Blog Islam Sehari-hari Sholat

Sholat Gerhana Bulan dan Matahari: Tata Cara dan Hikmahnya

Belajar Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari Source: Pexels
Belajar Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari Source: Pexels

Sholat gerhana bulan dan matahari adalah ibadah sunnah yang dianjurkan saat Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan tanda kebesaran-Nya lewat fenomena alam gerhana. Ini adalah ibadah yang bukan sekadar ritual, tetapi menjadi momentum untuk mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Meski begitu, tidak semua Muslim memahami bagaimana hukum, niat, serta tata cara melaksanakannya, bahkan alasan mengapa harus ada sholat gerhana. Jika Anda salah satunya, artikel ini akan menjelaskannya secara lengkap sehingga ibadah bisa dilakukan sesuai syariat.

Key Takeaways

  • Sholat gerhana bulan dan matahari merupakan sholat sunnah muakkadah yang dianjurkan selama gerhana masih berlangsung sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

  • Niat sholat sunnah gerhana dilakukan dalam hati, lalu dilaksanakan dua rakaat dengan tata cara khusus yang mencakup dua kali rukuk pada setiap rakaat.

  • Selain sholat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan sedekah saat terjadi gerhana.

  • Sholat gerhana menjadi momen untuk meningkatkan ketakwaan, menyadari kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta menghidupkan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Baca Juga: Sholat Qobliyah dan Badiyah: Hukum, Macam, dan Keutamaannya

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

Dalam Islam, sholat gerhana adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melaksanakan sholat tersebut saat terjadi gerhana serta mengajak umat Islam untuk memperbanyak ibadah.

Gerhana bukan pertanda kelahiran atau wafatnya seseorang. Fenomena tersebut adalah salah satu tanda kebesaran kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga setiap umat Islam dianjurkan untuk mengingat-Nya lewat sholat, istighfar, doa, dan sedekah.

Waktu pelaksanaannya dimulai ketika gerhana terlihat sampai gerhana berakhir. Ketika gerhana sudah selesai sebelum sholat dimulai, Anda tidak lagi disunnahkan melaksanakan sholat gerhana. Sebaliknya, ketika gerhana masih berlangsung, umat Islam dianjurkan segera melaksanakannya.

Sholat ini bisa dilakukan secara mandiri atau berjamaah. Akan tetapi, pelaksanaan secara berjamaah lebih diutamakan karena sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Niat Sholat Sunnah Gerhana Bulan dan Matahari

Sebelum melaksanakan sholat gerhana, Anda harus memahami bahwa tempat niat ada di dalam hati. Niat merupakan pembeda antara ibadah dengan aktivitas biasa, sehingga niat memiliki posisi yang sangat penting. Tanpa niat, ibadah yang Anda lakukan bisa jadi tidak sah.

Niat Sholat Gerhana Matahari

Ushalli sunnatal kusuufi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Gerhana Bulan

Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Selain memahami niat, Anda juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa selama berlangsungnya gerhana. Ini termasuk memperbanyak membaca Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan.

Baca Juga: Perbedaan Sholat Idul Fitri dan Sholat Idul Adha, Apa Saja?

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

Tata cara sholat gerhana agak berbeda dibandingkan dengan sholat sunnah pada umumnya. Ini karena setiap rakaat mempunyai dua kali rukuk.

  1. Berniat: Niat diucapkan dalam hati sesuai dengan gerhana yang terjadi. Namun, bisa juga melafazkan niat untuk memperkuat niat yang ada di dalam hati.

  2. Takbiratul ihram: Memulai sholat gerhana sebagaimana sholat pada umumnya.

  3. Membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an: Setelah itu, Anda membaca surat Al-Fatihah, lalu dianjurkan membaca surat cukup panjang (jika mampu).

  4. Rukuk pertama: Melaksanakan rukuk secara tuma’ninah sambil membaca bacaan rukuk.

  5. Berdiri kembali: Bangkit dari rukuk, kemudian membaca Al-Fatihah kembali dan diteruskan dengan membaca surat Al-Qur’an.

  6. Rukuk kedua: Melaksanakan rukuk yang kedua di rakaat yang sama.

  7. I’tidal dan sujud: Setelah bangkit dari rukuk yang kedua, lanjutkan dengan i’tidal, lalu sujud dua kali seperti halnya sholat biasa.

  8. Rakaat kedua: Rakaat kedua dilaksanakan dengan pola yang sama, yaitu dua kali berdiri membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an serta dua kali rukuk sebelum i’tidal dan sujud.

