Blog Islam Sehari-hari Alquran dan Hadist

Nasehat Pernikahan dalam Islam: Penguat Hati Sebelum Akad

khutbah pernikahan dalam Islam (Source: pixabay - RiskiiTriono97)
khutbah pernikahan dalam Islam (Source: pixabay - RiskiiTriono97)

Persiapan nikah zaman sekarang itu lebih banyak mikirin konsep dan milih vendor buat walimah daripada esensi pernikahannya. Padahal, walimah itu cuma bagian kecil dari kick-off pernikahan, dan esensi pernikahan itu ada di perjalanan setelahnya selama seumur hidup. Setiap pasangan suami istri juga membekali diri dengan ilmu hingga nasehat pernikahan dalam Islam. 

Nasehat pernikahan ini bukan sekadar teori jadul, tapi justru menjadi remedy (obat) dan suplemen penting yang menjaga mentalitas tetap waras, baik sebelum maupun sesudah terjadinya prosesi pernikahan kamu.

Arti dan Tujuan Nasehat Pernikahan dalam Islam

Dulu, zaman Jahiliyah, orang kalau pidato di nikahan itu isinya cuma pamer harta atau keturunan biar kelihatan paling "wah". Islam datang buat mengubah itu semua menjadi lebih bermakna. 

Nasehat pernikahan dalam Islam sebenarnya gak sekadar formalitas saat akad.  Nasehat ini adalah fondasi supaya kita punya jangkar yang lebih kuat dalam memaknai pernikahan, ibadah yang kita pilih untuk dijalani, sekaligus kompas biar kita tetap on track.

Merangkum dari laman Almanhaj, jumhur ulama sepakat kalau hukum adanya bagian nasehat ini dalam pernikahan adalah sunah (dianjurkan) dan disampaikan sebelum akad nikah (ijab qabul). 

Inti dari nasehat ini adalah pengingat untuk selalu bertaqwa. Seperti yang tertulis dalam Al-Ahzâb ayat 70-71, kita disuruh buat ngomong yang benar (qaulan sadiida) supaya Allah subhanahu wa ta'aalaa  memperbaiki amal dan mengampuni dosa kita. 

Gak cuma itu, dalam Al-Ahzâb ayat 36, kita diingetin juga bahwa tidak pantas bagi kita buat cari pilihan lain kalau Allah subhanahu wa ta'aalaa dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam sudah menetapkan suatu perkara dalam hidup kita, termasuk soal rumah tangga.

Tujuan utamanya nasehat pernikahan itu jelas, yaitu biar pernikahanmu punya standar syariat, bukan standar netizen. Dengan nasehat yang benar, kita diajak buat gak egois dan gak mendahulukan kemauan sendiri atau tekanan sosial di atas aturan Allah subhanahu wa ta'aalaa.

Nasehat Utama dari Ajaran Islam untuk Pasangan

Nasehat pernikahan menurut Islam itu mencakup perintah untuk terus bertakwa pada Allah subhanahu wa ta'aalaa dan taat pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam memahami dan menjalankan peran masing-masing di rumah tangga. Aspek-aspek ini yang bakalan membantu pasangan suami istri lebih siap menghadapi realita rumah tangga dengan segala pasang surutnya. 

1. Komitmen Total pada Takwa dan Sunah

Inti dari nasehat pernikahan Islami itu menegaskan tentang wajibnya taat kepada Allah subhanahu wa ta'aalaa dan saling menasehati untuk tetap berada di jalur Kitabullah serta sunah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Jangan pernah mendahulukan tradisi atau opini manusia jika bertentangan dengan ketetapan Allah subhanahu wa ta'aalaa.

2. Menjaga Batas-Batas Allah dalam Keluarga

Setiap kepala rumah tangga wajib menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Sesuai pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

"Jagalah (batas-batas) Allah, niscaya Allah akan menjagamu." (HR. Tirmidzi)

Artinya, ketaatan pada syariat adalah proteksi terbaik untuk keutuhan rumah tangga.

3. Keadilan dalam Kepemimpinan (Qawwam)

Suami adalah pemimpin, tapi bukan berarti bebas otoriter. Menurut hadis riwayat Muslim, mereka yang berlaku adil dalam memimpin keluarganya akan mendapatkan tempat mulia berupa mimbar cahaya di sisi Allah subhanahu wa ta'aalaa. Kepemimpinan harus berbasis tanggung jawab, kelembutan, dan kasih sayang, bukan keinginan untuk dituruti dan kezaliman.

4. Keseimbangan Hak dan Kewajiban yang Ma'ruf

Berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 228, wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya. Suami dilarang memanfaatkan kelebihannya untuk menyusahkan istri, dan istri harus menunaikan kewajibannya dengan penuh kesadaran sebagai bentuk ibadah.

