Tata Cara Sholat Tahajud: Ritual Malam yang Mengubah Hidup
Di tengah kehidupan yang penuh hiruk pikuk, salat tahajud mengajak kita untuk berhenti sejenak dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala di suasana yang hening. Salat malam ini sering dianggap berat, padahal memiliki dampak yang sangat besar, sehingga penting untuk memahami tata cara sholat tahajud yang benar.
Dengan pelaksanaan yang tepat, kekhusyukan dalam salat akan lebih mudah dirasakan. Tidak hanya menghadirkan pahala, tahajud juga dapat menjadi jalan untuk memperoleh ketenangan batin serta harapan akan doa yang dikabulkan.
Key Takeaways
Sholat tahajud adalah sholat sunnah malam setelah tidur yang memiliki keutamaan besar untuk ketenangan batin dan terkabulnya doa.
Waktu terbaik sholat tahajud adalah sepertiga malam terakhir, dengan minimal dua rakaat dan niat yang ikhlas.
Tata cara sholat tahajud sama seperti sholat sunnah pada umumnya, namun dikerjakan dengan kesungguhan setelah bangun tidur.
Membiasakan tahajud dapat meningkatkan ketenangan jiwa, kejernihan pikiran, dan kedekatan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Baca juga: Tata Cara dan Doa Sholat Tahajud yang Benar dan Mustajab
Pengertian Sholat Tahajud
Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Inilah yang membedakan tahajud dari salat malam sunnah lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menjaga tata cara sholat tahajud dan menjadikannya sebagai amalan rutin dalam keseharian beliau.
Secara bahasa, kata tahajud berasal dari kata “hajada” yang berarti bangun dari tidur. Makna ini menunjukkan adanya unsur kesungguhan dan perjuangan dalam salat tahajud, yakni bangkit saat kebanyakan orang masih terlelap untuk bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta‘ala dengan penuh kerendahan hati.
Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud
Lantas, sholat tahajud jam berapa? Salat tahajud bisa Anda kerjakan setelah menunaikan salat Isya dan sempat tidur, hingga menjelang waktu Subuh. Namun, waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir.
Pada waktu tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala membuka pintu ampunan dan mengabulkan doa hamba-Nya. Karena itu, daripada terjaga tanpa manfaat, waktu malam dapat Anda manfaatkan sebagai bentuk hijrah dengan melakukan ibadah yang bernilai.
Syarat dan Persiapan Sebelum Sholat Tahajud
Sebelum mempelajari tata cara sholat tahajud, penting untuk memahami terlebih dahulu syarat dan persiapan yang perlu Anda lakukan. Persiapannya relatif sederhana, yaitu:
Dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar serta najis.
Sudah tidur meskipun hanya sebentar.
Menutup aurat.
Menghadap kiblat.
Meski tampak mudah, persiapan ini memiliki makna yang besar. Sebelum tidur, niatkan diri untuk bangun lebih awal guna melaksanakan salat tahajud dan pasang pengingat agar tidak terlewat. Persiapkan hati dengan ikhlas, bukan karena paksaan, melainkan semata-mata untuk mengharapkan rida Allah subhanahu wa ta’ala.
Niat Sholat Tahajud
Pada dasarnya, niat salat cukup dibaca di dalam hati. Namun, jika ingin melafalkannya, Anda dapat mengucapkan:
“Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.”
Artinya: Saya berniat melaksanakan salat sunah tahajud dua rakaat karena Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
Perlu Anda ingat bahwa yang paling utama bukanlah lafaz niatnya, melainkan keikhlasan dalam menjalankannya. Selain itu, niat tidak harus selalu Anda ucapkan dalam bahasa Arab. Anda bisa menyampaikannya dengan bahasa sendiri selama dilakukan sebelum takbiratul ihram.
Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar
Pada dasarnya, tata cara sholat tahajud tidak jauh berbeda dengan salat sunah lainnya. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya, yaitu dikerjakan setelah bangun tidur di malam hari. Adapun urutannya adalah sebagai berikut.
Dimulai dengan bangun dari tidur.
Berwudhu.
Lanjut niat salat tahajud dua rakaat.
Setelah itu, lakukan takbiratul ihram, membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek (atau surah panjang).
Lalu, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
Selanjutnya berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi rangkaian gerakan yang sama hingga sujud kedua, kemudian duduk tahiyat akhir dan diakhiri dengan salam.
