Blog Islam Sehari-hari Ilmu Tauhid

Mengilhami Sifat Allah sebagai Bentuk Memperkuat Iman

Sifat Allah yang Wajib Dipahami Setiap Muslim Source: Magnific
Sifat Allah yang Wajib Dipahami Setiap Muslim Source: Magnific

Ilmu Tauhid merupakan fondasi dasar dalam meraih keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta keselamatan dunia maupun akhirat. Salah satu cara utama memantapkan ketauhidan tersebut adalah melalui ma’rifatullah atau pendalaman ilmu mengenai sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Agung.

Tanpa adanya pengenalan dan pemahaman sahih, ibadah yang dilakukan dapat menjadi sekadar rutinitas mekanis tanpa makna dan kekhusyukan. Mempelajari sifat-sifat-Nya juga membantu manusia memahami bagaimana alam semesta ini berjalan penuh keteraturan serta cara hamba-Nya menempatkan diri.

Key takeaways

  • Memahami sifat-sifat Allah merupakan langkah penting untuk memperkuat tauhid dan mendekatkan diri kepada-Nya.

  • Sifat Allah terbagi menjadi sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz yang membantu umat Islam mengenal kesempurnaan-Nya secara benar.

  • Mengenal sifat-sifat Allah membuat ibadah seperti sholat, puasa, zikir, dan doa menjadi lebih khusyuk, bermakna, dan penuh keyakinan.

  • Pemahaman ini juga membantu membangun ketaatan yang tulus sekaligus menjaga hati dari kesombongan, kecemasan, dan keraguan.

Mengenal Sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Berdasarkan penjelasan komprehensif para ulama yang terangkum dalam laman NU Online, sifat Sang Pencipta secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga kategori utama, yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.

Sifat Wajib Allah

Sifat wajib merupakan sifat-sifat yang pasti ada. Menurut kesepakatan (ijma’) para ulama akidah, terdapat 20 sifat wajib yang mutlak setiap Muslim ketahui dan terklasifikasi dalam empat kategori utama sesuai rujukan Islami.co berikut.

1. Sifat Nafsiyah

Secara teologis, sifat Allah berfungsi untuk menegaskan keberadaan-Nya, yang mana secara akal manusia tidak mampu membayangkan eksistensi tersebut. Sifat Nafsiyah hanya satu, yaitu wujud (ada).

Merujuk Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 2, Dia adalah Zat yang hidup kekal lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya secara mandiri.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُۗ

Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm.

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya) secara terus-menerus.”

2.  Sifat Salbiyah

Sifat Salbiyah adalah kelompok sifat yang berfungsi untuk menolak, menegaskan, atau meniadakan segala hal, karakteristik, dan kekurangan yang sama sekali tidak layak disematkan pada kesempurnaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Terdapat 5 sifat yang masuk dalam kategori ini, yaitu.

  • Qidam (Terdahulu): Sifat ini menegaskan keberadaan-Nya tidak berawal dari ketiadaan (al-‘adam). Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Sang Permulaan yang tanpa awal.

  • Baqa’ (Kekal): Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa ada dan tidak akan pernah mengalami kepunahan, kehancuran, degradasi, ataupun akhir.

  • Mukhalafatu lil Hawaditsi (Berbeda dengan makhluk-Nya): Allah Subhanahu Wa Ta’ala sama sekali tidak menyerupai apa pun yang diciptakan-Nya.

  • Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri sendiri): Sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menjadi tempat bergantung segala penciptaan-Nya, tanpa memerlukan bantuan.

  • Wahdaniyah (Maha Esa): Penegasan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah tunggal (esa).

3. Sifat Ma’ani

Sifat Allah dan artinya kali ini adalah ma’ani, atau sifat-sifat abstrak namun riil (existential) yang tegak pada Zat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang terdiri dari 7 hal berikut.

  • Qudrah (Kuasa): Memiliki kekuasaan mutlak dan tidak terbatas atas segala hal yang bersifat mungkin (mumkinat).

  • Iradah (Kehendak): Mampu menentukan, merancang, dan memilih segala sesuatu yang terjadi di jagat raya ini sesuai dengan kemauan mutlak-Nya tanpa ada intervensi.

  • 'Ilmu (Mengetahui): Pengetahuan yang bersifat tak terbatas, bahkan hal yang mustahil.

  • Hayah (Hidup): Kehidupan-Nya tidak ditopang oleh aliran darah dan tak akan berakhir.

  • Sama' (Mendengar): Maha Mendengar segala sesuatu.

  • Bashar (Melihat): Maha Melihat segalanya di alam semesta, tiada yang tersembunyi.

  • Kalam (Berfirman): Mampu berfirman tanpa alat bantu, tanpa terbatas bahasa.

4. Sifat Ma’nawiyah

Sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang satu ini terdiri dari 7 sifat konstan yang menegaskan kesempurnaan-Nya.

  • Kaunuhu Qadiran: Maha Kuasa.

  • Kaunuhu Muridan: Maha Menghendaki.

  • Kaunuhu 'Aliman: Maha Mengetahui.

  • Kaunuhu Hayyan: Maha Kehidupan.

  • Kaunuhu Sami'an: Maha Mendengar.

