Kisah Nabi Isa: Mukjizat dan Keteladanan yang Menginspirasi
Nabi Isa alaihissalam merupakan salah satu rasul utusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Bani Israil untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran tauhid dan menaati perintah-Nya. Dalam kisah Nabi Isa, beliau dianugerahi berbagai mukjizat serta menunjukkan berbagai akhlak mulia yang bisa diteladani umat manusia.
Artikel ini akan membahas kisah kelahiran, perjalanan dakwah, berbagai mukjizat yang dimiliki, hingga keteladanan Nabi Isa sehingga bisa Anda jadikan pelajaran dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Key takeaway
Nabi Isa merupakan salah satu rasul Ulul Azmi yang diutus Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Bani Israil untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran tauhid.
Kelahiran Nabi Isa tanpa ayah merupakan salah satu mukjizat besar yang menunjukkan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dalam dakwahnya, Nabi Isa menerima kitab Injil dan mengajarkan keimanan, ketakwaan, kasih sayang, serta ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Baca juga: Teladan dan Keteguhan Hati Nabi Ulul Azmi
Kisah Kelahiran Nabi Isa AS yang Penuh Mukjizat
Kisah Nabi Isa diawali dengan peristiwa kelahiran yang sangat istimewa. Beliau lahir dari seorang wanita salehah bernama Maryam binti Imran tanpa memiliki ayah, sebagai bukti kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 47.
“Maryam berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki?' Allah berfirman, 'Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: Jadilah, maka jadilah ia.”
Nabi Isa lahir di tempat yang jauh, karena Maryam mengasingkan diri, tepatnya di bawah pohon kurma. Dalam keadaan lemah dan sedih menghadapi proses kelahiran seorang diri, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencoba menenangkan Maryam dengan memberi rezeki berupa aliran air dan buah kurma yang segar.
Sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 24-26.
“Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, ‘Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum, dan bersenang hatilah engkau…’”
Adapun setelah Nabi Isa lahir, Maryam langsung kembali kepada kaumnya sambil menggendong putranya. Namun, sebagian kaumnya menuduh dan mencurigainya karena melahirkan seorang anak tanpa suami.
Saat itulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan salah satu mukjizat Nabi Isa, yaitu mampu berbicara ketika masih bayi untuk membela kesucian ibundanya dan menjelaskan kedudukannya sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang kelak menjadi seorang nabi, sebagaimana doa Nabi Isa dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 30.
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا
Qāla innī ‘abdullāhi ātāniyal-kitāba wa ja‘alanī nabiyyā.
Artinya: “Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi.”
Baca juga: Manfaat Surat Maryam untuk Ibu Hamil
Perjalanan Dakwah Nabi Isa kepada Bani Israil
Setelah beranjak dewasa, Nabi Isa diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai rasul kepada Bani Israil. Sebagaimana yang diceritakan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 49.
وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ
Wa rasūlan ilā banī isrā’īla annī qad ji’tukum bi āyatim mir rabbikum.
Artinya: “Dan (Allah menjadikan Isa) sebagai rasul kepada Bani Israil (yang berkata), ‘Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu.’”
Dalam menjalankan tugasnya, kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa adalah kitab Injil. Beliau mengajarkan keimanan, ketakwaan, kejujuran, kasih sayang, serta pentingnya menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan ikhlas.
Untuk menguatkan dakwahnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan berbagai mukjizat kepada Nabi Isa. Sebagian dari Bani Israil beriman dan menjadi pengikut setia Nabi Isa yang dikenal sebagai Al-Hawariyyun.
Namun, sebagian lainnya justru menolak, mendustakan, dan menganggap mukjizat yang ditunjukkan Nabi Isa sebagai sihir. Seiring berjalannya waktu, penolakan tersebut berkembang menjadi permusuhan, bahkan mereka bersekongkol untuk menangkap dan membunuh Nabi Isa.
Namun, Allah Subhanahu Wa Ta’ala langsung melindungi Nabi Isa dari makar tersebut. Ketika musuh-musuh berusaha menangkap Nabi Isa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkan beliau dan menggagalkan rencana mereka dengan mengangkat Nabi Isa ke langit.
“Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh adalah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.Tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 157-158).
