Blog Islam Sehari-hari Alquran dan Hadist

Arti dan Cara Meneladani Asmaul Husna Al Mukmin

Ilustrasi Asmaul Husna Al Mukmin. (Sumber: Istimewa)
Ilustrasi Asmaul Husna Al Mukmin. (Sumber: Istimewa)

Asmaul Husna terdiri atas dua kata, yaitu Asma yang berarti nama-nama, dan Husna yang berarti baik atau indah. Sebab itulah nama-nama ini hanya boleh digunakan oleh Allah SWT.

Dengan mengetahui Asmaul Husna, seorang muslim dituntut untuk berakhlak baik dengan meniru sifat-sifat tersebut. Untuk dapat meneladani sifat Allah SWT yang mulia, seorang muslim harus mempelajari dengan tekun dan sungguh-sungguh Asmaul Husna ini.

Dalam bahasa Arab, lafal Al Mukmin berasal dari kata Amina yang berarti percaya, membenarkan, menenangkan hati, dan memberi rasa aman. Asmaul Husna Al Mukmin artinya bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang dapat memberikan rasa aman dan ketenangan kepada seluruh makhluk-Nya.

Al Mukmin artinya keamanan dan rasa tenang yang hakiki hanya diperoleh dari kekuasaan Allah SWT. Sementara itu, ketenangan hati muncul karena perasaan dekat dengan-Nya. Kemudian, Allah SWT tidak pernah mengingkari dan pasti akan menunaikan janji-janji-Nya.

Berdasarkan makna tersebut, mengimaninya akan membuat seseorang akan ditambahkan rasa aman dan membuat seseorang tidak putus asa. Mengetahui hal ini juga bahwa Allah SWT adalah Sang Maha Pemurah dan begitu sayangnya kepada para hambanya. Bahkan tanpa sadar Allah SWT memberi rasa tenteram saat umat Islam dekat dengan Allah.

Al Mukmin artinya pemberi rasa aman, yang menjadi salah satu sifat Allah SWT mengajarkan seorang hamba untuk meminta perlindungan hanya kepada Allah SWT semata. Sebagai Al Mukmin, Allah SWT yang maha pemberi rasa aman juga menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah.

Tanpa bantuan dari Allah SWT, manusia bukanlah apa-apa. Maka dari itu untuk selalu berdoa dan bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT kepada umat Islam.

Dalil Asmaul Husna Al Mukmin dalam Alquran

Ayat Alquran yang membahas tentang Al Mukmin artinya Yang Maha Pemberi Rasa Aman ini ada dalam beberapa surah Alquran, yaitu:

Surah Al-Hasyr Ayat 23

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Bacaan latin: Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-'azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi 'ammā yusyrikụn

Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutuan.

Surah Al-Fath Ayat 4

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ

Bacaan latinnya: Huwallażī anzalas-sakīnata fī qulụbil-mu`minīna liyazdādū īmānam ma’a īmānihim, wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ, wa kānallāhu ‘alīman ḥakīmā.

Artinya: Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

Surah Al-An’am Ayat 82

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Bacaan latin: Allażīna āmanụ wa lam yalbisū īmānahum biẓulmin ulā`ika lahumul-amnu wa hum muhtadụnl

Artinya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Meneladani Asmaul Husna Al Mukmin dalam Kehidupan

Di dalam kitab suci Alquran, Asmaul Husna Al Mukmin disebutkan sebanyak 22 kali. Di antara banyak penyebutan tersebut, hanya satu kali yang menyebutkan nama dan sifatnya secara gamblang, yakni dalam surah Al Hasyr ayat 23.

Dalam kehidupan sehari-hari, Asmaul Husna Al Mukmin dapat dijadikan sebagai wirid dan zikir untuk mengingatkan diri bahwa hanya Allah SWT yang dapat memberikan keamanan dan rasa tenang bagi manusia. Kemudian, selain dijadikan sebagai wirid dan zikir, Asmaul Husna Al Mu’min juga dapat menjadi teladan untuk menjalani kehidupan sehari-hari di dunia. Sifat Al Mukmin merupakan dorongan untuk bersikap terpuji bagi diri maupun orang lain.