  9. Tasyahud dan salam: Setelah rakaat kedua selesai, sekarang waktunya tasyahud dan mengucapkan salam.

Sementara itu, doa sholat gerhana bulan dan matahari tidak jauh berbeda dengan doa-doa pada umumnya. Adapun yang terpenting adalah Anda memanjatkan doa-doa kebaikan dengan bahasa yang Anda pahami.

Sesudah sholat, imam dianjurkan menyampaikan khotbah atau nasihat yang isinya ajakan untuk selalu bertakwa, memperbanyak istighfar, sedekah, serta mengingat kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan memahami tata cara sholat gerhana, Anda bisa melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat. 

Baca Juga: Bagaimana Hukumnya Tidak Sholat Idul Adha? Ini Ketentuannya

Kenapa Dianjurkan Sholat Gerhana Bulan dan Matahari?

Masih banyak yang menanyakan kenapa harus sholat gerhana saat fenomena tersebut muncul. Sebenarnya, Islam tidak menolak sains. Justru penjelasan ilmiah tentang proses Bumi, Matahari, dan Bulan semakin menunjukkan betapa agungnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sholat gerhana bukan sekadar bentuk ketakutan terhadap gerhana, tetapi sebuah ketataan pada Sang Pencipta. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mengajarkan agar umatnya menjadikan peristiwa tersebut sebagai momen untuk memperbanyak ibadah.

Terdapat beberapa hikmah yang bisa Anda ambil, antara lain:

  • Mengingat keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

  • Menumbuhkan rasa tawadhu serta tidak sombong terhadap kekuatan dan ilmu manusia.

  • Melatih kepekaan spiritual lewat dzikir dan doa.

  • Menghidupkan amalan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

  • Mempererat ukhuwah Islamiyah saat melaksanakan sholat gerhana secara berjamaah.

Sholat Gerhana Bulan dan Matahari sebagai Bentuk Mengingat Kebesaran Allah

Gerhana adalah salah satu di antara berbagai tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sekaligus menjadi pengingat bahwa seluruh alam semesta ada di dalam genggaman-Nya. Maka dari itu, sholat gerhana bulan dan matahari merupakan ibadah yang mempunyai nilai spiritual yang sangat besar.

Sebagai generasi yang lebih dulu mengetahui dan melaksanakan tradisi ibadah di masjid dan pesantren, kami memandang bahwa perlengkapan sholat yang nyaman sering membuat seseorang lebih bersemangat dalam beribadah. Hal inilah yang mendorong Sarung Mangga menghadirkan sarung yang cocok untuk anak muda melalui desain modern.

Sarung Mangga bisa menjadi pilihan terbaik sekaligus menjadi teman spiritual yang akan menemani Anda melaksanakan sholat atau ibadah-ibadah lainnya. Tampilannya yang keren membuat Anda percaya diri memakainya dengan tetap mempertahankan kesan islami.

FAQ

Apakah sholat gerhana bulan dan matahari bersifat wajib?

Tidak. Hukumnya sunnah yang sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah.

Bolehkah sholat gerhana dilakukan sendiri?

Ya, boleh dilaksanakan sendiri atau berjamaah.

Berapa rakaat sholat gerhana?

Dua rakaat, dua kali rukuk di setiap rakaat.

Apa yang dianjurkan setelah sholat gerhana?

Memperbanyak dzikir, doa, sedekah, istighfar, serta mendengarkan khotbah jika melaksanakan sholat secara berjamaah.

Referensi:

  1. https://almanhaj.or.id/34258-pelaksanaan-shalat-gerhana.html 

  2. https://rumaysho.com/35087-tata-cara-shalat-gerhana-secara-ringkas-dan-cukup-jelas.html 

  3. https://www.rumahzakat.org/shalat-gerhana-bulan/ 

  4. https://muhammadiyah.or.id/2020/08/tuntunan-shalat-kusufain-shalat-gerhana-matahari-bulan/ 

  5. https://jatim.nu.or.id/keislaman/panduan-shalat-gerhana-bulan-lengkap-hingga-waktu-pelaksanaannya-WG8yJ 

  6. https://nu.or.id/syariah/tata-cara-shalat-gerhana-bulan-TKGsa 

  7. https://islami.co/shalat-gerhana-bulan-tata-cara-lengkap-dan-infografis/ 

  8. https://mui.or.id/baca/bimbingan/umat-islam-disunnahkan-shalat-khusuf-ketika-terjadi-gerhana-bulan-begini-tuntunan-lengkapnya 

  9. https://kemenag.go.id/en/tanya-jawab-fiqih/hukum-dan-tata-cara-shalat-khusuf-atau-gerhana-bulan-Q5GnM 

  10. https://muslim.or.id/27625-tata-cara-shalat-gerhana.html

Tags