Keutamaan Umroh di Bulan Ramadhan: Benarkah Setara Haji?
Memasuki bulan Ramadhan, banyak umat Islam mendambakan kesempatan pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Tak sedikit pula yang meyakini bahwa umroh di bulan Ramadhan memiliki pahala sangat besar, bahkan disebut setara dengan ibadah haji. Benarkah demikian?
Lalu, apabila pahalanya setara berhaji, apakah umroh saat bulan Ramadhan bisa menggantikan ibadah haji? Artikel ini akan mengupas fakta, dalil, dan alasan mengapa pahala umroh Ramadhan begitu istimewa.
Key Takeaways
Umroh di bulan Ramadhan mempunyai keistimewaan dari bulan lainnya karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyetarakannya dengan ibadah haji.
Meskipun pahalanya setara dengan ibadah haji, umroh pada bulan mulia ini tidak bisa menggantikan kewajiban haji bagi orang yang mampu. Ibadah haji tetap harus dilakukan oleh orang yang memenuhi syarat.
Salah satu keutamaan orang yang melakukan umroh pada bulan Ramadhan adalah mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mendapatkan pahala berlipat ganda, sampai mendapatkan keistimewaan di malam Lailatul Qadar.
Keutamaan Umroh di Bulan Ramadhan
Melaksanakan ibadah umroh di bulan suci Ramadhan menjadi impian banyak umat Islam. Berikut adalah keistimewaan yang bisa Anda dapatkan.
1. Pahala Setara Haji
Bukan mitos, beribadah umroh ketika bulan Ramadhan ternyata benar mempunyai pahala setara ibadah haji. Ini disampaikan dalam hadis riwayat Imam Bukhari yang berbunyi:
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
Artinya: “Sesungguhnya umroh di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain juga menyebutkan hal serupa bahwa menjalankan pahala umroh Ramadhan sama seperti ibadah haji:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Umrah di bulan Ramadhan menyamai ibadah haji.” (HR Ibnu Majah).
Meski begitu, kata “menyamai” atau “seperti” di sini bukan berarti menggugurkan kewajiban haji. Ulama terkemuka Mesir, Syekh Abdurrauf al-Munawi dalam Kitab At-Taysir bi Syarhi Jami‘is Shaghir, menerangkan bahwa kata tersebut hanya berlaku dari sisi pahala, bukan fakta umroh (di bulan Ramadhan) menggugurkan kewajiban haji.
Ini karena menurut ijma’ (kesepakatan ulama), ibadah umroh tidak bisa menggantikan posisi wajib haji. Jadi, pahala umroh Ramadhan tidak berlaku sebagai penggugur kewajiban haji bagi orang yang mampu.
Baca juga: Inilah 6 Amalan yang Pahalanya Setara dengan Ibadah Haji
2. Pahala Berlipat Ganda
Seseorang yang menjalankan umroh pada bulan penuh berkah akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Hal ini karena setiap amalan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan nilainya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, termasuk ibadah umroh.
Bahkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa umroh pada bulan Ramadhan setara dengan haji bersama beliau. Keutamaan ini menjadi kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk meraih pahala yang besar sekaligus memperkuat kualitas ibadah di bulan suci.
3. Mendapatkan Keistimewaan Lailatul Qadar
Salah satu alasan kuat mengapa banyak orang yang ingin melaksanakan umroh di bulan Ramadhan adalah karena memburu malam Lailatul Qadar di Tanah Suci. Malam ini terkenal sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga setiap ibadah memiliki nilai pahala sangat besar.
Pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur’an pertama kali diturunkan dan para malaikat turun ke Bumi dengan membawa ketenangan serta keberkahan hingga terbit fajar. Ini menjadi kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, doa, dan dzikir, terutama saat berada di Tanah Suci yang penuh kemuliaan.
4. Pengampunan Dosa
Sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:
“Satu umrah menuju umrah selanjutnya dapat menghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur hanya akan diganjar dengan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa siapapun yang menjalankan ibadah umroh secara berurutan, maka kedua umrohnya menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil dan tidak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Keutamaan ini tentu semakin besar ketika ibadah umroh dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Sebagai bulan yang penuh ampunan dan keberkahan, Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampun, terlebih saat malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.
5. Mengikuti Sunnah Rasul
Menunaikan umroh di bulan suci Ramadhan juga menjadi cara sederhana untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam memaksimalkan ibadah di waktu yang paling mulia. Bukan sekadar menjalankan ritual, tetapi juga menghadirkan kesungguhan dalam beribadah, memperbanyak doa, dzikir, dan amal kebaikan.
Baca juga: Keutamaan Umroh Bukan Healing: Spiritual Reset yang Hakiki
Waktu Terbaik Umroh di Bulan Ramadhan
Ada perbedaan pendapat mengenai waktu terbaik berangkat umroh di bulan suci, tergantung kondisi dan kenyamanan calon jamaah. Akan tetapi, biasanya orang lebih memilih di antara waktu berikut ini.
1. Awal-Pertengahan Ramadhan
Awal hingga pertengahan Ramadhan menjadi waktu yang cukup ideal untuk melaksanakan umroh karena kondisi belum terlalu padat dibandingkan menjelang akhir bulan.