Pengamalan Asmaul Husna Al Mukmin dalam diri seorang muslim diwujudkan dengan menjaga diri untuk tidak menyakiti orang lain. Dengan demikian, orang-orang di sekitar individu bersangkutan merasa aman dari keburukan dan sifat tercelanya.

Meneladani Asmaul Husna Al Mukmin berarti kita harus mampu memberikan rasa aman bagi orang lain. Tidak mengganggu atau membuat orang lain merasa tidak nyaman, baik secara langsung maupun tidak. Jadikanlah setiap orang merasa aman berteman atau bertetangga dengan kita.

Dalam hal ini Rasulullah SAW juga menjelaskan dalam beberapa hadits. Rasulullah SAW menegaskan, “Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi, Allah, tidak beriman. Para sahabatnya bertanya, ‘Siapa ya Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Al Mukmin juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan bersikap ramah kepada sesama, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, tidak menggosip saudaranya, dan berpikiran yang baik dan positif bagi sesama.

Mendalami makna Al Mukmin dalam hidup juga akan melahirkan sikap tidak takut kepada apa pun kecuali kepada Allah. Di mana pun dan kapan pun meyakini bahwa Allah satu-satunya Yang Memberi Rasa Aman. Inilah nilai tauhid yang bisa dibangun dari keyakinan kita pada Allah.

Manfaat Berdzikir Asmaul Husna Al Mukmin

Mengimani Asmaul Husna Al Mukmin juga dapat dilakukan dengan berdzikir. Terlebih, Allah menyukai hamba-hambaNya yang sering berdzikir pada-Nya. Jika kita membaca Ya Mu’min setiap hari, insya Allah diri kita, keluarga, dan harta akan terpelihara serta terbebas dari segala gangguan. Wallahu A’lam.

Akhirnya, marilah kita berdoa pada Allah, agar senantiasa diberi rasa aman dan kecukupan di dunia dan di akhirat.

"Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kenikmatan pada saat miskin dan rasa aman pada hari yang penuh dengan ketakutan. Ya Allah, condongkanlah kami kepada keimanan dan hiaskanlah keimanan itu di hati kami. Tanamkanlah kebencian di hati kamu kepada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan. Dan jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (HR. Bukhari, Ahmad, dan Hakim)

99 Asmaul Husna dan Artinya

Bacaan 99 Asmaul Husna dan artinya bisa Anda amalkan setelah selesai sholat lima waktu atau pada waktu tertentu. Membaca 99 Asmaul Husna dan artinya akan mendapatkan pahala serta merasa semakin dekat dengan Allah SWT.

1. Ar Rahman

Yang Maha Pengasih

2. Ar Rahiim

Yang Maha Penyayang

3. Al Malik

Yang Maha Merajai (bisa diartikan Raja dari semua Raja)

4. Al Quddus

Yang Maha Suci

5. As Salaam

Yang Maha Memberi Kesejahteraan

6. Al Mukmin

Yang Maha Memberi Keamanan

7. Al Muhaimin

Yang Maha Mengatur

8. Al 'Aziiz

Yang Maha Perkasa

9. Al Jabbar

Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan

10. Al Mutakabbir

Yang Maha Megah (yang memiliki kebesaran)

11. Al Khalik

Yang Maha Pencipta

12. Al Baari'

Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)

13. Al Mushawwir

Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)

14. Al Ghaffaar

Yang Maha Pengampun

15. Al Qahhaar

Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu

16. Al Wahhaab

Yang Maha Pemberi Karunia

17. Ar Razzaaq

Yang Maha Pemberi Rezeki

18. Al Fattaah

Yang Maha Pembuka Rahmat

19. Al 'Aliim

Yang Maha Mengetahui

20. Al Qaabidh

Yang Maha Menyempitkan.

