3 Peran Ayah dalam Keluarga Menurut Islam, Orang Tua Wajib Tahu
Sebagian laki-laki ingin segera menikah dan membangun keluarga. Namun, sebelum terburu-buru melakukannya, Anda perlu tahu bahwa menjadi suami dan ayah membutuhkan persiapan yang matang. Pasalnya, peran ayah dalam keluarga menurut Islam tidak sebatas pencari nafkah.
Ayah adalah pilar utama dalam keluarga yang berperan sebagai pemimpin dan pendidik. Terutama dalam Islam, sosok ayah telah beberapa kali disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadits untuk membimbing keluarga. Maka dari itu, sebagai laki-laki yang akan atau sedang menjadi ayah, ketahui lebih lanjut peran Anda di artikel ini.
Key takeaways
Seorang ayah memikul beban tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin keluarga.
Tidak ada ayah yang sempurna, tetapi selalu ada ayah yang bekerja keras menjalankan perannya sesuai ajaran Islam.
Sosok ayah yang berhasil mendidik dan memberi teladan akan membentuk keluarga yang berkarakter baik.
Baca Juga: Hikmah Pernikahan dalam Islam: Gak Sekadar Punya Keturunan!
Ayat Al-Qur’an tentang Peran Ayah dan Maknanya
Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi seluruh umat Islam yang di dalamnya turut membahas peran seorang ayah. Beberapa surat yang menyinggung persoalan ini adalah sebagai berikut.
1. Surat Luqman ayat 13
Surat ini mengisahkan Luqman al-Hakim, seorang ayah yang sedang menasehati anaknya untuk tidak menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
Wa idz qâla luqmânu libnihî wa huwa ya‘idhuhû yâ bunayya lâ tusyrik billâh, innasy-syirka ladhulmun ‘adhîm.
Artinya: “(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.”
2. Surat An-Nisa ayat 34
Melalui surat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan peran laki-laki sebagai figur utama untuk mencari nafkah atau rezeki bagi keluarganya.
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْۗ
Ar-rijâlu qawwâmûna ‘alan-nisâ'i bimâ fadldlalallâhu ba‘dlahum ‘alâ ba‘dliw wa bimâ anfaqû min amwâlihim.
Artinya: “Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya…”
3. Surat Ash-Shaffat ayat 102
Peran ayah dalam mendidik anak menurut Al-Qur’an ditunjukkan melalui dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang saling terbuka. Keterbukaan komunikasi ini akan membantu anak dan orang tua saling memahami perasaan masing-masing.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
fa lammâ balagha ma‘ahus-sa‘ya qâla yâ bunayya innî arâ fil-manâmi annî adzbaḫuka fandhur mâdzâ tarâ, qâla yâ abatif‘al mâ tu'maru satajidunî in syâ'allâhu minash-shâbirîn.
Artinya: “Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”
4. Surat At-Tahrim ayat 6
Sebagai salah satu pilar utama dalam keluarga, sosok ayah menjadi teladan bagi istri dan anak-anaknya dalam mengerjakan kebaikan agar terhindar dari azab neraka.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Yâ ayyuhalladzîna âmanû qû anfusakum wa ahlîkum nâraw wa qûduhan-nâsu wal-ḫijâratu ‘alaihâ malâ’ikatun ghilâdhun syidâdul lâ ya‘shûnallâha mâ amarahum wa yaf‘alûna mâ yu’marûn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Baca Juga: Inilah 7 Dosa Besar Istri Terhadap Suami yang Sering Dilakukan
Peran Ayah dalam Keluarga Menurut Islam
Berdasarkan dalil Al-Qur’an tentang peran ayah, berikut adalah beberapa hikmah utama yang bisa Anda petik.
1. Pemimpin dan Penanggung Jawab Keluarga
Seorang ayah adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas kehidupan seluruh anggota keluarganya. Ibarat nahkoda kapal, ayah berperan mengarahkan keluarga menuju tujuan baik yang telah ditetapkan serta mengambil keputusan penting demi kebaikan bersama.
Karena itu, seorang ayah perlu memiliki ketegasan dalam memimpin agar tidak mudah goyah. Namun, juga mengedepankan kasih sayang dan kelembutan agar kepemimpinannya tidak berubah menjadi sikap yang otoriter.
2. Menjadi Teladan Kebaikan
Bagi ayah yang mengharapkan anak-anaknya tumbuh menjadi orang saleh dan salehah, sebelumnya ia harus menjadi teladan. Mengutip Halal MUI, Imam Al-Ghazali pernah berkata untuk mendidik anak 25 tahun sebelum ia lahir. Nasihat ini maksudnya menyuruh ayah untuk mendidik dirinya sendiri sebelum mendidik anak-anaknya.
Jika ingin anak ringan tangan, beri contoh dengan sering menolong orang lain yang kesusahan. Nantinya, keteladanan baik yang telah mengakar kuat dalam keluarga bisa membawa ke kehidupan yang jauh dari perbuatan maksiat.
3. Tulang Punggung Keluarga
Salah satu tugas seorang ayah menurut Islam adalah menjadi tulang punggung atau pencari rezeki. Ayah perlu memastikan kebutuhan dasar istri dan anak terpenuhi, seperti sandang, pangan, dan papan.
Meski memberi nafkah hukumnya wajib, perlu diingat bahwa memastikan kehalalan caranya juga wajib. Jangan sampai Anda bekerja dengan cara yang tidak jujur sehingga istri dan anak memakan harta yang bukan haknya.
Baca Juga: Hukum Suami Tidak Memberi Nafkah: Antara Kewajiban dan Dosa
Peran Ayah dalam Membentuk Karakter Keluarga yang Baik
Masih banyak yang mengira peran ayah akan selesai jika kebutuhan ekonomi terpenuhi. Padahal, peran ayah dalam keluarga menurut Islam lebih dari itu. Mereka harus menjadi pemimpin serta pendidik yang bertanggung jawab untuk membentuk karakter keluarga yang baik.
Salah satu cara untuk mendidik karakter keluarga adalah dengan rajin pergi ke masjid. Masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga pusat kajian untuk belajar. Saat pergi, Anda bisa memakai pakaian ibadah dari Sarung Mangga yang terkenal karena kenyamanan bahannya.
Terbuat dari bahan tetron rayon yang adem, tersedia berbagai pilihan sarung warna-warni cerah dan maskulin untuk tampil lebih maksimal. Cek katalognya sekarang!
FAQ
Apa kaitan peran ayah dalam keluarga menurut Islam dengan fatherless?
Ayah yang tidak berperan sepenuhnya dalam keluarga akan membuat anak merasa fatherless atau tidak merasakan kehadiran ayah secara emosional.
Mengapa peran ayah penting dalam keluarga?
Karena menjadi pilar utama yang menopang keluarga sebagai pemimpin, pendidik, dan pencari nafkah.
Apakah menjadi ayah berarti harus tegas sepanjang waktu?
Tidak. Sosok ayah juga perlu dibarengi dengan kelembutan dan kasih sayang supaya kesehatan mental anak terjaga.
Bagaimana dampak jika ayah tidak berperan dalam keluarga?
Keluarga rentan mengalami konflik dan anak mudah kehilangan arah hidup.
Referensi: