Blog Kisah - kisah Nabi dan Rosul

Sholat adalah Tiang Agama: Inilah Makna dan Keutamaannya

Sholat adalah Tiang Agama, Pahami Maknanya Source: Pexels
Sholat adalah Tiang Agama, Pahami Maknanya Source: Pexels

Mendirikan sholat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap Muslim dalam kondisi apapun. Ungkapan bahwa sholat adalah tiang agama bukan sekadar kiasan biasa, melainkan sebuah ketetapan hukum dan akidah yang menentukan kokoh atau runtuhnya keislaman seseorang.

Oleh karena itu, setiap umat Muslim perlu menyadari bahwa sholat memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kesadaran tersebut harus dipupuk sejak dini, terutama dengan menanamkan pemahaman mendalam bahwa sholat adalah amalan pertama yang dihisab pada Hari Kiamat kelak.

Key Takeaways

  • Jagalah sholat lima waktu karena sholat adalah tiang agama, penopang keislaman seseorang, sekaligus amalan pertama yang akan dihisab di akhirat kelak.

  • Manfaatkan sholat sebagai sarana pembersih dosa harian, penenang jiwa, serta pelatih kedisiplinan waktu yang dapat mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar. 

  • Bangun konsistensi sholat dengan cara membiasakan diri, aktif beribadah secara berjamaah di masjid, serta rajin mengingat kematian.

Sholat adalah Tiang Agama, Apa Maksudnya?

Kalimat “tiang" atau dalam bahasa Arab disebut ‘amud memberi gambaran seperti struktur bangunan. Sebuah bangunan megah, sekokoh apapun dinding dan atapnya, pasti akan roboh seketika jika tiang penyangga utamanya hancur atau hilang. Begitu pula dengan Islam dalam diri seorang Muslim.

Berdasarkan laman resmi Rumaysho, dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

Artinya: “Inti dari segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncak tertingginya adalah jihad.” (Hadits Riwayat Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. 

Makna hadist sholat adalah tiang agama tersebut menegaskan bahwa tegaknya urusan agama seseorang sangat bergantung pada sholatnya. Jika seseorang mendirikan sholat dengan benar, maka ia sedang menegakkan fondasi agamanya.

Sebaliknya, meremehkan atau bahkan meninggalkan sholat berarti secara sadar merobohkan bangunan keislaman diri sendiri. Selain itu, alasan utama mengapa sholat adalah tiang agama karena sholat adalah amalan pertama yang dihisab.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda pada Hadits Riwayat Tirmidzi Nomor 413 dan An-Nasa’i Nomor 465 sesuai dengan pustaka ilmiah dari Muslim.or.id.

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ 

Artinya: “Sesungguhnya amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka beruntung dan selamatlah ia. Namun, jika sholatnya rusak, maka merugi dan celakalah ia.”

Mengapa Allah Mewajibkan Sholat kepada Umat Islam?

Pertanyaan mengenai mengapa Allah mewajibkan sholat seringkali muncul dalam benak umat Muslim yang sedang mencari makna dari ibadah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala sama sekali tidak membutuhkan ibadah manusia. Sebaliknya, makhluk-Nya lah yang membutuhkan ibadah tersebut untuk keselamatan spiritual dan kestabilan jiwanya.

Secara historis, perintah sholat memiliki keistimewaan yang luar biasa daripada ibadah lainnya seperti zakat, puasa, atau haji. Berdasarkan NU Online Lampung, jika ibadah lain disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril, perintah sholat lima waktu langsung diterima oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.

Secara syariat, sholat adalah tiang agama yang menduduki posisi sebagai pembeda antara seorang Muslim dan kekafiran. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Pembatas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim Nomor 82)

Manfaat Menjaga Sholat dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjaga sholat lima waktu memberi dampak pada kehidupan sehari-hari, baik dari spiritual, mental, maupun sosial. Berdasarkan rangkuman dari Yatim Mandiri, berikut adalah beberapa manfaat nyata dari mendirikan sholat.

1. Pencegah dari Perbuatan Keji dan Munkar

Sholat dengan khusyuk bertindak sebagai sistem pembersih spiritual yang menjaga hati manusia dari dorongan berbuat maksiat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 45:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar.”

2. Penghapus Dosa-Dosa Kecil

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengumpamakan sholat lima waktu seperti sungai yang mengalir jernih di depan pintu rumah. Jika ia mandi di sungai tersebut lima kali sehari, tentu tidak ada kotoran yang tersisa di badannya. Demikianlah sholat membersihkan dosa-dosa harian.

3. Melatih Kedisiplinan dan Manajemen Waktu

Waktu-waktu sholat dari fajar hingga malam hari secara tidak langsung melatih seorang Muslim untuk membagi aktivitas dunianya, mendahulukan panggilan Sang Pencipta di atas urusan pekerjaan. Oleh karena itu, sholat adalah tiang agama yang menyangga seluruh hidup seorang hamba agar tetap seimbang antara dunia dan akhirat.