21. Al Baasith

Artinya: Yang Maha Melapangkan

22. Al Khaafidh

Yang Maha Merendahkan

23. Ar Raafi'

Yang Maha Meninggikan

24. Al Mu'izz

Yang Maha Memuliakan

25. Al Mudzil

Yang Maha Menghinakan

26. Al Samii'

Yang Maha Mendengar

27. Al Bashiir

Yang Maha Melihat

28. Al Hakam

Yang Maha Menetapkan

29. Al 'Adl

Yang Maha Adil

30. Al Lathiif

Yang Maha Lembut

31. Al Khabiir

Yang Maha Mengenal

32. Al Haliim

Yang Maha Penyantun

33. Al 'Azhiim

Yang Maha Agung

34. Al Ghafuur

Yang Maha Memberi Pengampunan

35. As Syakuur

Yang Maha Pembalas Budi

36. Al 'Aliy

Yang Maha Tinggi

37. Al Kabiir

Yang Maha Besar

38. Al Hafizh

Yang Maha Memelihara

39. Al Muqiit

Yang Maha Pemberi Kecukupan

40. Al Hasiib

Yang Maha Membuat Perhitungan.

41. Al Jaliil

Yang Maha Luhur

42. Al Kariim

Yang Maha Pemurah

43. Ar Raqiib

Yang Maha Mengawasi

44. Al Mujiib

Yang Maha Mengabulkan

45. Al Waasi'

Yang Maha Luas

46. Al Hakim

Yang Maha Bijaksana

47. Al Waduud

Yang Maha Mengasihi

48. Al Majiid

Yang Maha Mulia

49. Al Baa'its

Yang Maha Membangkitkan

50. As Syahiid

Yang Maha Menyaksikan

51. Al Haqq

Yang Maha Benar

52. Al Wakiil

Yang Maha Memelihara

53. Al Qawiyyu

Yang Maha Kuat

54. Al Matiin

Yang Maha Kokoh

55. Al Waliyy

Yang Maha Melindungi

56. Al Hamiid

Yang Maha Terpuji

57. Al Muhshii

Yang Maha Mengalkulasi

58. Al Mubdi'

Yang Maha Memulai

59. Al Mu'iid

Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

60. Al Muhyii

Yang Maha Menghidupkan.

61. Al Mumiitu

Yang Maha Mematikan

62. Al Hayyu

Yang Maha Hidup

63. Al Qayyuum

Artinya: Yang Maha Mandiri

64. Al Waajid

Yang Maha Penemu

65. Al Maajid

Yang Maha Mulia

66. Al Wahid

Yang Maha Tunggal

67. Al Ahad

Yang Maha Esa

68. As Shamad

Yang Maha Dibutuhkan

69. Al Qaadir

Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

70. Al Muqtadir

Yang Maha Berkuasa

71. Al Muqaddim

Yang Maha Mendahulukan

72. Al Mu'akkhir

Yang Maha Mengakhirkan

73. Al Awwal

Yang Maha Awal

74. Al Aakhir

Yang Maha Akhir

75. Az Zhaahir

Yang Maha Nyata

76. Al Baathin

Yang Maha Ghaib

77. Al Waali

Yang Maha Memerintah

78. Al Muta'aalii

Yang Maha Tinggi

79. Al Barru

Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)

80. At Tawwaab

Yang Maha Penerima Taubat.

81. Al Muntaqim

Yang Maha Pemberi Balasan

82. Al Afuww

Yang Maha Pemaaf

83. Ar Ra'uuf

Yang Maha Pengasuh

84. Malikul Mulk

Yang Maha Penguasa Kerajaan

85. Dzul Jalaali WalIkraam

Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

86. Al Muqsith

Yang Maha Pemberi Keadilan

87. Al Jamii'

Yang Maha Mengumpulkan

88. Al Ghaniyy

Yang Maha Kaya

89. Al Mughnii

Yang Maha Pemberi Kekayaan

90. Al Maani

Yang Maha Mencegah

91. Ad Dhaar

Yang Maha Penimpa Kemudharatan

92. An Nafii'

Yang Maha Memberi Manfaat

93. An Nuur

Yang Maha Bercahaya (menerangi, memberi cahaya)

94. Al Haadii

Yang Maha Pemberi Petunjuk

95. Al Badii'

Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya

96. Al Baaqii

Yang Maha Kekal

97. Al Waarits

Yang Maha Pewaris

98. Ar Rasyiid

Yang Maha Pandai

99. As Shabuur

Yang Maha Sabar

Tags