  • Kaunuhu Bashiran: Maha Melihat.

  • Kaunuhu Mutakalliman: Maha Berfirman.

Sifat Mustahil Allah

Sifat mustahil Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah kebalikan mutlak dari sifat wajib. Sifat mustahil merupakan segala bentuk karakteristik, sifat, dan kekurangan yang secara akal sehat (‘aqal salim) serta syariat mustahil ada atau terjadi pada-Nya.

Mengutip penjabaran Mozaik Islam, terdapat 20 sifat mustahil bagi-Nya, yaitu: ‘Adam (tiada), Huduts (diciptakan), Fana (binasa), Mumatsalatu lil Hawaditsi (menyerupai makhluk), dan seterusnya. Mempelajari sifat mustahil ini membantu membantah berbagai syubhat ateisme maupun skeptisisme modern dengan argumen logika.

Sifat Jaiz Allah

Terakhir, sifat jaiz yang merujuk pada kebebasan, hak prerogatif, dan wewenang mutlak Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk melakukan sesuatu yang bersifat mungkin (mumkin) atau meninggalkannya sesuai dengan kehendak bebas-Nya (Fi’lu kulli mumkinin aw tarkuhu). Tak ada kewajiban mengikat terhadap makhluk ciptaan-Nya.

Keberadaan manusia di bumi, dari kelahiran, rezeki, kesembuhan dari penyakit, serta takdir kematian semuanya berada dalam wilayah kemungkinan (jaiz). Jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak, maka terjadilah. Bila tidak, maka tak ada yang dapat memaksakan untuk mewujudkannya.

Mengapa Umat Islam Perlu Mempelajari Sifat-sifat Allah?

Mengapa mengenal dan memahami sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat penting? Sebab, ketika seorang Muslim berhasil mengenal sifat-sifat pencipta-Nya, maka seluruh aktivitas ibadahnya seperti sholat, zikir, puasa, dan doa akan mengalami transformasi spiritual yang luar biasa.

Sholat tidak akan lagi terasa hambar, puasa tidak menjadi berat, serta doa tidak akan lagi terasa sia-sia. Manusia akan sadar bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan Zat yang Maha Melihat (Bashar), Maha Mendengar (Sama’), dan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pembagian ini bukan bertujuan untuk membatasi kesempurnaan mutlak-Nya, melainkan merupakan metode logis dan sistematis (manhaj ‘aqli) untuk membantu akal manusia yang terbatas dalam mengesakan dan mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara proporsional.

Kesadaran esensial ini sangat membantu umat Islam dalam upaya membangun ketaatan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tulus, konsisten, dan penuh cinta (mahabbah). Selain itu, juga merupakan obat penawar paling mujarab bagi berbagai penyakit hati seperti kesombongan, kecemasan berlebih (anxiety), hingga depresi.

Kuatkan Iman dan Takwa dengan Memahami Sifat Allah

Memahami sifat-sifat-Nya secara mendalam merupakan kunci utama menggapai keimanan yang kokoh hingga kedamaian batin. Di tengah arus modernisasi dunia yang bergerak sangat cepat, Anda tidak akan lagi merasakan ibadah sholat dan puasa sebagai rutinitas menjemukan, melainkan fondasi keimanan.

Namun, beribadah bukan berarti harus kehilangan sentuhan gaya modern yang ekspresif. Sebab, Islam senantiasa mendukung keindahan, kerapian, dan kebersihan dalam beribadah. Oleh karena itu, menyelaraskan kenyamanan ibadah dengan estetika masa kini melalui sarung dengan sentuhan lifestyle modern dapat menjadi solusi.

Pilihan kain yang adem dan motif minimalis dari Sarung Mangga tidak hanya cocok untuk mendampingi kegiatan beribadah wajib, tetapi juga cocok untuk menemani momen kasual. Anda dapat tampil religius tapi tetap terlihat sangat keren dan berkelas.

FAQ

Apa saja tiga kategori utama sifat Allah berdasarkan penjelasan ulama?

Sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.

Apa yang dimaksud sifat nafsiyah dan contohnya?

Kelompok sifat wajib pertama yang menegaskan bahwa Allah itu ada (wujud) dengan eksistensi yang tidak dapat terjangkau akal manusia.

Apa pentingnya mempelajari sifat mustahil Allah?

Sebagai argumen logika kokoh untuk membantah berbagai syubhat ateisme maupun skeptisisme modern.

Mengapa penting bagi umat Islam mempelajari dan memahami sifat-sifat Allah?

Supaya lebih khusyuk beribadah dan menjadi obat penawar spiritual bagi penyakit hati.

Sumber:

  1. https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-sifat-sifat-allah-dan-artinya

  2. https://muslim.or.id/53872-metode-rasulullah-dalam-mengajarkan-sifat-sifat-allah.html

  3. https://www.gramedia.com/literasi/sifat-wajib-allah/#

  4. https://nu.or.id/ilmu-tauhid/tabel-aqidah-50-sifat-allah-dan-rasul-dalam-ahlussunnah-wal-jamaah-WtoYC

  5. https://islami.co/apakah-sifat-wajib-bagi-allah-hanya-ada-20/

  6. https://mozaik.inilah.com/dakwah/sifat-mustahil-bagi-allah

Tags