Apa Saja Sifat Rasul yang Menjadi Pembeda dengan Manusia?
Iman kepada para Rasul adalah satu dari enam Rukun Iman yang wajib diyakini oleh semua Muslim. Namun, mengimani rukun ini tidak sebatas dengan mengetahui nama dan kisah para Rasul, tetapi juga sifat yang melekat pada mereka. Lalu, apa saja sifat Rasul tersebut?
Ulasan kami akan mengajak Anda untuk mengenal lebih dalam berbagai sifat Rasul dan artinya.
Key Takeaways
Sifat Rasul terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.
Empat sifat wajib Rasul meliputi shiddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas).
Sifat mustahil rasul adalah kebalikan dari sifat wajib, yaitu dusta, khianat, menyembunyikan wahju, dan bodoh.
Mengenal Sifat Rasul
Sifat Rasul adalah karakteristik yang wajib, mustahil, dan boleh dimiliki oleh rasul Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pembahasan ini termasuk bagian dari ilmu akidah yang diajarkan dalam pendidikan Islam dan ilmu tauhid. Jumhur ulama menjelaskan bahwa sifat-Nya terbagi menjadi tiga kategori berikut ini.
1. Sifat Wajib Rasul
Sifat wajib Rasul adalah kategori sifat atau karakteristik yang wajib dan pasti dimiliki oleh para utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karakteristik ini menjadi syarat utama bagi mereka untuk bisa menjalankan tugas kenabian dan kerasulan dengan sempurna. Adapun kategori sifat ini terbagi menjadi empat, yaitu:
1. Shiddiq (Jujur)
Shiddiq berarti benar dan jujur dalam perkataan maupun perbuatan. Para Rasul terjaga dari perbuatan dusta, baik dalam urusan agama maupun kehidupan sehari-hari.
Contoh paling jelas bisa Anda lihat pada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang mendapat gelar Al-Amin (orang terpercaya) bahkan sebelum menjadi rasul. Kejujuran beliau membuat masyarakat Mekkah menghormatinya, meskipun banyak yang masih menolak risalahnya.
2. Amanah (Bisa Dipercaya)
Sifat wajib Rasul lainnya adalah amanah. Amanah sendiri artinya bisa dipercaya dalam menjalankan tugas pemberian Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Setiap rasul menyampaikan wahyu tanpa mengurangi ataupun menambah isinya.
Mereka juga menjalankan seluruh perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan penuh tanggung jawab, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan penolakan. Contohnya, Nabi Nuh Alaihissalam yang tetap berdakwah selama ratusan tahun meskipun hanya memiliki sedikit pengikut.
3. Tabligh (Menyampaikan)
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, tabligh berarti menyampaikan. Dalam konteks sifat Rasul, sifat ini merujuk pada pelaksanaan tugas menyampaikan seluruh wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada umat manusia.
Tidak ada satu pun ajaran yang disembunyikan oleh para rasul. Semua wahyu dari-Nya telah disampaikan secara lengkap meskipun sering menimbulkan penentangan kala itu.
4. Fathanah (Cerdas)
Fathanah merujuk pada kecerdasan dan kebijaksanaan. Sebagai pemimpin umat, para Rasul harus mampu menjawab berbagai persoalan, menghadapi tantangan dakwah, serta memberi solusi yang tepat.
Kecerdasan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahkan terlihat dalam banyak peristiwa. Salah satunya adalah ketika beliau menyelesaikan perselisihan peletakan Hajar Aswad saat renovasi Ka’bah.
2. Sifat Mustahil Rasul
Sifat mustahil adalah kategori sifat yang tidak mungkin para rasul Allah Subhanahu Wa Ta’ala miliki sebagai pembawa wahyu dan teladan umat manusia. Adapun sifat mustahil tersebut antara lain:
1. Kizib (Dusta)
Kizib merupakan kebalikan dari shiddiq, yang artinya dusta. Mustahil bagi Rasul untuk berdusta karena kebohongan akan merusak kepercayaan umat terhadap wahyu atau risalah yang dibawa. Jika seorang rasul berdusta, maka tujuan diutusnya sebagai pembimbing manusia tidak akan tercapai.
2. Khianat (Tidak bisa Dipercaya)
Khianat adalah sifat kebalikan dari sifat amanah. Para Rasul tidak mungkin mengkhianati tugas yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mereka selalu menjaga amanah, wahyu, dan melaksanakan perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sempurna.
3. Kitman (Menyembunyikan)
Selanjutnya adalah kitman, yaitu sifat menyembunyikan wahyu. Mustahil bagi Rasul menyembunyikan sebagian ajaran yang mereka emban dan harus sampaikan ke umat.
Seluruh wahyu telah disampaikan kepada umat sesuai ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan, ada banyak ayat Al-Qur’an yang menebalkan ketiadaan sifat ini pada sosok rasul, salah satunya Surah Al-An’am ayat 50.
4. Baladah (Bodoh)
Sifat mustahil rasul yang terakhir adalah baladah, yang artinya bodoh. Sifat ini jelas berlawanan dengan sifat fathanah (cerdas) karena tugas kenabian pada dasarnya membutuhkan kecerdasan, kebijaksanaan, dan kepemimpinan yang baik.
3. Sifat Jaiz Rasul
Selain sifat wajib dan mustahil, ada juga kategori sifat Rasul yang disebut dengan jaiz. Ini adalah sifat kemanusian (al-ardul basyariyah) yang boleh para Rasul miliki, selama tidak mengurangi tugas kerasulan mereka. Adapun beberapa contoh sifat ini adalah:
Makan dan minum.
Tidur dan beristirahat.
Merasakan lapar, haus, dan lelah.
Mengalami sakit.
Bekerja dan melakukan perdagangan.
Merasakan kematian sesuai ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dalam banyak riwayat hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah berdagang dan merasakan sakit. Hal tersebut menjadi contoh nyata bahwa rasul Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki sifat jaiz ini.
Hikmah Mempelajari Sifat-sifat Rasul
Bagi seorang Muslim, mempelajari sifat Rasul memberi banyak hikmah dan pedoman dalam menjalani hidup, di antaranya adalah:
Memperkuat keimanan kepada para Rasul sebagai salah satu Rukun Iman.
Menjadi pedoman berakhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk perlindungan akidah dari pemahaman yang keliru atau sesat.
Meningkatkan semangat berdakwah dan menyebarkan kebaikan dengan cara yang bijak sebagaimana yang para rasul contohkan.
Membentuk karakter yang lebih baik secara habluminallah maupun habluminannas.
Memahami Dasar Akidah Islam sebagai Bentuk Mengenal Rasul Allah
Mempelajari sifat Rasul adalah bagian penting dalam akidah Islam. Bagi generasi muda, memahami sifat dan karakter Rasul bukan hanya sebatas materi pelajaran agama. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bisa menjadi pedoman membangun karakter yang lebih mulia dan berintegritas di tengah tantangan zaman modern.
Saat memperdalam ilmu agama, banyak Muslim juga mulai memperhatikan bagaimana identitas keislaman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara berpakaian saat beribadah maupun menghadiri kegiatan keagamaan.
Oleh karena itu, memilih perlengkapan ibadah yang nyaman dan berkualitas, termasuk sarung menjadi bagian dari upaya menjaga kekhusyukan. Jika Anda mencari sarung dengan desain modern, namun tetap mengedepankan nilai-nilai Islami, koleksi dari Sarung Mangga bisa menjadi pilihan yang layak masuk pertimbangan.
Hadir dengan bahan premium, mulai dari Jacquard, Viscose Cotton Blend, hingga Bahan rayon 30’s, koleksi Sarung Mangga menawarkan kenyamanan maksimal saat dikenakan untuk aktivitas kajian dan ibadah.
Desain modern namun memberi highlight pada budaya kain Indonesia juga menjadi daya tarik sarung premium Sarung Mangga. Saatnya maksimalkan kenyamanan ibadah dengan pilihan sarung berkualitas dari Sarung Mangga. Cek produk terlarisnya!
FAQ
Apa saja 4 sifat mustahil bagi Rasul?
Empat sifat mustahil bagi rasul adalah kizib (dusta), khianat, kitman (menyembunyikan wahyu), dan baladah (bodoh).
Apa arti sidiq, amanah, fathonah, dan tabligh?
Keempat istilah tersebut adalah sifat wajib setiap rasul Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Shiddiq memiliki arti jujur dan selalu berkata benar, Amanah berarti terpercaya dan bertanggung jawab, Fathonah berarti cerdas, dan Tabligh berarti menyampaikan seluruh wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Apa saja 7 sifat Allah?
Dalam ilmu akidah Islam, sifat Allah terbagi menjadi tujuh, yaitu Qudrah (Maha Kuasa), Iradah (Maha Berkehendak), Ilmu (Maha Mengetahui), Hayat (Maha Hidup), Sama’ (Maha Mendengar), Bashar (Maha Melihat), dan Kalam (Maha Berfirman).
Apa 4 sifat yang Nabi Muhammad miliki?
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memiliki 4 sifat utama yang juga merupakan sifat wajib Rasul, antara lain Shiddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan wahyu), dan Fathanah (cerdas dan bijaksana).
Referensi: