Blog Kisah - kisah Nabi dan Rosul

Sidratul Muntaha: Makna dan Kisah Nabi Muhammad SAW

Mengenal Sidratul Muntaha dan Kisah Nabi Muhammad SAW Source: Magnific
Mengenal Sidratul Muntaha dan Kisah Nabi Muhammad SAW Source: Magnific

Membicarakan peristiwa mulia Isra’ Mi’raj pastinya tidak terlepas dari pembahasan Sidratul Muntaha. Secara etimologi, Sidratul Muntaha adalah pohon bidara yang menjadi batas akhir alam semesta. Tempat istimewa ini sangat penting bagi umat Islam karena memuat nilai sejarah yang menakjubkan.

Key takeaways

  • Sidratul Muntaha adalah pohon bidara di langit ketujuh yang menjadi batas akhir perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

  • Di Sidratul Muntaha, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menerima perintah sholat lima waktu, ayat-ayat penutup Surat Al-Baqarah, dan kabar ampunan bagi umat yang tidak menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

  • Peristiwa Sidratul Muntaha menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang melampaui batas pemahaman manusia.

  • Kisah Sidratul Muntaha mengingatkan umat Islam untuk menjaga sholat lima waktu sebagai bentuk kedekatan dan komunikasi dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Apa itu Sidratul Muntaha?

Secara harfiah, Sidratul Muntaha adalah gabungan dari kata Sidrah dan Muntaha. Sidrah berarti pohon bidara, sedangkan Muntaha mempunyai arti sebagai tempat persinggahan paling akhir. Hadits berikut ini menggambarkannya secara gamblang.

Ketika dimi’rajkan ke langit, aku dinaikkan ke Sidratul Muntaha. Kemudian, aku melihat cahaya yang agung. Daun-daun Sidratul Muntaha itu seperti kuping-kuping gajah dan buah-buahnya seperti kendi besar. Di sana ada empat sungai yang dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam. Saat itu, aku bertanya, ‘Apa ini, Jibril?’ Ia menjawab, ‘Dua sungai dalam adalah dua sungai di surga, sedangkan dua sungai luar adalah sungai Nil dan Eufrat,’” (HR Ahmad).

Anda mungkin bertanya-tanya letak Sidratul Muntaha ada dimana. Berdasarkan literatur Islam, tempat mulia ini berada di paling atas langit ketujuh. Mayoritas ulama sepakat bahwa posisinya berada di bawah Arsy Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kisah Nabi Muhammad SAW Bertemu Allah di Sidratul Muntaha

Rentetan peristiwa bersejarah di Sidratul Muntaha bermula ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan perjalanan malam hari. Beliau secara luar biasa naik ke langit untuk menghadap langsung kepada Sang Pencipta.

Malaikat Jibril tak henti menyertai langkah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam secara setia untuk melewati batas-batas langit. Keduanya dengan lancar melewati setiap tingkatan hingga akhirnya tiba di lapisan langit yang ketujuh.

Sesudah itu, mereka terus melanjutkan perjalanan menuju batas akhir alam semesta yang memukau. Akan tetapi, Malaikat Jibril terpaksa harus berhenti dan membiarkan beliau untuk melangkah masuk sendirian.

Pemandangan Memukau di Batas Semesta

Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon raksasa yang terletak di batas akhir perjalanan Isra’ Mi’raj. Daun-daun hijau dari pohon agung tersebut sangat lebar bagaikan telinga gajah. Sementara itu, buah-buahnya terlihat sangat menawan dengan ukuran sebesar tempayan dari daerah Hajar.

Di samping itu, keindahannya semakin bertambah dengan hadirnya warna-warni yang sangat memukau. Bahkan, ada banyak cahaya gemerlap yang menyelimuti seluruh bagian dari pohon suci tersebut. Selain itu, terdapat jutaan kupu-kupu emas yang terbang mengelilingi pohon dengan sangat anggun.

Wahyu Agung bagi Umat Islam

Pada momen pertemuan agung ini, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menerima anugerah yang luar biasa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Berdasarkan hadis riwayat Muslim, beliau menerima tiga hal istimewa sebagai bentuk karunia.

