Blog Islam Sehari-hari Sholat

Hukum Sholat Idul Adha dan Keutamaannya, Lengkap dengan Dalil

Hukum Sholat Idul Adha Lengkap dengan Dalilnya Source: Freepik
Hukum Sholat Idul Adha Lengkap dengan Dalilnya Source: Freepik

Idul Adha adalah momen perayaan besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari tersebut, ribuan hewan kurban akan disembelih sebagai bentuk ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Selain menyembelih hewan kurban, umat Islam juga melaksanakan sholat Idul Adha atau Id. Memangnya, apa hukum sholat Idul Adha?

Para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait sholat Idul Adha hukumnya sunnah atau wajib. Masing-masing punya argumen dan dalil yang digunakan untuk menguatkan pendapat.

Key takeaways

  • Pendapat yang mewajibkan sholat Idul Adha karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan amalan ini dan bahkan memerintahkan untuk keluar sholat.

  • Sementara pendapat yang menghukumi sunnah berdasarkan pandangan bahwa hanya sholat lima waktu yang wajib.

  • Jika tidak ada udzur syar’i seperti sakit atau bencana, umat Islam sebaiknya pergi menunaikan ibadah sholat Idul Adha untuk meraih kebaikan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Baca Juga: Mengapa Sholat Wajib? Siapa yang di Wajibkan Sholat?

Hukum Sholat Idul Adha Menurut Ulama

Mengutip Almanhaj, Syaikh Abu al-Hasan Mustafa bin Ismail as-Sulaimani menyebutkan bahwa ada tiga pendapat yang masyhur terkait hukum sholat Idul Adha di kalangan ulama.

Pertama, sholat Idul Adha hukumnya sunnah adalah pendapat dari jumhur (mayoritas) ulama. Kedua, fardhu kifayah atau wajib hanya bagi sekelompok orang adalah pendapat dari kalangan mazhab Hambali. Lalu, fardhu ‘ain atau wajib untuk tiap kepala adalah pendapat mazhab Hanafiyah serta salah satu riwayat dari Imam Ahmad.

Pendapat yang mengatakan bahwa sholat Idul Adha hukumnya sunnah berdasarkan hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma, ia berkata:

“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz ke Yaman, Rasulullah bersabda padanya, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi sebuah kaum Ahlul Kitab. Maka hendaknya yang engkau dakwahkan pertama kali adalah agar mereka mentauhidkan Allah Ta’ala. Jika mereka telah memahami hal tersebut, maka kabarkan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam….” (HR. Bukhari no. 7372 dan Muslim no. 19)

Dalam hadits tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala hanya mewajibkan sholat lima waktu. Maka dari itu, sebagian ulama seperti Imam Syafi’i berpandangan bahwa sholat wajib hanya sholat lima waktu, sedangkan di luar itu bukan bersifat wajib.

Sementara itu, pendapat yang mengatakan bahwa hukum sholat Idul Adha adalah wajib memiliki beberapa alasan. Pertama, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan amalan ibadah ini. Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan keluar untuk sholat, bahkan bagi para wanita. Berikut ini dalilnya.

Dari Ummu Atiyyah radhiyallahu anha, ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk keluar di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Baik wanita yang baru baligh, wanita sedang haid dan wanita perawan. Sementara orang yang haid dipisahkan dari (tempat) shalat. Agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doa umat Islam.” Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, ada di antara kami yang tidak mempunyai jilbab.” Beliau mengatakan, “Sebaiknya saudara perempuannya memberinya jilbab” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalil Sholat Idul Adha

Sholat Id hanya dilakukan dua kali dalam setahun, yakni bertepatan dengan momen Idul Fitri dan Idul Adha. Maka dari itu, sayang sekali jika kita sebagai umat Islam melewatkan amalan ibadah satu ini karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak pernah meninggalkannya selama sembilan kali Syawal dan Dzulhijah.

Selain itu, sudah banyak dalil yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan ibadah sholat Id. Berikut adalah salah satu di antaranya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Idul Adha atau Idul Fitri keluar, lalu sholat dua rakaat, dan tidak mengerjakan sholat apa pun sebelum maupun sesudahnya.” (HR. tujuh ahli hadis, dan lafal ini adalah lafal al-Bukhari)

Baca Juga: Alquran dan Hadits sebagai Pedoman Hidup Umat Muslim

Hikmah dan Keutamaan Sholat Idul Adha

Setiap ibadah mengandung hikmah dan keutamaan bagi pelakunya. Begitu pula jika mendirikan sholat Idul Adha. Berikut ini di antaranya.

1. Amalan yang Dicintai Allah 

Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah termasuk hari-hari terbaik dalam setahun untuk melakukan amal shaleh dan sholat Idul Adha dilakukan di salah satu harinya. Maka dari itu, amal ibadah ini lebih dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada:

“Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun“ (HR. Bukhari)

2. Mendapat Pahala

Setelah melakukan ibadah sholat Idul Adha atau amal shaleh lainnya, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberi balasan berupa pahala. Pahala ini nantinya akan menjadi bekal pulang ke akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 16:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami beri kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

3. Mengikuti Sunnah Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah role model atau panutan dalam menjalankan kehidupan dan ibadah sehari-hari. Sholat Idul Adha termasuk amalan yang tidak pernah beliau lewatkan. Maka dari itu, sudah seharusnya kita mengikuti ajaran beliau untuk mendirikan sholat Id pada momen kemenangan umat Islam.

Bahkan, barangsiapa yang mentaati beliau, balasannya adalah surga. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Siapa yang taat kepadaku, maka dia akan masuk surga” (HR. Bukhari)

Baca Juga: 7 Sunnah Rasul yang Perlu Diikuti agar Bahagia Dunia Akhirat

Sudah Tahu Hukum Sholat Idul Adha?

Di antara perbedaan pendapat ulama terkait pelaksanaan dan hukum sholat Idul Adha, umat Islam yang tidak memiliki udzur syar’i wajib berangkat untuk mendirikannya. Sholat Id dapat menjadi bentuk upaya menyiarkan Islam secara luas.

Pada momen perayaan ibadah ini, pastikan untuk menyambutnya dengan totalitas. Bagi kaum laki-laki, kenakan sarung terbaik di lemari untuk dibawa pergi sholat. Sarung berkualitas adalah sarung yang terbuat dari bahan adem dan halus seperti Sarung Mangga. Kami memiliki beragam desain sarung khas Nusantara yang elegan untuk Anda, lengkap dengan pilihan warna gelap hingga cerah.

FAQ

Bolehkah sholat Idul Adha di rumah?

Boleh, jika memang ada udzur syar’i seperti sakit atau wabah yang merebak dalam skala besar hingga tidak dianjurkan untuk berkumpul dan jumlah banyak.

Apa saja sunnah melaksanakan sholat Idul Adha?

Mandi sebelum berangkat, berhias, dan memakai pakaian terbaik.

Bagaimana jika sholat Idul Adha bertepatan di hari Jumat?

Bagi yang sudah sholat Idul Adha, ia boleh tidak menghadiri sholat Jumat.

Apakah sholat Idul Adha harus di lapangan terbuka?

Lebih afdhol jika di lapangan terbuka, tetapi boleh juga di masjid.

Referensi:

  1. https://muslim.or.id/56689-tata-cara-shalat-id-di-rumah.html

  2. https://almanhaj.or.id/327-hukum-shalat-ied-wajib-atau-sunnah.html

  3. https://rumaysho.com/676-panduan-shalat-idul-fithri-dan-idul-adha.html

  4. https://almanhaj.or.id/3958-hukum-shalat-dua-hari-raya.html

  5. https://nu.or.id/syariah/shalat-shalat-wajib-selain-shalat-fardhu-lima-waktu-c3AFJ

  6. https://almanhaj.or.id/2888-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-dan-amalan-yang-disyariatkan.html

  7. https://muhammadiyah.or.id/2024/04/salat-id-hukumnya-sunah-salat-subuh-hukumnya-wajib/ 

  8. https://www.dompetdhuafa.org/hukum-shalat-idul-adha-dan-keutamaannya/ 

Tags