Jamaah juga memiliki waktu yang lebih leluasa untuk beradaptasi, menjaga stamina, serta menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan nyaman tanpa terlalu terburu-buru.
2. Hari ke-10 Terakhir Bulan Ramadhan
Sepuluh hari terakhir Ramadhan juga menjadi waktu favorit karena merupakan momen paling istimewa untuk berburu malam Lailatul Qadar. Banyak jamaah memilih waktu ini agar bisa memaksimalkan ibadah di Tanah Suci, mulai dari i’tikaf, memperbanyak doa, hingga meningkatkan kualitas ibadah di malam hari.
Persiapan dan Tips Umroh di Bulan Ramadhan
Nah, buat Anda yang berencana berangkat umroh ke tanah suci di bulan Ramadhan, ada beberapa hal penting yang harus disiapkan. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Pilih Waktu yang Sesuai
Persiapan pertama adalah memilih waktu keberangkatan yang sesuai. Umroh itu ibadah yang bisa dilakukan kapan saja, sehingga Anda lebih fleksibel dalam memilih tanggal maupun hari.
Anda boleh memilih awal atau pertengahan Ramadhan agar ibadah lebih fokus dan tidak tergesa-gesa. Atau, mendekati 10 malam terakhir bulan Ramadhan untuk mengejar Lailatul Qadar.
2. Kondisi Kesehatan
Paling penting siapkan kondisi kesehatan. Umroh membutuhkan fisik dan mental yang prima agar setiap rangkaian ibadah terlaksana dengan baik. Cukupi tubuh dengan air dan minum vitamin untuk menunjang kesehatan.
3. Akomodasi dan Perlengkapan
Menyiapkan akomodasi dan perlengkapan umroh tak kalah penting. Sebaiknya, pilih penginapan atau hotel terdekat dengan masjid untuk memudahkan mobilitas ibadah.
Bawa pakaian secukupnya yang nyaman dan sesuai dengan musim di Mekkah. Jangan lupa membawa barang penting seperti obat-obatan pribadi, pakaian lengkap, pelembab agar kulit tidak kering, dan alas kaki.
4. Rencana Konsumsi
Karena keberangkatan umroh di bulan Ramadhan, Anda harus mempersiapkan rencana berbuka dan sahur dengan baik. Manfaatkan momen berbagi takjil gratis yang melimpah di sekitar Masjidil Haram atau Nabawi. Anda juga bisa membeli makanan toko sekitar untuk berbuka dan sahur.
Siap Berangkat ke Tanah Suci di Bulan Ramadhan?
Siapapun pasti menginginkan kesempatan untuk beribadah di Tanah Suci, terlebih umroh di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Momen ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Nah, ketika berangkat, jangan lupa membawa perlengkapan yang dibutuhkan. Salah satunya Sarung Mangga yang memiliki berbagai model sarung berbahan super adem yang membuat ibadah tetap nyaman selama di Mekkah. Sarung tenun terbaik asli Indonesia ini juga mempunyai corak khas yang bikin Anda pede selama beribadah.
Baca juga: Rangkaian Ibadah Umroh 101, Biar Gak Cuma Gaya-Gayaan!
FAQ
Umroh paling sepi di bulan apa?
Biasanya pada bulan Maret, April, dan Mei di luar bulan besar, seperti Ramadhan.
Apakah boleh berangkat ke Tanah Suci saat bulan Ramadhan?
Boleh, umat Islam boleh beribadah ke Tanah Suci saat bulan Ramadhan.
Kenapa harus umroh di bulan Ramadhan?
Umroh di bulan suci Ramadhan mempunyai banyak keistimewaan, salah satunya bisa mendapatkan pahala yang setara berhaji.
Berapa lama umroh pada bulan Ramadhan?
Ibadah umroh di awal Ramadhan biasanya 9 hari, umroh akhir Ramadhan sekitar 14 hari, sementara ada juga paket sebulan penuh selama Ramadhan.
Sumber:
https://jatim.nu.or.id/keislaman/pahala-umrah-saat-ramadhan-setara-ibadah-haji-LJSds
https://rumaysho.com/2657-umrah-ramadhan-seperti-haji-bersama-nabi336.html
https://bpkh.go.id/publikasi/siaran-pers/pahala-umroh-bulan-ramadhan
https://kotayogya.baznas.go.id/berita/news-show/keutamaan-umroh-di-bulan-ramadhan/16386
https://www.bankmuamalat.co.id/index.php/artikel/keutamaan-umrah-pada-bulan-ramadan1
https://haramainku.com/blog/detail/42/apakah-haji-menghapus-dosa-besar
https://nu.or.id/syariah/ini-9-janji-allah-di-balik-ibadah-haji-dan-umrah-yang-mabrur-shunQ
https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ubudiyah/keutamaan-umrah-di-bulan-ramadan/
https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ubudiyah/hukum-melaksanakan-ibadah-umrah/
https://jatim.nu.or.id/keislaman/bolak-balik-melaksanakan-umrah-apa-keistimewaannya-ppemG