Blog Kisah - kisah Nabi dan Rosul

Kisah Nabi Nuh yang Berdakwah 950 Tahun dan Keteladanannya

Kisah Nabi Nuh: Mukjizat, Doa, dan Keteladanannya Source: Magnific
Kisah Nabi Nuh: Mukjizat, Doa, dan Keteladanannya Source: Magnific

Setiap rasul punya perjalanan dakwah yang berkesan, tak terkecuali Nabi Nuh. Kisah Nabi Nuh terkenal karena menghabiskan hampir seribu tahun masa hidupnya untuk mengajak kaumnya agar beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa.

Namun, perjalanan dakwah Nabi Nuh tidaklah mulus. Banyak cobaan dan ujian yang menghadang selama menyampaikan risalah ketuhanan. Sebagai umat Islam, mempelajari kisah dakwah Nabi Nuh adalah cara untuk menambah wawasan keagamaan sekaligus bahan refleksi dalam menjalani kehidupan sekarang.

Key Takeaways

  • Selama 950 tahun berdakwah, Nabi Nuh mendapat penolakan dari kaumnya yang tetap memilih kafir.

  • Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendatangkan azab berupa banjir bandang yang memusnahkan seluruh orang kafir kecuali Nabi Nuh dan pengikutnya yang naik bahtera.

  • Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Nabi Nuh adalah kesabaran dan ketekunannya dalam mengajak umatnya untuk taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca Juga: Peristiwa yang Terjadi di Hari Asyura atau 10 Muharram

Kisah Nabi Nuh dalam Berdakwah

Mengutip NU Online, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sebelum Nabi Nuh diutus, terdapat beberapa orang salih dari kaumnya yang meninggal dunia dan dibuatkan patung untuk mengenang amal baik mereka.

Namun, lambat laun terjadi distorsi akidah yang membuat patung tersebut menjadi berhala yang disembah. Mereka menamainya Wadd, Suwa’ Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Akhirnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengutus Nabi Nuh untuk meluruskan akidah Bani Rasib agar kembali menyembah-Nya.

Nabi Nuh mencoba berbagai pendekatan untuk mengajak kaumnya meninggalkan berhala. Mulai dari cara yang lembut hingga menakuti-nakuti mereka dengan ancaman siksa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Namun, upaya dakwahnya selama 950 tahun itu tidak membuahkan hasil manis. Kaumnya tetap memilih berada dalam kekufuran dan menentang ajakan Nabi Nuh. Bahkan, pemuka atau pembesar kaumnya menghina Nabi Nuh sebagai orang sesat.

“Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu (berada) dalam kesesatan yang nyata.’ Dia (Nuh) menjawab, “Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan semesta alam.” (Al-Qur’an Surat Al-Araf ayat 60-61)

Meski begitu, Nabi Nuh tetap gigih mengajak kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar. Lalu, tiba suatu masa ketika kaumnya menantang untuk mendatangkan azab seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat 32 berikut.

“Mereka berkata, “Wahai Nuh, sungguh engkau telah berbantah dengan kami dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami. Maka, datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan jika kamu termasuk orang-orang yang benar.”

Kemudian, Nabi Nuh menyadari nasihatnya sudah tidak mempan lagi terhadap kaumnya yang bebal. Allah Subhanahu Wa Ta’ala lantas menyiapkan azab untuk mereka dan menyuruh Nabi Nuh agar membangun bahtera.

Mukjizat Nabi Nuh Membangun Bahtera Raksasa

Nabi Nuh mulai bekerja membangun bahtera raksasa sebagaimana yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat 37. Meski mendapat ejekan dari kaumnya, Nabi Nuh tetap menyelesaikan pembangunan bahtera hingga akhir.

Lalu, Nabi Nuh mengajak keluarganya yang beriman, pengikutnya, dan hewan-hewan yang berpasangan untuk naik ke atas kapal. Saat hari azab itu tiba, banjir bandang melanda seluruh dunia. Tidak ada tempat tinggi yang mampu melindungi mereka dari gelombang air dahsyat, termasuk gunung sekalipun.

Bahkan, putra Nabi Nuh juga tidak luput tenggelam karena menolak naik ke bahtera. Ia merasa bisa selamat dengan berlindung ke gunung bersama orang-orang kafir. Akhirnya, seluruh orang kafir musnah terkena banjir. Hal ini sebagaimana doa Nabi Nuh.

“Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.” (Al-Qur’an Surat Nuh ayat 26)

Alasan mengapa Nabi Nuh berdoa seperti itu karena orang-orang kafir yang berada di zamannya sangat sulit beriman dan hanya akan melahirkan keturunan yang kafir pula. Kesimpulan ini Nabi Nuh dapatkan setelah tinggal bersama mereka selama 950 tahun, tetapi sangat sedikit yang mendengarkan.