5. Prioritas Komunikasi dan Saling Memaafkan

Jangan biarkan ego dan gengsi merusak hubungan. Islam mengajarkan kita untuk menjadi pemaaf dan selalu mengutamakan komunikasi yang benar agar setiap perselisihan bisa diselesaikan secara bijaksana tanpa ada pihak yang merasa tersakiti.

6. Berbuat Baik kepada Keluarga Besar

Pernikahan bukan cuma soal interaksi antara suami dan istri. Menjaga hubungan baik dengan mertua juga jadi bagian dari ketaatan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menekankan pentingnya berbakti kepada orangtua dan orang-orang yang dicintainya sebagai kunci keberkahan hidup.

Nasehat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk Rumah Tangga

Khutbah hajah yang Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ajarkan adalah sebuah dasar dan contoh nasehat pernikahan dalam Islam yang mencakup semua aspek utama. Cek riwayatnya dalam hadis dari sahabat ‘Abdullah ibn Mas’ud radhiallahu’anhu dikutip dari Muslim.or.id berikut ini. 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepada khotbah hajah, yaitu, “INNAL HAMDA LILLAAH, NAHMADUHU WA NASTA’IINUHU WA NASTAGHFIRUH, WA NA’UUDZU BILLAAHI MIN SYURUURI ANFUSINAA MAN YAHDIHILLAAHU FALAA MUDHILLALAH, WA MAN YUDHLIL FALAA HAADIYALAH. ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASUULUH. 

YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUT TAQULLAAHAL LADZII TASAA-ALUUNA BIHII WAL ARHAAM, INNALLAAHA KAANA ‘ALAIKUM RAQIIBAA. YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUT TAQULLAAHA HAQQA TUQAATIHI WA LAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN. 

YAA AYYUHALLADZIINA AAMANUUT TAQULLAAHA WA QUULUU QAULAN SADIIDAA, YUSHLIH LAKUM A’MAALAKUM WA YAGHFIRLAKUM DZUNUUBAKUM WA MAYYUTHI’ILLAAHA WA RASUULAHU FAQAD FAAZA FAUZAN ‘AZHIIMAA.”

(Segala puji bagi Allah, kami memuji dan memohon pertolongan serta ampunan kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. 

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba serta rasul-Nya. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. 

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati, melainkan dalam keadaan beragama Islam. 

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar).” (HR. Ahmad)

Membangun Pernikahan yang Barokah

Nasehat pernikahan dalam Islam itu mengajak kita untuk terus mengingat bahwa pernikahan itu akan terasa manis karena perjuangan, kesabaran, dan syukur yang dipupuk dan dipraktekkan oleh dua insan dalam menyatukan visi, misi, dan cita-cita di jalan yang sudah Allah subhanahu wa ta'aalaa tunjukkan.

Ingat bahwa ketenangan sejati atau hayatan thayyibah dalam pernikahan datangnya dari upaya kita menjalankan hak dan kewajiban dengan penuh keikhlasan. Mulai keberkahan kecil dari cara berpakaian saat ibadah bersama di rumah. Contohnya, pakai sarung dengan desain yang kece. Cek koleksi sarung dengan desain yang up-to-date dari Sarung Mangga.

FAQ

1. Apa hikmah pernikahan dalam Islam?

Beberapa diantara adalah menjaga diri dari perbuatan zina, mendapat ketenangan jiwa, dan menyempurnakan separuh agama.

2. Tujuan nikah dalam Islam apa?

Membangun keluarga hingga memperoleh keturunan yang saleh.

3. Syarat kriteria mempelai dalam Islam apa saja?

Seorang muslim, bukan mahram, sudah baligh, berakal, tidak dipaksa, dan tidak dalam kondisi ihram, dan untuk perempuan tidak dalam keadaan bersuami atau masa iddah.

4. Cara mewujudkan pernikahan yang sakinah mawadah wa rahmah?

Memilih pasangan yang taat menjalankan syariat Islam berdasarkan Al-Quran dan sunah Rasulullah, memilih pasangan yang berasal dari keturunan keluarga yang terjaga kehormatannya, dan meniatkan pernikahan sebagai ibadah untuk menghindari hubungan yang dilarang oleh Islam.



Referensi:

1. https://almanhaj.or.id/1348-akad-nikah-khutbah-nikah-mahar.html

2. https://muslim.or.id/96440-hadis-disyariatkannya-khotbah-ketika-akad-nikah.html

3. https://almanhaj.or.id/95332-khutbah-nikah.html

4. https://www.belajarhijrah.com/nasehat-pernikahan-dalam-islam/

5. https://almanhaj.or.id/8589-nasehat-bagi-sepasang-pengantin-baru.html 

6. https://almanhaj.or.id/1363-nasihat-untuk-suami-isteri.html 

7. https://muslim.or.id/102206-bekal-mengarungi-bahtera-rumah-tangga.html

Tags