Keutamaan Sholat Dhuha: Life Changer Buat Kita!
Keutamaan sholat Dhuha itu bukan semata-mata untuk mempertebal isi dompet atau rekening tabungan kamu! Sholat Dhuha itu justru salah satu bentuk self-care paling underrated yang bisa bantu menavigasi vibe hidup kamu dari gedebag-gedebug sana sini jadi lebih fokus.
Kalau kamu sebagai seorang muslim pejuang kehidupan ngerasa udah berusaha sholat 5 waktu sebaik yang kamu mampu tapi pagi kamu masih dimulai dengan perasaan yang awut-awutan dan pusing, praktik-in sholat Dhuha buat reset energi.
Keutamaan Sholat Dhuha dalam Hadis
Ulama dari 4 mazhab sepakat bahwa hukum sholat Dhuha adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) dan tidak wajib. Tapi, kedudukan sholat sunnah ini gak kaleng-kaleng. Selain memupuk amal sholeh dan pahala buat bekal pulang, salah satu keistimewaan sholat Dhuha adalah mencukupi sedekah harian persendian tubuh.
Faktanya, pada 360 persendian tubuh yang Allah ciptakan untuk kita itu ada kewajiban sedekahnya. Para ulama menjelaskan bahwa sedekah di sini maksudnya adalah mendekatkan diri pada Allah. Mengutip dari laman Muslim.or.id, salah satu sahabat, yaitu Abu Dzar radhiallahu ’anhu, meriwayatkan hadis dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam yang artinya:
“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan sholat Dhuha sebanyak dua raka’at” (HR. Muslim no. 720).
Sholat sunnah Dhuha itu juga dikenal sebagai sholatul awwabin, yaitu sholatnya orang-orang yang senantiasa kembali dan bertobat pada Allah subhanahu wa ta’aalaa. Seperti yang disampaikan dalam hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yaitu “Tidaklah menjaga sholat Dhuha kecuali orang yang banyak bertaubat kepada Allah”.
Pahala Sholat Dhuha bagi yang Konsisten
Setiap amal sholeh berdasarkan syariat yang sahih memiliki imbalan berupa pahala. Tapi, pahala sholat sunnah Dhuha yang konsisten kamu lakukan murni karena ingin dapat ridha Allah bisa bernilai setara dengan pahala umrah, lo.
Dasarnya adalah hadis riwayat Abu Daud (no. 558) dan Ahmad (no. 22304) yang dihasankan oleh Syekh Albani sebagai berikut:
“[...]Dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat Dhuha, dia tidak mempunyai niat kecuali itu, maka pahalanya seperti orang yang sedang umrah.[...]”
Manfaat sholat Dhuha ini bisa kamu raup ketika kamu lakukan secara konsisten. Kamu berkesempatan melakukan “investasi pahala” jangka panjang untuk akhirat kamu, sekaligus melatih fokus dan disiplin mental yang bakalan ngubah vibe dan cara kamu menghadapi hari.
Sholat Dhuha sebagai Sarana Memperoleh Rezeki
Gak sedikit sumber yang mengklaim bahwa sholat Dhuha merupakan pembuka pintu rezeki.
Salah satu dalil yang mendasari klaim tersebut adalah sebuah hadis Qudsi, yang berarti: "Wahai anak Adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi dirimu dengan sholat itu di akhir harimu" (HR. Ahmad, 4: 153).
Tapi, konteks rezeki dalam syariat Islam itu gak terbatas pada uang aja, ya. Cakupan rezeki yang Allah subhaanahu wa ta'aalaa berikan untuk seorang hamba itu luas. Termasuk di dalamnya kesehatan, waktu luang, kemudahan urusan, sampai dipertemukan dengan circle yang positif.
Laman Rumaysho mengutarakan bahwa para ulama terdahulu menjelaskan faedah sholat Dhuha dari hadis tersebut meliputi berbagai hal berikut.
1. Empat rakaat sholat tersebut bisa mengacu pada sholat Dhuha, sholat Israq (sholat Dhuha saat matahari setinggi tombak), dan sholat sunnah qabliyyah Subuh serta sholat Subuhnya.
2. Lafaz “...mencukupi dirimu” memiliki makna yang beragam, yaitu bahwa Allah subhanahu wa ta’aalaa akan:
menjaga orang yang melaksanakan amalan ini dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya;
memberi kecukupan dalam kesibukan dan urusan, serta akan dihilangkan dari hal-hal yang tidak disukai setelah engkau sholat hingga akhir siang;
menyelamatkan muslim yang melaksanakan sholat Dhuha dari cobaan dan musibah di akhir siang;
mencukupkan segala kebutuhan dalam segala hal.