Baca juga: Menyikapi Ujian dengan Sabar: Pelajaran dari Kisah Nabi Ayyub
Mukjizat Nabi Isa Lainnya
Selain mukjizat yang sudah disebutkan berdasarkan kisah Nabi Isa di atas, beliau juga dianugerahi berbagai mukjizat lain untuk membuktikan kebenaran risalah yang beliau bawa. Berikut ini beberapa mukjizatnya.
Menghidupkan burung dari tanah liat, menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dan mengetahui apa yang dimakan dan disimpan oleh kaumnya di rumah. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 49.
Menjadi perantara diturunkannya hidangan dari langit untuk kaum Hawariyyun, sebagaimana bunyi Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah ayat 114.
Hikmah Kisah Nabi Isa AS dalam Kehidupan Masa Kini
Cerita Nabi Isa mengandung banyak pelajaran berharga yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah sebagai berikut.
Menjaga keimanan di tengah ujian, karena Nabi Isa tetap teguh menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala meskipun menghadapi berbagai penolakan.
Bersabar dalam menghadapi kesulitan, sebagaimana Nabi Isa yang terus berdakwah dengan penuh keteguhan tanpa mudah menyerah.
Meyakini kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena setiap mukjizat Nabi Isa menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
Berani menyampaikan kebenaran, meskipun pendapat tersebut tidak selalu diterima oleh banyak orang.
Tidak sombong atas kelebihan yang dimiliki, sebab segala kemampuan dan keberhasilan merupakan karunia dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Memiliki kepedulian terhadap sesama, dengan membantu dan meringankan kesulitan orang lain sesuai kemampuan.
Istiqamah dalam berbuat baik, meskipun kebaikan yang dilakukan tidak selalu mendapat penghargaan atau balasan dari orang lain.
Baca juga: 10 Cara agar Istiqomah dalam Berhijrah di Jalan Allah
Memahami Kisah Nabi Isa Menjelang Akhir Zaman
Sejak kelahiran Nabi Isa yang tanpa ayah hingga perjalanan dakwahnya kepada Bani Israil, ada banyak hikmah yang bisa Anda petik. Mulai dari pentingnya menjaga keimanan, bersabar dalam menghadapi cobaan, hingga senantiasa taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Karena itu, nilai-nilai tersebut layak Anda teladani dan terapkan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin dekat dengan-Nya menjelang akhir zaman ini. Khusus untuk generasi muda, meneladani para nabi bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbanyak ilmu agama, menjaga adab, dan membiasakan diri beribadah dengan lebih khusyuk.
Salah satu cara meningkatkan kekhusyukan beribadah adalah dengan menggunakan perlengkapan yang mendukung, termasuk memilih sarung aesthetic yang nyaman untuk anak muda, seperti Sarung Mangga.
Dengan desain kekinian dan berbagai motif mulai dari motif batik Nusantara hingga polos modern, dipadukan dengan bahan kain premium, Sarung Mangga menjadi pilihan yang tepat untuk menemani berbagai aktivitas ibadah sehari-hari. Kunjungi situs resmi Sarung Mangga sekarang dan pilih koleksi terbaik untuk mendukung aktivitas ibadah.
FAQ
Apakah Nabi Isa dan Yesus adalah sosok yang sama?
Nabi Isa dalam Islam adalah sosok yang dikenal sebagai Yesus dalam tradisi Kristen, meskipun terdapat perbedaan keyakinan mengenai kedudukan dan ajarannya.
Apakah benar Nabi Isa akan diturunkan kembali ke Bumi?
Ya, dalam ajaran Islam terdapat hadis-hadis yang menjelaskan bahwa Nabi Isa akan diturunkan kembali oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat.
Kapan Nabi Isa akan diturunkan kembali ke Bumi?
Menurut hadis, Nabi Isa akan diturunkan setelah munculnya berbagai tanda besar akhir zaman, termasuk fitnah Dajjal.
Di mana Nabi Isa akan turun pada akhir zaman?
Beberapa hadits menyebutkan bahwa Nabi Isa akan turun di wilayah Damaskus, lalu menjalankan tugasnya sebagai salah satu tanda besar akhir zaman.
Referensi: