Mengenal Puasa Ayyamul Bidh: Niat dan Keutamaan dalam Islam
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan kepada umat Islam adalah puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriyah. Pada waktu itu, malam tengah bersinar terang karena cahaya putih indah yang memancar dari bulan purnama.
Maka dari itu, jangan sia-siakan kesempatan untuk menunaikan puasa sunnah tiga hari pada pertengahan bulan Hijriyah ini. Ada banyak manfaat yang akan Anda rasakan, mulai dari pembersihan jiwa hingga pahala yang berlipat ganda.
Key takeaways
Umat Islam disunnahkan untuk berpuasa minimal tiga hari setiap bulannya atau biasa disebut dengan Ayyamul Bidh.
Tata cara puasa Ayyamul Bidh adalah berniat dalam hati di malam hari, menunaikan sahur, dan berbuka.
Keutamaan melaksanakan puasa sunnah ini adalah meneladani perilaku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mendapat pahala puasa sepanjang tahun, dan meningkatkan spiritualitas seorang Muslim.
Baca Juga: 7 Perbedaan Puasa Wajib dan Puasa Sunnah, Jangan Keliru!
Pengertian Puasa Ayyamul Bidh dan Dalilnya
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa selama tiga hari, mulai dari tanggal 13 hingga 15 di setiap bulan pada kalender Hijriyah. Hukum pelaksanaannya adalah sunnah sehingga barangsiapa yang mengamalkannya akan mendapat pahala, sedangkan yang meninggalkannya tidak akan mendapat apa-apa.
Namun, khusus untuk bulan Dzulhijjah, umat Islam bisa menunaikannya pada tanggal 14 dan 15 saja. Pasalnya, 13 Dzulhijjah termasuk hari Tasyrik yang haram hukumnya berpuasa. Maka dari itu, Anda bisa mengganti puasa tersebut di hari lain pada bulan Dzulhijjah seperti tanggal 16. Hal ini seperti yang terdapat dalam hadits:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)
Sementara itu, dalil yang menganjurkan pelaksanaan Ayyamul Bidh terdapat pada hadits berikut.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1. Berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2. Mengerjakan sholat Dhuha, 3. Mengerjakan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Mengutip NU Online, niat puasa sunnah Senin-Kamis, Arafah, hingga Ayyamul Bidh bisa dengan niat dalam hati bahwa akan melakukan puasa. Anda bisa berniat sejak malam hari bahwa akan melakukan puasa keesokan harinya. Berikut ini bacaannya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Bagi Anda yang menjalankan ibadah puasa sunnah ini, berikut adalah sejumlah keutamaan yang akan didapatkan.
1. Menghidupkan Sunnah Nabi
Salah satu cara untuk menunjukkan rasa cinta kepada baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mengamalkan perbuatan-perbuatannya yang baik. Salah satu sunnah ibadah yang beliau lakukan semasa hidup adalah berpuasa tiga hari atau Ayyamul Bidh.
Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan)
2. Mendapat Pahala Puasa Sepanjang Tahun
Bagi yang menjalankan puasa sunnah Ayyamul Bidh dengan rajin setiap bulannya, maka pahala puasanya seperti puasa satu tahun penuh. Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala bahwa satu kebaikan akan mendapat balasan pahala sepuluh kali lipat. Dengan begitu, satu hari puasa sama dengan puasa sepuluh hari.
Dalil mengenai keutamaan ini, terdapat pada hadits riwayat Bukhari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”
3. Meningkatkan Spiritualitas Seorang Muslim
Salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah dengan mengamalkan puasa sunnah setelah berhasil menunaikan yang wajib. Puasa Ayyamul Bidh bisa menjadi cara untuk meningkatkan spiritualitas seorang Muslim agar lebih bertakwa dan sabar menghadapi ujian hidup.
Tips Puasa Ayyamul Bidh Lancar
Setelah mengetahui keutamaan Ayyamul Bidh, tentunya Anda ingin menjadikannya sebagai rutinitas. Berikut adalah beberapa tips agar Anda konsisten membangun kebiasaan puasa setiap tanggal 13-15 pada kalender Hijriyah.
1. Memasang Reminder Waktu Puasa
Cetak kalender fisik atau manfaatkan aplikasi digital untuk menandai kapan waktunya Ayyamul Bidh. Catatan ini dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi Anda setiap kali masuk bulan baru.
2. Sahur dan Berbuka dengan Nutrisi Seimbang
Tantangan puasa sunnah adalah menjaga tubuh tetap berenergi saat beraktivitas di tengah lingkungan yang dominan tidak berpuasa. Maka dari itu, agar Anda kuat berpuasa, konsumsi makanan bergizi yang memiliki nutrisi seimbang dan pastikan tubuh mendapat asupan cairan yang cukup.
3. Meniatkan untuk Beribadah kepada Allah Ta’ala
Puasa yang dibarengi dengan niat kuat pasti tidak akan terasa seperti beban, bahkan jika kegiatannya sedang padat. Itulah mengapa mantapkan hati Anda untuk menjalankan ibadah puasa ini semata untuk mendapat ridha dari Allah subhanahu wa ta’ala sehingga menjalankannya akan terasa ringan.
Baca Juga: 9 Daftar Menu Buka Puasa Sederhana dan Praktis, Wajib Coba!
Siap Mengamalkan Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh tanggal 13-15 Hijriyah dapat menjadi amalan andalan setiap bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan puasa sunnah, hawa nafsu bisa terkontrol dan hati terjaga dari keburukan.
Selain puasa, Anda juga bisa meningkatkan kualitas ibadah dengan mendirikan sholat berjamaah, terutama bagi laki-laki. Kenakan pakaian sholat terbaik seperti sarung tenun kekinian dari Sarung Mangga.
Setiap sarung kami terbuat dari bahan premium yang nyaman serta bergaya elegan dan maskulin untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda. Tak heran jika Sarung Mangga jadi andalan anak santri dan Gen Z yang ingin tampil stylish saat beribadah.
FAQ
Apa arti puasa Ayyamul Bidh?
Secara bahasa, Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih karena cahaya bulan pada waktu ini lebih terang daripada malam lainnya.
Kapan waktunya puasa sunnah ini?
Pada tanggal 13, 14, dan 15 pada kalender Hijriyah.
Apa keutamaan puasa sunnah Ayyamul Bidh?
Menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mendapat pahala puasa sepanjang tahun jika konsisten, dan meningkatkan spiritualitas iman.
Bagaimana pelaksanaan Ayyamul Bidh pada bulan Dzulhijjah?
Mengganti puasa tanggal 13 Dzulhijjah (hari Tasyrik) ke tanggal lain pada bulan yang sama.
Referensi:
https://kotayogya.baznas.go.id/artikel/show/mengenal-pahala-puasa-ayyamul-bidh-dengan-sedekah/27181
https://rumaysho.com/863-lakukanlah-puasa-sunnah-minimal-sebulan-3-kali.html#_ftn4
https://nu.or.id/syariah/tata-cara-puasa-ayyamul-bidl-hukum-keutamaaan-dan-niat-sarao
https://mirror.mui.or.id/artikel-mui/61724/puasa-ayyamul-bidh-niat-dan-keutamaannya/
https://rumaysho.com/21149-puasa-ayyamul-bidh-pada-13-dzulhijjah-hari-tasyrik-bolehkah.html
https://rumaysho.com/3429-niat-puasa-sunnah-boleh-di-pagi-hari.html