Kalau kita cek kembali, lafaz “[...] laksanakan untukKu…” dalam hadis tersebut menekankan perintah melaksanakan sholat tersebut untuk Allah subhanahu wa ta’aalaa.
Artinya, niatnya harus murni mengharapkan ridha-Nya semata yang akan membawa keuntungan akhirat. Bukan sebaliknya, yaitu sekadar mengharapkan keuntungan dunia, yang justru gak bermanfaat di akhirat nanti.
Ketentuan Sholat Dhuha
Keutamaan sholat Dhuha bisa kamu dapatkan kalau waktu dan tata caranya kamu lakukan sesuai syariat yang telah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam contohkan.
Waktu Sholat Dhuha
Sholat sunnah Dhuha itu rentang waktu pelaksanaannya cukup panjang, mulai dari saat matahari setinggi tombak (waktu zawal) sampai sebelum matahari tegak.
Syekh Bin Baz rahimahullah menjelaskan tentang awal waktu tersebut dalam Fatawa Ibnu Baz.
Kamu bisa memilih waktu yang paling cocok dengan ritme kehidupan harian, baik itu dilaksanakan di waktu isyraq (di awal waktu Dhuha pada saat matahari setinggi tombak) maupun setelahnya.
Tapi, kalau ditanya waktu pelaksanaan terbaiknya adalah ketika matahari terik, seperti yang tertuang dalam hadis yang artinya sebagai berikut.
“Shalat awwabin hendaknya dikerjakan ketika anak unta merasakan terik matahari” (HR. Muslim no. 748).
Jumlah Rakaat Sholat Dhuha
Hadis yang berarti ”Shalat malam dan siang itu dua rakaat dua rakaat” menjadi dasar bahwa sholat sunnah secara umum minimal dikerjakan 2 rakaat. Jumlah rakaat sholat Dhuha bisa ditambah hingga empat, enam, bahkan dua belas, sesuai kemampuan kamu dan kehendak Allah subhanahu wa ta’aalaa.
Sebagian ulama juga menyebutkan bahwa jumlah rakaatnya tidak ada batasan karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam biasa menambahkan sesuka beliau.
Di samping itu, sholat ini boleh kamu kerjakan 4 rakaat bersambung dan berjamaah maupun sendirian, seperti layaknya sholat Zuhur atau Asar.
Tips Menjaga Konsistensi Sholat Dhuha
Biar keutamaan sholat Dhuha bisa kamu raih secara maksimal, praktikan tips simple berikut ini.
Tentukan waktu yang paling tenang, set pengingat di kisaran waktu yang ditentukan agar tidak terlewat.
Mulai secara bertahap, jangan terlalu ng-gas di awal, hilang motivasi kemudian. Awali dengan 2 rakaat secara rutin sebelum menambah jumlah rakaat.
Pahami esensi bahwa kamu melakukan ibadah ini karena ridha Allah yang paling kamu butuhin di atas segala hal dan untuk mendapatkan kebaikan yang berkah dari-Nya di dunia dan akhirat.
Menjalani Hari dengan Disiplin Diri
Keutamaan sholat Dhuha yang berisi keberkahan hari sangat erat kaitannya dengan disiplin diri. Biar ibadah kamu makin nyaman, pastikan kamu memakai sarung dengan modern lifestyle touch yang adem dan enak dilihat. Pilih Sarung Mangga untuk gaya beribadah yang maksimal namun tetap bersahaja.
FAQ
1. Apa keistimewaan sholat Dhuha?
Salah satunya adalah Allah akan mencukupkan segala kebutuhan dalam segala hal.
2. Sholat Dhuha paling baik jam berapa?
Saat matahari mulai terik.
3. Apakah jam 6.30 bisa sholat Dhuha?
Selama matahari sudah setinggi tombak atau masuk waktu zawal, entah pukul berapa pun itu sudah terhitung masuk waktu sholat Dhuha.
4. Apakah boleh sholat Dhuha setelah Subuh?
Tidak. Sholat Subuh dilakukan sebelum matahari terbit, sedangkan sholat Dhuha setelah matahari terbit dan setinggi tombak.
Referensi:
1. https://almanhaj.or.id/2357-shalat-dhuha.html
2. https://muslim.or.id/44198-fikih-shalat-dhuha.html
3. https://muslim.or.id/79456-salat-dhuha-salat-orang-yang-gemar-bertobat.html
4. https://almanhaj.or.id/23432-shalat-dhuhapengganti-sedekah-persendian.html#_ftn4
5. https://konsultasisyariah.com/23060-shalat-dhuha-membuka-pintu-rezeki.html
6. https://rumaysho.com/13291-shalat-dhuha-pembuka-pintu-rezeki.html