Baca Juga: Cara Rajin Sholat 5 Waktu, Salah Satunya Meruqyah Diri Sendiri

4. Memberikan Ketenangan Jiwa

Gerakan sholat yang tuma’ninah serta bacaan doa di dalamnya menurunkan hormon stres, memberi jeda bagi pikiran yang lelah dari hiruk-pikuk dunia, dan menghadirkan kedamaian batin.

Tips Istiqamah Menjaga Sholat Lima Waktu ala Ustadz Abdul Somad 

Mempertahankan konsistensi ibadah di tengah godaan rasa malas dan kesibukan kerja bukanlah hal yang mudah. Dalam ceramah di kanal Kata Ustadz, Ustadz Abdul Somad memberikan tips agar umat Muslim bisa tetap istiqamah mendirikan sholat tepat waktu.

1. Bangun Kebiasaan Sejak Dini

Istiqamah tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang panjang. Ustadz Abdul Somad menekankan bahwa bisa karena biasa.

Fondasi sholat adalah tiang agama ini harus ada sejak masa kanak-kanak melalui perintah sholat di usia 7 tahun dan tindakan tegas di usia 10 tahun. Pembiasaan di awal perlu hingga sholat berubah menjadi kebutuhan dan jika ditinggalkan akan memicu rasa bersalah.

Baca Juga: 6 Tips Parenting Islami Agar Anak Rajin Sholat Tanpa Paksaan

2. Berada dalam Komunitas yang Saleh

Manusia adalah makhluk sosial yang sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Ustadz Abdul Somad mengingatkan bahwa jangan pernah sendirian, karena setan akan menjauh dari dua orang atau lebih yang bersama-sama.

Dengan aktif menghadiri sholat berjamaah di masjid atau bergabung dengan komunitas pemuda hijrah, maka Anda memiliki sistem pendukung yang saling mengingatkan ketika iman sedang turun.

3. Senantiasa Mengingat Kematian

Kiat pamungkas untuk menghancurkan rasa malas dalam beribadah adalah dengan menyadari hidup yang fana. Mengunjungi pemakaman, menjenguk orang sakit, dan melayat jenazah adalah cara terbaik untuk menyadarkan bahwa kesempatan bersujud di dunia bisa berhenti kapan saja tanpa peringatan.

Sholat adalah Bentuk Keimanan Manusia kepada Allah SWT

Pada akhirnya, kesadaran bahwa sholat adalah tiang agama bukan sekadar hafalan teori, melainkan bukti nyata dari kualitas keimanan dan rasa cinta seorang hamba kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, sudah selayaknya melakukan persiapan terbaik, baik secara batin maupun lahiriah.

Memilih pakaian yang adem dan rapi adalah bentuk penghormatan saat menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk itu, Anda bisa mencoba beralih ke pilihan sarung dengan sentuhan lifestyle modern dari Sarung Mangga yang dirancang menggunakan bahan premium yang sangat nyaman untuk penggunaan harian. Memakai busana terbaik saat bersujud adalah cara sederhana untuk memuliakan sholat.

FAQ

Bagaimana hukumnya jika seseorang sering menunda-nunda waktu sholat?

Menunda sholat tanpa uzur syar’i (seperti tertidur atau lupa yang tidak sengaja) adalah perbuatan yang sangat tercela. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma'un: 4-5).

Apa yang harus dilakukan jika terlewat sholat karena ketiduran?

Wajib segera melakukan qadha atau mengganti sholat tersebut begitu terbangun dan mengingatnya.

Mengapa sholat subuh terasa paling berat, dan bagaimana tips bangun tepat waktu? 

Sholat subuh terasa berat karena tepat dengan waktu istirahat ternyaman manusia. Tipsnya adalah tidur lebih awal, menyalakan alarm tidak jauh dari jangkauan tempat tidur, dan berdoa sebelum tidur agar bangun dengan mudah.

Apakah boleh melaksanakan sholat fardhu di atas kendaraan yang sedang bergerak?

Sholat fardhu di atas kendaraan boleh jika kondisinya darurat, seperti dalam perjalanan jauh, di mana waktu sholat akan habis sebelum sampai tujuan dan tidak memungkinkan untuk berhenti.

Referensi:

  1. https://rumaysho.com/5911-shalat-adalah-tiang-agama.html 

  2. https://muslim.or.id/59192-kedudukan-shalat-dalam-islam-bag-1.html 

  3. https://mui.or.id/baca/berita/khutbah-jumat-shalat-sebagai-tiang-agama 

  4. https://lampung.nu.or.id/syiar/sejarah-shalat-lima-waktu-dan-keutamaannya-m923F 

  5. https://yatimmandiri.org/blog/inspirasi/keutamaan-sholat-5-waktu/  

  6. https://islam.nu.or.id/syariah/3-tips-agar-istiqamah-dalam-melaksanakan-shalat-5-waktu-dCPxN 

  7. https://rumaysho.com/40249-15-kiat-istiqamah-di-jalan-allah-tetap-lurus-meski-banyak-godaan.html

  8. https://www.youtube.com/watch?v=Fj1st2hIeN0

Tags