Catat, Ini Hukum Puasa Sebelum Idul Adha dan Keutamaannya
Setelah menjalani puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, umat Islam kembali dipertemukan dengan hari raya kurban, yaitu Idul Adha. Hari besar ini jatuh pada bulan Dzulhijjah yang penuh keutamaan dan limpahan pahala sehingga dianjurkan untuk memperbanyak amalan, salah satunya melaksanakan puasa sebelum Idul Adha.
Faktanya, puasa di bulan Dzulhijjah tidak hanya terbatas pada puasa Tarwiyah dan Arafah. Terdapat amalan puasa di sembilan hari pertama yang memiliki keistimewaan tersendiri. Lalu, bagaimana hukum, niat, dan keutamaannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Key Takeaways
Puasa sebelum Idul Adha merupakan amalan sunnah yang dilakukan pada 1–9 Dzulhijjah. Kesunnahan ini berlaku untuk semua umat Islam, baik yang berhaji maupun tidak.
Namun, orang yang berhaji disunnahkan tidak melakukan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Apabila tetap berpuasa, maka hukumnya khilaful aula (menyalahi yang lebih utama), bahkan Imam Nawawi menghukumi makruh.
Berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama Arafah, mempunyai banyak keutamaan, mulai dari terhapusnya dosa-dosa setahun sebelumnya dan sesudahnya, seperti berpuasa selama satu tahun, menjauhkan diri dari api neraka, dan mendapatkan pahala berlipat ganda.
Hukum Puasa Sebelum Idul Adha
Hukum puasa sembilan hari sebelum Idul Adha adalah sunnah. Para ulama menganjurkan umat Islam melakukan amalan, salah satunya berpuasa, pada awal bulan Dzulhijjah sebagaimana yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW. Hal ini tercantum dalam hadis shahih riwayat Hafsah Ra berikut.
“Empat hal yang tidak pernah Rasulullah SAW tinggalkan yaitu puasa di hari Asyura tanggal 10 Muharram, sepuluh hari di bulan Dzhulhijjah, puasa tiga hari di setiap bulannya (ayyamul bidh tanggal 13,14,15), dan dua rakaat sebelum salat Subuh.” (HR. Ahmad, An-Nasai, dan Ibnu Hibban)
Selain itu, ada hadis riwayat Humaid bin Khalid yang mendapatkan informasi dari salah satu istri Nabi Muhammad SAW, berbunyi:
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, pada hari Asyura, dan tiga hari setiap bulan yaitu Senin pertama awal bulan dan dua Kamis.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Ada hadis lain yang memang menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak melakukan puasa sebelum Idul Adha (sepuluh hari di bulan Dzulhijjah). Hadis tersebut diriwayatkan Imam Muslim dari Aisyah RA.
“Aku tidak melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berpuasa di sepuluh hari bulan dzulhijjah).” (HR Muslim)
Namun, perlu Anda ketahui bahwa memahami hadis yang seakan kontradiktif tersebut membutuhkan analisa mendalam. Para ulama menafsirkan maksud hadis tersebut bahwa Nabi Muhammad SAW tidak berpuasa karena alasan tertentu, seperti sakit, bepergian, dan sebagainya.
Artinya, ketika Aisyah Ra. tidak melihat Nabi Muhammad SAW berpuasa, itu bukanlah mengindikasikan puasa di awal bulan Dzulhijjah tidak ada. Sebab, puasa tidak selalu menjadi perintah secara jelas.
Bahkan, Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari menerangkan bahwa keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah disebabkan karena pada saat itu ibadah-ibadah utama berkumpul, yakni sholat, puasa, sedekah, dan haji yang tidak ada pada bulan selainnya.
Macam-macam Puasa Sebelum Idul Adha dan Niatnya
Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas Ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat mencintai hambanya yang mengerjakan amal saleh di sepuluh hari bulan Dzulhijjah, seperti:
1. Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)
Pada puasa di tujuh hari pertama, Anda bisa membaca niat puasa sebelum Idul Adha berikut ini.
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Setelah satu minggu berpuasa, Anda bisa lanjut ke puasa Tarwiyah yang mampu mendatangkan pahala besar. Berikut ini niat puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Memasuki hari kesembilan, Anda sangat disunnahkan melakukan puasa Arafah. Sebab, pada hari itu, jutaan jamaah haji menjalani wukuf di padang Arafah sehingga menjadi momen penting untuk melakukan ibadah yang mampu menghapus dosa-dosa selama satu tahun.
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat berpuasa Arafah karena Allah ta’al.”
4. Puasa Sebelum Berangkat Sholat Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri, yang menganjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat, Anda justru dianjurkan tidak makan dan minum sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Hal ini karena sedekah Idul Adha dilaksanakan setelah sholat Id agar bisa makan daging kurban bersama orang yang membutuhkan.