Jadi, yang selamat dari peristiwa banjir bandang hanyalah mereka yang naik di bahtera bersama Nabi Nuh. Itulah mengapa Nabi Nuh dikenal sebagai Abul Basyar atau bapak seluruh manusia selain Nabi Adam. Keturunan Nabi Nuh-lah yang akan melanjutkan keturunan umat manusia.

Keteladanan Nabi Nuh dan Relevansinya di Masa Kini

Berdasarkan rangkuman kisah Nabi Nuh, ada beberapa pelajaran dan keteladanan yang dapat Anda petik. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

1. Tekun dan Sabar

Nabi Nuh mendapat gelar sebagai salah satu rasul Ulul Azmi karena kesabaran dan ketabahannya dalam menyampaikan wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia tetap tekun berdakwah selama 950 tahun, meski mendapat celaan hingga penolakan keras dari kaumnya.

Dari sini, pelajaran yang bisa Anda petik adalah sifat tekun dan sabar dalam mengajak kepada kebaikan. Apalagi, di tengah zaman modern yang mudah dipengaruhi oleh media sosial, tantangan untuk membimbing anak dan keluarga semakin berat, sehingga orang tua atau pemimpin keluarga perlu bersabar.

2. Berbicara dengan Lembut

Selama berdakwah, Nabi Nuh telah menggunakan berbagai pendekatan, salah satunya berbicara dengan lembut. Nabi Nuh memanggil kaumnya dengan panggilan penuh kasih, “Ya qaumi” yang artinya “wahai kaumku”.

Hal ini menunjukkan kepedulian Nabi Nuh yang menginginkan kebaikan bagi kaumnya melalui ajakan dakwah yang lembut. Pendekatan ini bisa ditiru saat menasihati orang lain agar hati mereka luluh dan mau mendengarkan. 

3. Taat pada Perintah Allah

Pelajaran yang tidak kalah penting berikutnya adalah taat pada perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Walau mendapat ejekan dari kaumnya, Nabi Nuh tetap membangun bahtera raksasa yang nantinya akan menjadi penyelamat saat banjir bandang tiba.

Sejatinya, perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan untuk memberatkan atau membebani seorang hamba. Akan tetapi, demi kebaikan mereka yang mungkin saat ini belum disadari.

Baca Juga: Doa Nabi Yusuf dan Kisah Kesabarannya

Perjuangan Nabi Nuh untuk Mengajak Taat kepada Allah

Ratusan tahun berdakwah dan mengajak kaumnya kembali ke jalan yang benar adalah perjuangan Nabi Nuh yang tidak mudah. Kisah Nabi Nuh sebaiknya menjadi bahan renungan bahwa azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu nyata bagi orang-orang kafir yang bebal.

Supaya terlindungi dari malapetaka, setiap Muslim harus menunaikan apa yang telah diperintahkan, seperti sholat. Bagi laki-laki, kenakan sarung terbaik dari Sarung Mangga yang terbuat dari bahan premium untuk menunjukkan adab berpakaian. Tersedia dalam desain trendy bercorak Nusantara yang sesuai dengan selera anak muda modern.

FAQ

Apa mukjizat Nabi Nuh?

Membuat bahtera raksasa dan berumur panjang.

Mengapa Nabi Nuh diutus ke kaumnya?

Karena kaumnya telah menyimpang dengan menyembah berhala.

Siapa yang selamat dari peristiwa banjir bandang?

Nabi Nuh, keluarganya yang beriman, pengikutnya yang beriman, dan hewan-hewan yang berpasangan.

Mengapa Nabi Nuh terkenal sabar?

Karena telah berdakwah selama ratusan tahun, tetapi mayoritas kaumnya keras kepala dan tidak mau mendengar.

Referensi:

  1. https://mozaik.inilah.com/dakwah/kisah-nabi-nuh

  2. https://zakat.or.id/kisah-nabi-nuh-saat-banjir-besar-dan-doa-hujan/

  3. https://muslim.or.id/28492-nabi-nuh-bapak-seluruh-manusia-setelah-nabi-adam.html

  4. https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/teladan-kelembutan-dakwah-nabi-nuh-terhadap-kaumnya-OOpsM

  5. https://tafsiralquran.id/kisah-nabi-nuh-as-dan-keingkaran-kaumnya-dalam-al-quran/

  6. https://islami.co/kisah-nabi-nuh-dan-bahtera-penyelamat/

  7. https://www.istiqlal.or.id/artikel/detail/mimbar-ramadhan-hikmah-keteguhan-iman-dari-kisah-nabi-nuh-a-s

  8. https://quran.nu.or.id/nuh/26 

  9. https://quran.nu.or.id/hud/41 

  10. https://quran.nu.or.id/al-araf/60 

Tags