Pertama, beliau menerima perintah langsung untuk mendirikan ibadah sholat lima waktu setiap hari. Dengan demikian, ibadah sholat menempati kedudukan yang sangat krusial dalam ajaran agama Islam.

Kedua, beliau menerima wahyu mulia berupa ayat-ayat penutup dari Surat Al-Baqarah. Ketiga, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jaminan ampunan dosa bagi umat yang tidak menyekutukan-Nya.

Hadis sahih ini secara tegas memperlihatkan betapa besarnya curahan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada hamba-Nya.

Baca Juga: Kisah Nabi Muhammad, Mulai dari Kelahirannya hingga Wafat

Hikmah Keberadaan Sidratul Muntaha bagi Keimanan Seorang Muslim

Sidratul Muntaha adalah peristiwa yang memberi banyak pelajaran berharga. Pertama, peristiwa ini secara jelas menegaskan kebesaran serta kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Manusia hanyalah makhluk lemah yang tidak memiliki daya dan upaya tanpa adanya pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kedua, narasi agung ini senantiasa mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga ibadah sholat lima waktu. Sholat bukanlah sekadar rutinitas harian. Sebaliknya, sholat merupakan bentuk komunikasi yang sangat intens antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sidratul Muntaha, Tempat Paling Mulia dalam Perjalanan Nabi SAW

Pada intinya, Sidratul Muntaha adalah lambang kebesaran dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Tempat persinggahan paling akhir ini telah menjadi saksi atas sebuah pertemuan yang bersejarah. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib meyakini kebenaran peristiwa suci ini.

Agar sholat semakin khusyuk, Anda pastinya butuh perlengkapan yang nyaman. Kabar baiknya, sekarang ada banyak merek dalam negeri yang berhasil memadukan unsur kenyamanan beribadah dengan desain kekinian.

Anda bisa mengenakan sarung dengan sentuhan lifestyle modern dari Sarung Mangga agar ibadah terasa istimewa. Dari sekian banyak pilihan, Sarung Mangga selalu sukses menjadi primadona kaum muda masa kini.

Bahan katun premium dan motifnya yang kekinian sangat nyaman untuk pemakaian harian tanpa rasa gerah. Segera beli sarung keren ini supaya semangat ibadah Anda terus menyala!

Baca Juga: Peristiwa yang Terjadi di Hari Asyura atau 10 Muharram

FAQ

Apa makna sebenarnya dari kata Sidratul Muntaha?

Berdasarkan pengertian dasarnya, Sidratul Muntaha adalah tanaman bidara berukuran luar biasa yang menjadi pembatas paling ujung dari alam semesta.

Di langit tingkatan manakah letak Sidratul Muntaha?

Berbagai sumber bacaan Islam yang terpercaya menyatakan bahwa tempat bersejarah ini menduduki tingkatan langit teratas. Lokasi kawasan ini benar-benar tinggi karena terletak di langit ketujuh dan persis berada di bawah Arsy Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Siapa malaikat yang mendampingi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ke sana?

Pada tahap awal, Malaikat Jibril bertindak sebagai pendamping setia Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam perjalanan dari Bumi menuju alam atas. Akan tetapi, Malaikat Jibril terpaksa harus berhenti dan tidak bisa ikut masuk ke batas akhir.

Apa ketetapan ibadah utama yang diturunkan di tempat tersebut?

Di tempat suci ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara langsung menurunkan perintah mendirikan sholat lima waktu setiap hari sebagai ibadah paling penting.

Referensi:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sidratul_Muntaha

  2. https://islam.nu.or.id/ilmu-tauhid/sidratul-muntaha-tempat-istimewa-untuk-nabi-muhammad-saw-PWue7

  3. https://muslim.or.id/85143-sidratulmuntaha.html

  4. https://konsultasisyariah.com/18436-sidratul-muntaha.html

  5. https://islami.co/sidratul-muntaha-dan-imaji-manusia-tentang-surga/

  6. https://bincangsyariah.com/khazanah/apa-itu-sidratul-muntaha/

Tags