Blog Islam Sehari-hari Puasa

Puasa bagi Ibu Menyusui: Wajib Tahan atau Boleh “Skip” Dulu?

Puasa bagi Ibu Menyusui, Wajib atau Tidak? Source: Freepik
Puasa bagi Ibu Menyusui, Wajib atau Tidak? Source: Freepik

Puasa Ramadhan memang kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah memenuhi syarat. Namun, dalam ajaran Islam, ada keringanan untuk kondisi tertentu karena Islam tidak pernah membebani umatnya di luar batas kemampuannya. Lantas, bagaimana hukum puasa bagi ibu menyusui?

Key takeaway

  • Ibu menyusui tetap wajib puasa, tetapi mendapat keringanan (rukhsah) jika ada risiko bagi ibu atau bayi.

  • Ibu boleh tidak berpuasa jika ASI menurun, bayi masih bergantung penuh, atau kondisi ibu melemah.

  • Kewajiban setelah tidak puasa bisa berupa qadha saja atau qadha + fidyah, tergantung alasannya.

Pengertian Puasa dan Keringanan dalam Islam

Puasa dalam Islam adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat karena Allah Subhanahu wa ta’ala.

Puasa Ramadhan adalah salah satu jenis puasa dan termasuk rukun islam, yang mana jika ditinggalkan tanpa alasan jelas, maka akan berdosa. Meski begitu, Islam tetap memberi keringanan (rukhsah) bagi kondisi tertentu, seperti orang yang sakit, musafir, dan ibu hamil atau menyusui.

Namun, keringanan ini bukan berarti menggugurkan kewajiban, tetapi memberi solusi sesuai kondisi. Bentuknya bisa berupa mengganti puasa di hari lain (qadha) atau membayar fidyah (memberi makan orang miskin), tergantung situasi masing-masing. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka wajib menggantinya di hari lain. Dan bagi yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184).

Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui

Pada dasarnya, hukum puasa untuk ibu menyusui adalah wajib, sama seperti Muslim lainnya yang mampu menjalankannya. Namun, Islam memberi keringanan (rukhsah) jika terdapat kondisi yang dikhawatirkan dapat menimbulkan mudarat. Keringanan ini tidak diberikan secara mutlak, melainkan berdasarkan pertimbangan yang kuat, seperti kondisi kesehatan atau rekomendasi dokter.

Kondisi yang Membolehkan Ibu Tidak Berpuasa

Islam memberikan rukhsah (keringanan) ketika puasa berpotensi membahayakan ibu atau bayi, berdasarkan kondisi nyata atau pertimbangan medis. Berikut ini beberapa kondisi yang membolehkan tidak puasa bagi ibu menyusui.

  • ASI menurun drastis: Jika puasa menyebabkan produksi ASI menurun hingga bayi tidak kenyang, rewel, atau berat badannya tidak bertambah, maka ibu boleh tidak berpuasa.

  • Bayi masih bergantung penuh pada ASI: Jika bayi masih berusia di bawah 6 bulan dan sepenuhnya mengandalkan ASI sebagai sumber nutrisi utama, maka ibu mendapat keringanan untuk tidak berpuasa.

  • Kondisi ibu melemah: Jika puasa membuat ibu mengalami lemas berlebihan, pusing, atau dehidrasi hingga mengganggu proses menyusui, maka ibu boleh tidak berpuasa demi menjaga kesehatan diri dan bayi.

Baca juga: Hukum Puasa saat Hamil Muda Menurut Islam dan Tipsnya

Kewajiban dan Cara Mengganti Puasa bagi Ibu Menyusui

Jika ibu menyusui tidak berpuasa di bulan Ramadhan, maka ia wajib menggantinya sesuai dengan kondisi yang dialami. Secara umum, terdapat dua cara penggantian, yaitu qadha dan fidyah.

1. Qadha Puasa

Qadha adalah mengganti puasa di hari lain setelah Ramadhan ketika kondisi ibu sudah memungkinkan. Puasa qadha ini diwajibkan bagi ibu menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir terhadap kondisi dirinya sendiri, atau terhadap dirinya dan bayinya sekaligus.

Penggantian ini dilakukan sesuai jumlah hari yang ditinggalkan dan boleh dikerjakan secara bertahap. Waktu pelaksanaannya fleksibel, yaitu sebelum Ramadhan berikutnya, sehingga tersedia waktu yang cukup panjang untuk menunaikannya.

Baca juga: Sempurnakan Ibadah Puasa Ikuti Langkah Niat Ganti Puasa Ramadhan

2. Fidyah 

Membayar fidyah sekaligus qadha puasa diwajibkan bagi ibu menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir terhadap kondisi bayinya saja. Fidyah adalah upaya memberi makanan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.

Fidyah umumnya berupa makanan pokok, seperti beras sebanyak satu mud (sekitar 0,6–0,7 kg atau ± 675 gram) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Misalnya, jika meninggalkan 10 hari puasa, maka wajib memberikan 10 mud makanan pokok. Pemberian fidyah dapat dilakukan kepada satu atau beberapa orang fakir miskin, baik secara langsung maupun melalui lembaga zakat terpercaya.