Baca juga: Sholat Tahajud Tanpa Tidur Dulu, Bolehkah? Ini Penjelasannya
Jumlah Rakaat Sholat Tahajud
Jika Anda bingung sholat tahajud berapa rakaat, sebenarnya jumlahnya tidak ditentukan secara pasti. Namun, minimal dua rakaat dan bisa Anda tambah sesuai kemampuan pribadi.
Doa Setelah Sholat Tahajud
Setelah melaksanakan sholat tahajud, sebaiknya panjatkan doa karena waktu tersebut termasuk saat yang paling utama. Bacaan doa sholat tahajud tidak harus menggunakan bahasa tertentu. Yang terpenting adalah doa tersebut Anda pahami dan ucapkan dengan penuh keikhlasan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Pada umumnya, doa yang Anda panjatkan berisi ungkapan rasa syukur, permohonan ampunan, serta penyampaian harapan dan keinginan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Keutamaan dan Hikmah Sholat Tahajud
Tata cara sholat tahajud memiliki banyak keutamaan dan bahkan menjadi amalan yang rutin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lakukan hingga hampir tidak pernah beliau tinggalkan. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda: “Sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR. Muslim).
Salah satu keutamaan sholat tahajud adalah Allah subhanahu wa ta‘ala meninggikan derajat hamba yang mengerjakannya. Tahajud juga menjadi wasilah terkabulnya doa karena dikerjakan pada waktu yang mustajab, yakni sepertiga malam terakhir.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Sehingga, hikmah salat tahajud tidak hanya Anda rasakan secara spiritual, tetapi juga berdampak pada kondisi mental.
Orang yang membiasakannya cenderung memiliki hati yang lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan kesabaran yang lebih kuat. Bagi anak muda, tahajud menjadi ruang terbaik untuk memohon petunjuk, mencurahkan keluh kesah, dan menata kembali arah hidup.
Baca juga: 9 Ciri-ciri Orang yang Sering Sholat Tahajud
Tingkatkan Pemahaman Tata Cara Sholat Tahajud agar Jiwa Lebih Tentram
Jadi, tata cara sholat tahajud yang benar tidak hanya diukur dari lamanya berdiri dalam ibadah, tetapi dari ketulusan hati saat berserah diri. Ketika sebagian besar orang terlelap, memilih untuk bangun dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala merupakan pilihan bernilai tinggi di sisi-Nya.
Suasana tahajud sendiri memiliki nuansa yang khas—hening, tenang, dan sangat personal. Kenyamanan dalam beribadah juga bisa Anda dukung oleh busana, misalnya sarung dengan sentuhan gaya modern yang membantu meningkatkan kekhusyukan, seperti Sarung Mangga.
Sarung Mangga kini semakin banyak peminatnya karena mampu memadukan nilai tradisi dengan gaya anak muda masa kini. Produk ini menjadi pilihan yang tepat untuk menambah semangat beribadah. Saatnya tampil percaya diri dan bangga mengenakan Sarung Mangga.
FAQ
Sholat tahajud jam berapa?
Salat tahajud bisa Anda kerjakan setelah tidur, dengan waktu mulai sejak selesai salat Isya hingga menjelang Subuh, dan paling utama pada sepertiga malam terakhir.
Sholat tahajud berapa rakaat?
Salat tahajud bisa Anda kerjakan minimal dua rakaat dan tidak memiliki batas maksimal jumlah rakaat.
Apakah sholat tahajud harus tidur dulu?
Ya, Anda sebaiknya melaksanakan tahajud setelah tidur meskipun hanya sebentar, karena hal ini yang membedakannya dari salat malam lainnya.
Apakah doa setelah sholat tahajud boleh menggunakan bahasa sendiri?
Boleh, Anda bisa memanjatkan doa menggunakan bahasa apa pun yang Anda pahami, selama isi doanya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Referensi:
https://mui.or.id/baca/berita/shalat-tahajud-lengkap-tata-cara-hingga-doa
https://kemenag.go.id/islam/cara-shalat-tahajud-lengkap-dengan-niat-dan-doanya-zORJm
https://www.baznasjabar.org/news/cara-sholat-tahajud-lengkap-dengan-niat-dan-doanya
https://www.antaranews.com/berita/4632637/panduan-lengkap-shalat-tahajud-niat-tata-cara-dan-doa