Tata Cara Sholat Idul Adha yang Benar agar Sah dan Berpahala
Idul Adha bukan hanya soal pamer outfit di feeds atau makan sate bersama teman. Ada aturannya agar ibadah tidak sekadar lewat, tapi benar-benar “sampai” ke Allah Subhanahu wa Ta'ala. Memahami tata cara sholat Idul Adha bukan dengan mengikuti gerakan imam, tetapi juga tentang menghidupkan syiar Islam.
Sebagai langkah awal, Anda perlu memantapkan hati dengan melafalkan niat sholat Idul Adha secara tepat. Fokus yang terjaga sejak awal waktu akan membantu lebih khusyuk dalam mengikuti setiap tahapan sholat, mulai dari takbir tambahan hingga mendengarkan khutbah yang penuh dengan pesan moral dan spiritual.
Key Takeaways
Kuasai tata cara sholat Idul Adha dari takbir tambahan, 7 kali pada rakaat pertama, dan 5 kali pada rakaat kedua agar sholat Idul Adha berjalan lancar dan khusyuk.
Tingkatkan pahala dengan mandi sebelum sholat, memakai pakaian terbaik, dan berpuasa sampai selesai sholat sesuai teladan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Pastikan kesiapan diri mulai dari hafalan niat hingga penggunaan pakaian yang nyaman agar fokus ibadah tetap terjaga tanpa gangguan.
Bacaan Niat Sholat Idul Adha
Informasi yang lewat di timeline sering membuat fokus terbagi, tapi untuk urusan menghadap Sang Pencipta, kita butuh persiapan yang tidak sembarangan. Memastikan niat sholat Idul Adha sudah hafal di luar kepala dan paham ritme takbir tambahan adalah basic skill yang wajib dikuasai.
Letak niat berada di dalam hati, namun melafalkannya dapat membantu Anda lebih fokus (tabayyun). Dengan begitu, transisi dari mode “mengantuk setelah subuh” ke mode “ibadah maksimal” di tanah lapang jadi semakin bermakna. Berikut adalah bacaan niat berdasarkan posisi dalam sholat berjamaah.
1. Niat untuk Imam
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li ‘idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah subhanahu wa ta’ala.”
2. Niat untuk Makmum
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li ‘idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah subhanahu wa ta’ala.”
Baca juga: Bukan Cuma Berdiri di Depan, Ini Syarat Jadi Imam Sholat
Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya
Berbeda dengan sholat fardhu, tata cara sholat Idul Adha memiliki tambahan takbir di rakaat pertama dan kedua. Mengutip laman Rumaysho, berikut adalah urutannya.
1. Rakaat Pertama
Melafalkan niat;
Takbiratul ihram (Membaca Allahu Akbar);
Takbir tambahan (zawaid) sebanyak 7 kali takbir. Di sela-sela takbir, disunnahkan membaca tasbih dengan bacaan berikut.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah.”
Al-Fatihah dan surat pendek (berdasarkan Hadits Riwayat Muslim disunnahkan membaca surat Al-A’la); dan
Rukuk, itidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti sholat biasa.
2. Rakaat Kedua
Takbiratul Ihram (Membaca Allahu Akbar);
Doa iftitah;
Takbir tambahan (zawaid) sebanyak 5 kali. Di sela-selanya juga membaca tasbih seperti pada rakaat pertama.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah.”
Al-Fatihah dan surat pendek (membaca surat Al-Ghasyiyah berdasarkan sunnah);
Rukuk, itidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti sholat biasa; dan
Setelah salam, sangat dianjurkan untuk tidak langsung meninggalkan tempat karena ada khutbah yang merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian Idul Adha.
Baca juga: Merenungi Makna Gerakan Sholat dari Takbir hingga Salam
Waktu Sholat Idul Adha
Waktu pelaksanaan sholat Idul Adha mulai sejak matahari terbit setinggi tombak atau sekitar 15–20 menit setelah syuruq hingga masuk waktu Dzuhur. Namun, menurut Imam Syafi’i dan kesepakatan mayoritas ulama, sholat Idul Adha dilaksanakan lebih awal ketimbang sholat Idul Fitri.
Tujuannya adalah agar umat Muslim memiliki waktu lebih leluasa untuk menyembelih hewan kurban. Hal ini sebagaimana yang tertera dalam artikel di Muslim.or.id mengenai kedisiplinan waktu ibadah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Amalan Sholat Idul Adha
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberi teladan mengenai aktivitas-aktivitas yang bisa mendatangkan pahala ekstra di hari raya Idul Adha. Berikut adalah amalan-amalannya.