Tips Puasa bagi Ibu Menyusui

Jika ibu menyusui ingin tetap berpuasa, penting untuk menjaga keseimbangan antara ibadah serta kesehatan ibu dan bayi. Berikut ini beberapa tips menjalankan puasa untuk ibu menyusui agar tetap aman dan lancar.

  • Penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih sebanyak 2–3 liter setiap hari secara bertahap, dari berbuka hingga sahur, agar terhindar dari dehidrasi.

  • Jangan melewatkan sahur karena sahur menjadi sumber energi utama selama puasa.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayur, buah, protein hewani dan nabati, serta susu untuk menjaga kesehatan ibu dan produksi ASI.

  • Atur pola makan saat berbuka puasa dengan tidak berlebihan minum dan mengutamakan makanan ringan bergizi sebelum makan utama.

  • Istirahat yang cukup agar stamina tubuh dan kestabilan produksi ASI selama berpuasa tetap terjaga.

  • Jaga produksi ASI dengan menerapkan prinsip supply and demand melalui menyusui secara rutin.

  • Gunakan teknik menyusui yang tepat seperti pijatan lembut (hands-on breastfeeding) untuk membantu melancarkan aliran ASI.

  • Perhatikan proses adaptasi tubuh karena ibu dan bayi membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola puasa.

  • Dengarkan kondisi tubuh dan segera berbuka jika muncul tanda kelelahan atau gangguan kesehatan demi keselamatan ibu dan bayi.

  • Konsultasi dengan tenaga medis jika ragu agar puasa tetap aman sesuai kondisi kesehatan.

Puasa Nyaman dan Bermanfaat untuk Ibu Menyusui

Puasa bagi ibu menyusui tidak bersifat mutlak harus dijalankan, melainkan menyesuaikan kondisi kesehatan ibu dan kebutuhan bayi. Jika puasa ditinggalkan, kewajiban tetap harus dipenuhi melalui qadha, fidyah, atau keduanya, tergantung pada alasan yang mendasarinya menurut ketentuan syariat.

Namun, menjalankan ibadah di bulan Ramadhan tidak hanya soal menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menjaga kenyamanan dan kekhusyukan dalam beraktivitas sehari-hari. Karena itu, penting untuk memilih perlengkapan ibadah yang mendukung, termasuk pakaian yang nyaman digunakan.

Dalam hal ini, Sarung Mangga hadir dengan berbagai pilihan sarung aesthetic berbahan lembut dan adem di kulit, sehingga nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas ibadah, baik di rumah maupun di masjid. Desainnya pun beragam, dengan pilihan motif yang bisa disesuaikan untuk seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

FAQ

Apakah puasa bisa membuat ASI berkurang?

Tidak selalu, karena setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda. Namun, jika terbukti ASI menurun dan berdampak pada bayi, maka ibu boleh tidak berpuasa.

Bolehkah ibu menyusui tapi tidak sahur?

Ibu menyusui tidak boleh melewatkan sahur, karena makanan yang dikonsumsi saat sahur akan menjadi cadangan nutrisi dan kalori selama menjalani puasa seharian.

Apakah ibu menyusui boleh puasa setengah hari?

Dalam syariat, puasa tetap dihitung satu hari penuh. Jika tidak mampu melanjutkan hingga maghrib, maka ibu boleh membatalkan puasa dan menggantinya di lain hari.

Bagaimana tanda bayi terdampak karena ibu berpuasa?

Tanda yang perlu diperhatikan antara lain bayi lebih rewel, frekuensi menyusu meningkat namun tidak puas, serta berat badan tidak naik sesuai usia.

Referensi:

  1. https://nu.or.id/kesehatan/ibu-menyusui-boleh-tidak-puasa-ACD8f 

  2. https://almanhaj.or.id/2809-apabila-ibu-hamil-dan-menyusui-berpuasa.html 

  3. https://baznas.go.id/artikel-show/Bayar-Fidyah-Puasa-Ibu-Menyusui:-Panduan-Praktis-dan-Tepat/1334 

  4. https://mui.or.id/baca/bimbingan/perempuan-hamil-dan-menyusui-boleh-tak-puasa-begini-ketentuannya?page=5 

  5. https://www.nucare.id/news/kasih_sayang_allah_untuk_perempuan_rukhsah_puasa_bagi_ibu_hamil_menyusui 

  6. https://baznas.go.id/artikel-show/Fidyah-Puasa-Ramadhan-bagi-Ibu-Menyusui:-Tata-Cara-dan-Hitungannya/1415 

  7. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsq/article/download/24893/7833 

  8. https://www.alodokter.com/kiat-aman-puasa-bagi-ibu-menyusui

  9. https://www.rspondokindah.co.id/id/news/lancar-menyusui-di-bulan-ramadan

Tags