Di samping itu, jika Anda menjalankan puasa sunnah tetapi lupa berniat pada malam hari atau sebelum subuh, Anda tetap boleh berniat di siang hari. Asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Sebelum Idul Adha
Setelah memahami hukum dan tata cara puasanya, penting untuk mengetahui keutamaannya. Berikut ini penjelasannya.
1. Puasa Dzulhijjah
Puasa tujuh hari awal bulan Dzulhijjah membawa banyak keutamaan. Salah satunya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi pahala seperti berpuasa satu tahun penuh.
Tujuh hari pertama juga masuk dalam ibadah di malam 10 hari bulan Dzulhijjah. Sehingga, bahi siapapun yang melakukan amalan sunnah dan beribadah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Sebab, amalan di waktu tersebut salah satu yang paling dicintai Allah SWT.
2. Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah menjadi salah satu sunnah utama menjelang Idul Adha yang memberi segudang manfaat. Salah satunya terhapusnya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya dan setelahnya.
Pahala bagi orang yang melakukan puasa Tarwiyah setara dengan kesabaran Nabi Muhammad SAW. Pada hari ini juga, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabulkan segala doa yang dipanjatkan hamba-Nya.
3. Puasa Arafah
Keutamaan puasa Arafah sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang. Bagi yang mengamalkannya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membebaskan dari api neraka dan menjadi bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Para ulama juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa dan introspeksi diri, sehingga dapat memperbaiki hubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekaligus meningkatkan kualitas keimanan.
4. Puasa Sebelum Berangkat Sholat Id
Sementara itu, hikmah tidak makan dan minum sebelum berangkat sholat Id adalah agar daging kurban segera disembelih dan dinikmati bersama-sama. Ini menjadi momen memperkuat kebersamaan dan persaudaraan antar umat Islam sehingga tercipta rasa syukur dan kebahagiaan.
Baca juga: Keutamaan dan Batas Waktu Puasa Syawal
Raih Keutamaan Bulan Dzulhijjah Bersama Sarung Mangga
Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan yang paling Allah Subhanahu Wa Ta’ala cintai. Sehingga, barangsiapa yang mengerjakan puasa sebelum Idul Adha, sholat sunnah, dan bersedekah, ia akan mendapatkan ganjaran berlipat ganda.
Untuk menunjang kenyamanan dalam beribadah, memperhatikan apa yang Anda kenakan menjadi bagian tak kalah penting. Sarung Mangga hadir dengan bahan ringan dan nyaman, yang membuat ibadah tetap fokus.
Selain itu, sarung kebanggaan para gen Z ini memiliki motif yang elegan dan eye catching, sehingga cocok untuk menemani sholat di hari raya Idul Adha nanti. Segera pesan sekarang sebelum kehabisan!
FAQ
Apakah puasa sebelum Idul Adha itu sunnah?
Ya, puasa sebelum hari raya Idul Adha disunnahkan kepada seluruh umat Islam, terutama pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.
Mengapa sebelum sholat Idul Adha tidak makan dan minum?
Tujuannya untuk mengosongkan perut agar bisa menyantap daging kurban bersama-sama dengan orang miskin. Namun, ini bukan wajib, melainkan sunnah.
Puasa satu hari sebelum Idul Adha disebut apa?
Puasa Arafah.
Apa keutamaan dari puasa sebelum hari raya Idul Adha?
Mendapatkan pahala berlipat ganda, pengampunan dosa selama setahun, menjauhkan diri dari api neraka, dan menjadi momen mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Referensi:
https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ibadah/niat-puasa-arafah-dan-keutamaannya-yang-luar-biasa/
https://bincangsyariah.com/hukum-islam/ubudiyah/ini-dalil-puasa-sunah-9-hari-bulan-dzulhijjah/
https://nu.or.id/puasa/puasa-dzulhijjah-tata-cara-niat-dan-keutamaannya-AzU5y
https://jatim.nu.or.id/keislaman/hukum-dan-keutamaan-puasa-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-MmbKO
https://www.rumahzakat.org/keutamaan-puasa-10-hari-pertama-zulhijjah/
https://jatim.nu.or.id/keislaman/niat-dan-keutamaan-puasa-dzulhijjah-tarwiyah-dan-arafah-BkJbH
https://jatim.nu.or.id/opini/rahasia-dan-keagungan-hari-tarwiyah-dan-arafah-TGMwi
https://tebuireng.online/anjuran-tidak-makan-sebelum-shalat-idul-adha/
https://www.nucare.id/news/sunnah_puasa_sebelum_salat_idul_adha
https://jatim.nu.or.id/keislaman/alasan-mengapa-puasa-arafah-sangat-dianjurkan-Onzk7