1. Mengumandangkan Takbir
Umat Muslim disunnahkan mengumandangkan takbir sejak fajar hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah). Takbir ini merupakan syiar untuk mengagungkan Allah subhanahu wa ta’ala.
2. Mandi Sebelum Sholat
Mandi sebelum berangkat ke tanah lapang atau masjid hukumnya sunnah muakkad. Tujuannya agar badan bersih dan segar saat berkumpul dengan jamaah lainnya. Hal ini juga menjadi bagian dari menjaga kebersihan diri. Berdasarkan riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau selalu mandi sebelum berangkat sholat Ied (HR. Malik).
3. Menggunakan Pakaian Terbaik dan Wangi-wangian
Gunakan pakaian terbaik sebagai bentuk rasa syukur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memakai pakaian terbaiknya pada hari raya. Bagi pria, sangat disarankan menggunakan wangi-wangian yang tidak menyengat namun memberi kesan rapi dan bersih.
4. Tidak Makan Sebelum Sholat
Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha disunnahkan untuk menunda makan sampai selesai sholat, agar makanan pertama yang dikonsumsi adalah daging kurban jika memungkinkan. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Ahmad, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak makan pada hari Idul Adha sampai beliau kembali (dari sholat).
5. Berjalan Kaki dan Menempuh Jalan Berbeda
Pergilah ke tempat sholat dengan berjalan kaki jika memungkinkan, serta mengambil jalan pulang yang berbeda dari jalan saat berangkat. Cara tersebut bertujuan untuk menebar salam dan memperbanyak silaturahmi dengan orang yang berbeda di sepanjang jalan.
Maksimalkan Ibadah dengan Niat dan Pakaian Terbaik
Seluruh rangkaian tata cara sholat Idul Adha adalah bentuk ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagai anak muda yang produktif, membawa semangat berkurban dalam kehidupan sehari-hari berarti siap mengorbankan ego demi kebaikan yang lebih besar.
Jangan biarkan momen setahun sekali lewat begitu saja tanpa persiapan yang matang, baik dari segi hafalan bacaan maupun fisik. Bicara soal kenyamanan saat sholat Ied, tidak ada yang bisa mengalahkan rasa adem dari sarung berkualitas tinggi.
Untuk Anda yang ingin tampil proper, pastikan memilih sarung dengan sentuhan lifestyle modern yang sedang tren dari Sarung Mangga. Kualitas jahitan dan motifnya benar-benar pas untuk anak muda yang ingin tampil beda tanpa meninggalkan kaidah kesopanan. Produk kami konsisten menghadirkan kenyamanan di setiap helai kainnya.
FAQ
Bagaimana jika lupa jumlah Takbir Zawaid?
Jika lupa atau ragu, sholat tetap sah karena hukum takbir tambahan dari tata cara sholat Idul Adha adalah sunnah. Jangan membatalkan sholat, cukup lanjutkan gerakan berikutnya.
Apakah wanita haid boleh mendatangi lapangan sholat?
Ya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan wanita haid untuk tetap keluar menuju tempat sholat Ied untuk mendengarkan khutbah dan menyaksikan kebaikan, namun mereka tidak ikut sholat dan memisahkan diri dari tempat sujud (HR. Bukhari & Muslim).
Bolehkah sholat Idul Adha sendirian?
Utamanya adalah berjamaah di lapangan atau masjid. Namun, jika ada udzur syar’i seperti sakit, Anda boleh sholat sendiri di rumah sesuai tata cara yang ada.
Kapan batas terakhir menyembelih kurban?
Batasnya adalah sebelum matahari terbenam pada hari Tasyrik terakhir atau 13 Dzulhijjah.
Referensi:
https://rumaysho.com/676-panduan-shalat-idul-fithri-dan-idul-adha.html
https://islami.co/niat-sholat-idul-adha-bacaan-dan-tata-cara-lengkap/
https://mui.or.id/baca/mui/5-amalan-sunnah-sebelum-dan-sesudah-shalat-idul-adha?page=3
https://lampung.nu.or.id/syiar/ini-6-amalan-sunnah-pada-hari-raya-idul-adha-6-juni-2025-kDHCl
https://muslim.or.id/101337-disiplin-mulai-dari-ibadah-salat.html
https://rri.co.id/cirebon/berita-lain/1293400/tips-memilih-sarung-untuk-sholat