Blog Islam Sehari-hari Haji dan Umrah

Makna Sebenarnya Melempar Jumrah: Bukan Melempari Setan!

Jamaah haji melempar Jumrah (Source: HIMPUH News)
Jamaah haji melempar Jumrah (Source: HIMPUH News)

Melempar jumrah menjadi salah satu rukun haji yang paling krusial, tapi bukan karena kekuatan fisik yang dibutuhin atau karena simbol melempar setan. 

Maknanya gak main-main karena berkaitan sama mentalitas pemenang dalam melawan ego dan godaan dengan ketaatan pada Allah subhanahu wa ta'aalaa. Sini, update ilmu kamu sebelum pergi berhaji ke tanah suci biar gak salah info tentang seluk-beluknya. 

Pengertian Melempar Jumrah

Laman Rumaysho menjabarkan bahwa secara bahasa, jumrah atau jamrah punya beberapa arti, mulai dari batu kecil, kumpulan batu, hingga kolam yang menjadi sasaran pelemparan. Secara istilah, jamrah merupakan sasaran atau kolam tempat pelemparan batu tersebut. 

Ada yang nganggep ritual ini identik dengan melempar setan atau stoning evil dengan dasar atsar dari ‘Ibnu Umar, yang artinya: “ Kalian merajam setan, bersamaan dengan itu (dengan melempar jumrah) kalian mengikuti agama ayah kalian Ibrahim.” 

Tapi, itu bukan berarti kita literally ngelemparin setan yang secara fisik sedang diikat di sasaran lempar tersebut. 

Ucapan beliau merefleksikan sejarah lempar jumrah dari kisah Nabi Ibrahim alaihissalam. Waktu itu, setan muncul untuk mengalihkan perhatian beliau dari perintah Allah subhanahu wa ta’alaa hingga Nabi Ibrahim diperintahkan untuk mengusir setan dengan melemparkan batu ke arah setan.  

Ritual ini sebenarnya simbol ketaatan murni untuk mengingat Rabbul ‘alamin. Makna "merajam setan" di sini bersifat abstrak, yakni bagaimana seorang mukmin menjadikan ketaatan pada Allah subhanahu wa ta’aalaa sebagai dasar dalam beribadah sehingga menghinakan setan yang suka godain manusia untuk berbuat maksiat. 

Dasar Hukum Melempar Jumrah dalam Ibadah Haji

Payung hukum utama perintah untuk melakukan lempar jumrah adalah  QS. Al-Baqarah ayat 203 tentang perintah berzikir pada "hari-hari yang berbilang", merujuk pada Hari Tasyrik di Mina. 

Dari sisi sunah, ada banyak hadis yang juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam melakukan jumrah, diantaranya HR. Bukhari no. 1686–1687 dan Muslim no. 1281, yang menekankan bahwa beliau tetap membaca talbiyah hingga beliau sampai di lokasi lempar jumrah untuk memulai pelemparan. 

Dalil-dalil di atas tegas menunjukkan bahwa ritual ini adalah bagian integral dari manasik haji yang tidak bisa dipisahkan dari syariat Islam yang lurus.

Waktu Pelaksanaan Melempar Jumrah

Secara keseluruhan, waktunya dimulai dari waktu Dhuha hari nahr/Idul Adha sampai waktu matahari terbenam tanggal 12 Dzulhijjah buat yang pulang lebih cepat dari Mina, dan 13 Dzulhijjah buat yang gak mempercepat pulang dari Mina. 

Tapi, kamu perlu perhatiin rinciannya nih. Berdasarkan rujukan dari Almanhaj, pelemparan pertama dilakukan pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah) khusus untuk Jumrah Aqabah.

Waktu utamanya (afdal) adalah antara waktu Dhuha hingga terbenam matahari pada hari itu. Allah subhanahu wa ta’aalaa ngasih keringanan bagi mereka yang memiliki uzur, contohnya lansia atau wanita, diperbolehkan melakukannya sejak lewat tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah.

Lempar jumrah juga masih bisa dilakukan pas Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Waktunya dimulai sejak matahari bergeser ke barat atau waktu zawal (masuk waktu Zuhur). Melakukan pelemparan sebelum waktu zawal pada hari-hari ini dianggap tidak sah oleh mayoritas ulama dan wajib diulang agar ibadah hajinya sempurna.

Urutan dan Jenis Jumrah yang Dilempar

Dalam manasik haji, urutan adalah kunci, ada jenis jumrah yang harus dilempar secara berurutan.

1. Tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha)

Pada hari ini, kamu hanya melempar satu jumrah saja, yaitu Jumrah Aqabah.

2. Hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)

Urutan melemparnya antara lain:

  1. Jumrah Ula (Dunya): letaknya paling dekat dengan Masjid Al-Khaif.

  2. Jumrah Wustha: berada di posisi tengah.

  3. Jumrah Aqabah (Kubra): paling dekat dengan arah kota Mekah.

Urutan ini gak bisa diganggu gugat, harus persis seperti ini karena mengikuti contoh  Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, tanpa menambah atau menguranginya.

Baca Juga: Hukum Haji Tapi Masih Berhutang

Tata Cara Melempar Jumrah yang Benar

Biar ibadahmu tepat dan gak sia-sia tenaga, perhatikan dan lakukan tata caranya sesuai standar syari’at berikut ini. 

1. Mengumpulkan Batu

Dilakukan di Mina, kalau gak sempet boleh ambil di Muzdalifah. Cari yang ukurannya sebesar biji buncis. Total batu yang dibutuhin sekitar 70 butir untuk seluruh prosesi.

2. Lempar Jumrah

  • Tanggal 10 Dzulhijjah begitu tiba di Mina lempar Jumrah Aqabah, sesuai waktu yang disunahkan. Posisikan Mina di sebelah kiri dan Ka’bah sebelah kanan kamu. 

  • Setelahnya, lempar jumrah di hari-hari Tasyrik, berurutan mulai dari Jumrah Ula (7 kali), lalu Jumrah Wustha (7 kali), dan diakhiri dengan Jumrah Aqabah (7 kali). 

  • Pada tiap prosesi, lempar kerikil satu demi satu dengan tangan kanan sampai genap 7 kali untuk setiap jumrah sambil baca “Allahu Akbar” setiap kali melempar dan yakin masuk ke kolamnya. Gak boleh sekali lempar 7 batu, itu cuma dihitung satu kali lemparan.

Bacaan dan Doa Melempar Jumrah

Doa yang dibaca ketika melempar jumrah hanya 1, yaitu  “Allahu Akbar” tiap kali lempar batu ke jumrah. Tujuannya untuk mengagungkan Allah subhanahu wa ta’aalaa yang sudah memerintahkan syariat ini. Ini juga merupakan hikmah dari ritual jamarah.

Di samping itu, ada juga sunah buat berdoa diantara pelemparan.

  • Setelah selesai lempar Jumrah Ula, menepi ke sisi kanannya, berdiri menghadap kiblat dan berdoa yang panjang pada Allah subhanahu wa ta’aalaa sambil mengangkat tangan. 

  • Setelah melempar Jumrah Wustha, menepilah ke sisi kirinya, berdiri menghadap kiblat dan berdoa seperti setelah melempar Jumrah Ula. 

Menurut hadis riwayat Ibnu Umar (HR. Bukhari, no. 1751), durasi berdoanya bisa mencapai waktu yang dibutuhkan untuk membaca Surah Al-Baqarah. Untuk Jumrah Aqabah, tidak ada contoh berhenti berdoa.

Larangan dan Kesalahan Umum saat Melempar Jumrah

Perhatikan poin-poin berikut biar kamu nggak ikut-ikutan salah waktu melakukan step ibadah haji ini. 

  • Melempar dengan barang aneh, karena syarat sahnya wajib pakai batu kerikil, bukan botol atau benda lain. 

  • Gak perlu cuci batu buat lempar jumrah, karena nabi gak nyontohin yang kayak gitu.

  • Dilarang mulai melempar jumrah sebelum waktu yang dibolehkan (paruh kedua pada malam 10 Dzulhijjah untuk Jumrah Aqabah pertama, dan setelah Zuhur pada hari-hari Tasyrik)

  • Mewakilkan pelemparan hanya diperbolehkan bagi mereka yang sakit, lansia, atau punya kendala fisik yang mendesak, bukan buat yang malas.

Baca Juga: Larangan Haji Bagi Wanita Adalah Dimulai Saat Ihram

Tetap Disiplin dan Jaga Kenyamanan Beribadah

Melempar jumrah adalah manifestasi nyata ketaatan mutlak kepada Allah dan Rasul-Nya dan setiap teknisnya wajib presisi sesuai tuntunan agar sah secara syari'at. Plus, jangan sampai mengganggu kenyamanan orang lain, ya!

Ngomongin kenyamanan, buat kamu yang suka dan nyaman pake sarung pas ibadah atau di waktu santai, jangan lupa bawa sarung dengan bahan adem dan motif kreatif buat nemenin perjalanan ibadah. Sarung Mangga adalah pilihan yang tepat karena didesain agar kamu tetap chill tapi gak kumel.

FAQ

1. Apa tujuan melempar jumrah? 

Untuk mengingat Allah.

2. Bolehkah melempar jumrah pagi hari?

Boleh pada pelemparan Jumrah Aqabah, dilakukan mulai masuk waktu Dhuha.

3. Melempar jumrah apakah harus berwudhu?

Tidak wajib.

4. Saat lempar jumrah baca apa?

Cukup membaca takbir.


Referensi:

1. https://almanhaj.or.id/1994-melontar-jumrah-waktu-cara-dan-jumlah-lontaran.html

2. https://rumaysho.com/37106-waktu-dan-cara-pelemparan-jumrah-ula-wustha-dan-aqabah-bagi-jamaah-haji.html

3. https://www.islamicfinder.org/news/the-story-behind-the-stoning-of-satan-during-hajj/?language=en

4. https://guidetoislam.com/en/articles/do-muslims-really-stone-the-devil-in-hajj-2074 

5.  https://muslim.or.id/22744-hikmah-melempar-jumrah-adalah-melempar-setan.html

6. https://muslim.or.id/41717-beberapa-kesalahan-dan-kemungkaran-terkait-ibadah-haji-bag-8.html

Tags