskan sebuah penegasan persaksian para sahabat terhadap tegaknya tugas beliau: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian akan ditanya tentangku, apakah yang akan kalian katakan? Jawab para sahabat: kami bersaksi bahwa sesungguhnya engkau telah menyampaikan (risalah), telah menunaikan (amanah), dan telah menasihati. Maka ia berkata dengan mengangkat jari telunjuk ke arah langit, lalu ia balikkan ke manusia: Ya Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah, sebanyak 3x”.
Setelah khutbah beliau, Allah subhanahu wa ta’aalaa menurunkan surat Al-Ma’idah ayat 3.
Mengisyaratkan bahwa Kota Mekah adalah kota yang mulia, tempat yang Allah subhanahu wa ta’aalaa pilih untuk memulai dan menyempurnakan syariat Islam yang suci.
Pesan Terakhir Nabi SAW dalam Haji Wada
Tadi sudah disebutkan bahwa pada saat berhaji, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam sempat memberikan khutbah. Isi khutbah hari itu sangat tidak biasa dan sebenarnya berisi nasihat tegas yang relevan untuk kehidupan sampai akhir zaman.
1. Melaksanakan Pokok-Pokok Agama Islam (Ushul)
Nabi ngingetin pentingnya bertaqwa pada Allah subhanahu wa ta’aalaa dan taat pada beliau, salat 5 waktu, puasa Ramadan, bayar zakat, dan taat pada pemimpin dan tidak membangkang ke mereka selama mereka tidak melakukan kekufuran pada Allah subhanahu wa ta’aalaa secara nyata.
Baca juga: Mengenal Makna Istiqomah dan Keutamaannya Menurut Islam
2. Saling Menjaga Sesama Muslim
Nabi menegaskan bahwa darah dan harta sesama muslim itu suci. Artinya, perundungan, kekerasan fisik, dan riba dalam bentuk apapun, seperti yang dilakukan orang-orang di zaman jahiliyyah, itu haram.
Baca juga: Pentingnya Menjaga Silaturahmi Bagi Seorang Muslim
3. Pegang Teguh Al-Quran
Beliau memerintahkan umatnya, termasuk kita dan generasi yang akan datang, buat selalu berpegang teguh pada Kitabullah (Al-Quran) sebagai satu-satunya panduan hidup yang valid agar selamat dari kesesatan.
4. Menjauhi Setan dan Bisikannya
Beliau tegas mengingatkan kita tentang musuh yang sebenarnya, yaitu setan dan bisikannya, dan melarang kita menyembah setan. Ini penting banget apalagi di zaman kayak sekarang ketika orang udah mulai banyak ninggalin agama dengan 1001 alasan.
5. Menjaga Pasangan dan Keluarga dari Api Neraka
Beliau menekankan bahwa menjaga istri dan anak sampai hamba sahaya dan memenuhi hak-hak mereka itu penting, dan mendidik mereka sesuai syariat Islam dan akhlak yang baik itu kuncinya.
Arti Penting Haji Wada bagi Umat Islam
Memahami sejarah haji wada adalah cara terbaik kita untuk nge-recharge iman agar tetap on track di tengah gempuran tren dunia yang aneh-aneh. Nasihat Nabi terbukti "relate" sebagai solusi segala isu di kehidupan kita hari ini. Menjalankan wasiat Nabi adalah bentuk cinta kita yang paling nyata kepada beliau, sekaligus cara agar kita tidak kehilangan identitas sebagai seorang muslim.
Bicara soal menjalankan ibadah atau sekadar kumpul bareng teman-teman kajian, penampilan terbaik, rapi, bersih juga bagian dari adab yang diajarkan Nabi, lo. Sebagai orang Indonesia, kamu bisa pake sarung dengan gaya yang modis sebagai outfit ibadah. Pilih Sarung Mangga karena punya kualitas jempolan dan motif kekinian, cocok buat santai maupun formal!
FAQ
1. Mengapa haji wada’ disebut haji perpisahan?
Secara bahasa, arti wada’ adalah perpisahan. Selain itu, peristiwa ini juga menjadi sinyal berakhirnya masa dakwah dan kehidupan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengikuti peristiwa-peristiwa closure lainnya, seperti fathu makkah hingga turunnya surat Al-Ma’idah ayat 3.
2. Apa alasan haji terakhir Rasulullah disebut haji wada'?
Karena tidak akan ada haji lagi bagi Rasulullah setelahnya.
3. Nabi Muhammad melakukan haji wada’ tahun berapa?
Tahun 10 Hijriah.
4. Berapa jumlah sahabat yang ikut Haji wada'?
Lebih dari 100.000 jamaah.
Referensi:
1. https://muslim.or.id/76777-khotbah-idul-adha-memetik-hikmah-dari-haji-wada-nabi.html
2. https://kisahmuslim.com/4648-haji-wada-perpisahan-rasulullah-dengan-umatnya.html
3. https://bincangmuslimah.com/kajian/pesan-terakhir-rasulullah-di-arafah-ketika-haji-wada-37464/
4. https://bimbinganislam.com/fawaid-hadist-55-wasiat-rasul-dalam-haji-wada/
5. https://khotbahjumat.com/2875-wasiat-nabi-di-haji-wada.html